Workshop Handling Complaint Layanan Medis

handling complaint diedit

Komplain pasti pernah dihadapi oleh siapapun atau setiap layanan medis, karena pada dasarnya manusia itu tidak sempurna. Yang perlu diperhatikan adalah tentang bagaimana layanan medis dalam menghadapi komplain dari pasien, sehingga komplain tersebut justru menjadi alat membangun layanan untuk lebih berkualitas atau excellent service ( layanan pria ).



Supriadi Asia sebagai direktur PT Biizaa Asia Technology yang bergerak di bidang pengembangan manajemen dan teknologi memberikan materi dalam workshop ” Strategi Membangun Image Layanan Kesehatan Melalui Komunikasi Publik “. Di Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Adapun materi yang disampaikan oleh Supriadi Asia adalah sebagai berikut :

Pemahaman tentang komplain, mulai definisi, pengertian hingga penyeba penyebab komplain serta jenis komplain dalam layanan medis. Dengan memahami definisi dan pengertian komplain maka dapat disepakati apa pengertian atau interpretasi komplain dalam puskesmas dan bagaimana mindset dalam menghadapi komplain.



Mindset terhadap komplain. Bahwa untuk menjadikan komplain menjadi sesuatu yang membangun, justru komplain dianggap sebagai guru terbaik dalam layanan medis. Komplain dijadikan benchmark atau tolok ukur keberhasilan dalam layanan medis. Dengan demikian maka dalam menghadapi komplain para karyawan akan bermindset positif dan tidak alergi terhadap komplain.

Komunikasi Komplain. Selain komunikasi medis untuk menggali keluhan pasien dan membantu penyembuhan melalui komunikasi, maka juga disampaikan tentang cara cara atau teknik dalam menghadapi komplain, larangan larangan dalam hal menghadapi komplain, sehingga karyawan memiliki rambu rambu dan teknik menghadapi komplain dengan baik.



Resiko Komplain, Supriadi Asia juga menyampaikan jenis jenis resiko komplain dalam layanan medis, mulai resiko rendah, resiko menengah hingga resiko tinggi yang berakibat terhadap ancaman pidana maupun perdata. Dengan demikian karyawan dapat memahami jenis resiko dan tingkatan resiko dalam layana medis.

Aspek Hukum, juga disampaikan oleh Supriadi Asia yang telah memaparkan aspek resiko hukum administrasi negara, karena puskesmas juga merupakan organ publik atau pemerintahan, resiko perdata dan resiko pidana. Hal yang penting untuk dipahami adalah aspek hukum rekam medis atau medical record, karena rekam medis menjadi dasar dalam memberikan tindakan layanan medis. Dengan membangun medical record yang baik dan menjadikan dasar dalam layanan medis, maka resiko hukum akan lebih bisa ditekan seminimal mungkin.



Yang terakhir disampaikan oleh Supriadi Asia adalah bagaimana membangun budaya perusahaan atau budaya organisasi agar tercipta budaya layanan prima serta budaya dalam menghadapi komplain, dengan menciptakan budaya perusahaan, maka akan tercipta layanan yang prima ( excellent service ). ( biizaa.com ).

Bagikan manfaatnya..