Pembagian warisan dalam Islam merupakan bagian penting dari hukum keluarga yang telah diatur secara rinci dalam Al-Qur’an, Hadis, dan fiqh ulama. Prosesnya tidak hanya berkaitan dengan pembagian harta, tetapi juga memerlukan ketelitian agar sesuai syariat. Berikut adalah langkah-langkah sistematis dalam pembagian waris menurut hukum Islam:

1. Memastikan Terjadinya Wafatnya Pewaris

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan bahwa seseorang yang meninggal dunia benar-benar telah wafat secara hukum. Bukti seperti surat kematian dari rumah sakit atau catatan sipil dibutuhkan.

2. Menentukan dan Memastikan Seluruh Ahli Waris

Identifikasi seluruh ahli waris yang berhak menerima bagian. Ahli waris utama biasanya meliputi:

  • Suami/Istri

  • Anak-anak (laki-laki dan perempuan)

  • Orang tua kandung

  • Saudara kandung, dan dalam kondisi tertentu keluarga lainnya

Gunakan prinsip ashabah, dzawil furudh, dan mahrum sesuai ketentuan fiqh.

3. Menyelesaikan Kewajiban Pewaris

Sebelum warisan dibagikan, harta peninggalan digunakan terlebih dahulu untuk:

  • Membayar biaya pemakaman (bukan dari harta ahli waris)

  • Melunasi utang pewaris (kepada manusia maupun kepada Allah, seperti zakat, nazar)

  • Menunaikan wasiat (maksimal 1/3 dari total harta dan tidak boleh diberikan kepada ahli waris kecuali diizinkan ahli waris lainnya)

4. Menilai Seluruh Harta Warisan

Inventarisasi seluruh harta yang ditinggalkan, termasuk:

  • Aset tetap: rumah, tanah, kendaraan

  • Aset bergerak: uang tunai, tabungan, emas, saham

  • Harta tak berwujud: piutang, hak usaha

Semua harus dinilai dalam satuan nilai yang sama, misalnya rupiah.

5. Membagi Warisan Sesuai Ketentuan Syariah

Setelah dikurangi utang dan wasiat, harta dibagi kepada ahli waris berdasarkan hukum faraidh. Contohnya:

  • Anak laki-laki mendapat dua kali lipat bagian anak perempuan

  • Istri mendapat 1/8 jika ada anak, 1/4 jika tidak ada anak

  • Suami mendapat 1/4 jika ada anak, 1/2 jika tidak ada anak

  • Orang tua bisa mendapat 1/6 atau lebih tergantung susunan ahli waris lainnya

6. Mencatat dan Menyepakati Pembagian Secara Tertulis

Setelah dibagi, hasil pembagian hendaknya dibuat secara tertulis dan ditandatangani semua ahli waris agar tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.

7. Melaksanakan Pembagian Fisik atau Pengalihan Hak

Harta kemudian dibagi secara fisik (misalnya rumah dibagi, atau dijual dan uang dibagi) atau dengan surat pengalihan hak jika berupa sertifikat tanah, tabungan, dll.

Pembagian waris Islam bukan hanya soal keadilan, tetapi juga bentuk ketaatan kepada hukum Allah. Oleh karena itu, sebaiknya pelaksanaan dilakukan dengan hati-hati, melibatkan saksi, dan bila perlu didampingi ahli hukum waris Islam atau lembaga syariah terpercaya.



Jika Anda ingin lebih mudah dan akurat dalam menghitung bagian waris sesuai syariat, Anda bisa menggunakan langkah langkah dan alat bantu di bawah ini :

Langkah Langkah :

Kumpulkan data data waris di bawah ini:

  1. Jenis kelamin pewaris: [laki-laki/perempuan]

  2. Status pewaris saat wafat: [menikah/belum menikah/duda/janda]

  3. Ahli waris yang ditinggalkan:

    • Suami/Istri: [ada/tidak ada]

    • Anak laki-laki: [jumlah]

    • Anak perempuan: [jumlah]

    • Ayah: [ada/tidak ada]

    • Ibu: [ada/tidak ada]

    • Kakek dari ayah: [ada/tidak ada]

    • Nenek dari ibu: [ada/tidak ada]

    • Saudara laki-laki kandung: [jumlah]

    • Saudara perempuan kandung: [jumlah]

    • Saudara seayah/seibu: [jumlah masing-masing jika ada]

  4. Jumlah harta warisan bersih (setelah hutang dan wasiat): Rp [jumlah]

  5. Apakah ada wasiat? Jika ya, kepada siapa dan berapa persen?

  6. Apakah ada hutang pewaris? Jika ya, berapa totalnya?

Buat Perintah Aplikasi

Untuk bisa mencari jawaban silahkan buat perintah aplikasi seperti di bawah ini :

“Saya ingin menghitung warisan Islam. Pewaris laki-laki, meninggal dalam keadaan menikah. Ahli waris: istri 1 orang, anak laki-laki 2 orang, anak perempuan 1 orang, ayah masih hidup, ibu masih hidup. Harta warisan bersih Rp 600.000.000. Tidak ada wasiat, tidak ada hutang. Tolong hitung bagian masing-masing ahli waris. ” dan klik tombol KIRIM.

Aplikasi Hitung Waris

[mwai_chatbot id=”default”]

Suported by:

Dibaca: 138 kali

Bagikan artikel ini

Dilihat: 97 kaliDibagikan: 59 kali

Catatan: hitungan “dibagikan” adalah jumlah klik pada tombol share (bukan konfirmasi dari platform sosial).

Scroll to Top
Informasi Lebih Hubungi Kami.
Image Icon
Profile Image
BIIZAA Layanan Biizaa Asia Online
BIIZAA Silahkan Hubungi Kami