Gagasan mengubah Area Slumbung Food Nganjuk yang telah menurun secara bisnis menjadi Kampung Dolanan adalah langkah strategis dalam revitalisasi ekonomi lokal dan pelestarian budaya. Kampung Dolanan dapat menjadi ruang interaksi publik, wahana hiburan keluarga, serta wadah bagi pelaku usaha mainan tradisional, penggiat seni, dan UMKM kreatif.
Berikut konsep dan Business Model Canvas (BMC) untuk Kampung Dolanan Slumbung:
Konsep Kampung Dolanan Slumbung
Tujuan:
-
Menciptakan destinasi rekreasi rakyat yang edukatif dan menyenangkan
-
Memberikan ruang usaha untuk pengusaha mainan, kuliner lokal, dan pelaku seni
-
Melestarikan permainan tradisional dan budaya lokal Nganjuk
Fasilitas Utama:
-
Zona permainan tradisional (egrang, congklak, gobak sodor, bakiak)
-
Wahana sewa mainan modern (mobil aki, becak mini, ATV)
-
Panggung budaya (pentas reog, jaranan, musik keroncong, seni lokal)
-
Lapak UMKM (kuliner, kerajinan tangan, mainan edukatif)
-
Gazebo santai & ruang keluarga
-
Sewa lokasi untuk event, ulang tahun, komunitas, dll.
Business Model Canvas: Kampung Dolanan Slumbung
| Elemen | Isi |
|---|---|
| 1. Customer Segments | – Keluarga lokal Nganjuk dan sekitarnya – Anak-anak dan pelajar – Komunitas budaya dan seni – Pelaku UMKM dan pengusaha mainan lokal |
| 2. Value Propositions | – Hiburan murah meriah dan edukatif – Tempat usaha bagi pengrajin dan UMKM – Pelestarian budaya dan permainan tradisional – Ruang interaksi sosial masyarakat |
| 3. Channels | – Media sosial (Instagram, TikTok, Facebook) – Brosur sekolah dan komunitas – Papan informasi lokal (balai desa, pasar, alun-alun) – Google Maps dan TripAdvisor |
| 4. Customer Relationships | – Pengalaman menyenangkan dan kekeluargaan – Event berkala (lomba, festival dolanan, karnaval) – Tiket bundling atau voucher loyalitas |
| 5. Revenue Streams | – Sewa lapak mainan dan UMKM – Tiket masuk area wahana tertentu – Sewa panggung dan ruang event – Penjualan makanan dan merchandise dolanan |
| 6. Key Resources | – Area lahan Slumbung – Tim pengelola – Mitra seniman & pengusaha mainan – Fasilitas permainan & panggung budaya |
| 7. Key Activities | – Pengelolaan acara & atraksi mingguan – Kurasi UMKM & pengusaha mainan – Promosi digital & relasi komunitas – Pemeliharaan wahana dan keamanan |
| 8. Key Partnerships | – Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif – Sekolah-sekolah dan sanggar seni – Komunitas budaya lokal – Sponsor lokal dan CSR perusahaan |
| 9. Cost Structure | – Renovasi & pembangunan wahana – Operasional bulanan (gaji, listrik, kebersihan) – Biaya promosi & acara – Perawatan & keamanan |
Strategi Pengembangan Bertahap
Fase 1: Soft Launch
-
Revitalisasi lahan (cat warna-warni, mural dolanan)
-
Undangan untuk komunitas mainan dan budaya lokal
-
Event akhir pekan (gratis atau tiket murah)
Fase 2: Kolaborasi & Penguatan
-
MoU dengan pengusaha mainan lokal
-
Kerja sama dengan sekolah (kunjungan edukatif)
-
Pelatihan pelaku usaha UMKM untuk kurasi produk dolanan
Fase 3: Monetisasi & Ekspansi
-
Tiket event khusus (festival budaya, lomba keluarga)
-
Pembangunan kios permanen untuk mitra
-
Sistem reservasi online & pemasaran wisata digital. ( Supriadi Asia ).
