Village Customer Management sebagai solusi pemasaran BUM Desa

Kunci keberhasilan dari sebuah perekonomian di era teknologi informasi dan komunikasi adalah di lini konsumen, dengan memahami kebutuhan konsumen untuk dipenuhi, masalah konsumen untuk diselesaikan dan harapan konsumen untuk diwujudkan serta trend yang berkembang untuk dijawab dengan produk atau layanan produsen.




Dalam pengembangan manajemen Biizaa Asia telah mengembangkan VRP ( Village Resource Planning ) atau perencanaan sumber daya desa melalui BUM Desa untuk membangun produk dengan cepat karena telah memiliki data keuangan, sdm, bahan baku dan supplyer. Dan kini akan membahas tentang VCM ( Village Customer Management ) sebuah sistem informasi bagaimana mendapatkan data prospek hingga menjadi pelanggan dan mempertahankan secara berkelanjutan.

VCM atau village customer management adalah sebuah sistem atau software guna mengumpulkan data prospek ( calon pelanggan ) untuk dihubungi dan dikaji kebutuhan, masalah dan harapannya untuk dijadikan peluang pemasaran, selanjutnya dilakukan penawaran dengan langkah langkah mulai menjadi prospek, hingga terjadi penutupan ( closing ) baik dibeli maupun tidak. Dengan VCM BUM Desa akan mudah untuk mengorganisasikan pemasaran dengan langkah langkah yang bisa diukur, dianalisa dan dipertanggungjawabkan.




Bagaimana deskripsi VCM ( Village Customer Management ) untuk mengembangkan pemasaran BUM Desa bisa dilihat di gambar di bawah ini :

crm biizaa

Dari gambar tersebut di atas, yang pertama dipahami adalah sales funnel, sales funnel adalah sebuah pengelolaan data menjadi informasi mulai dari:

Pengumpulan Data Prospek

Data prospek butuh dikumpulkan dari berbagai sumber bisa dari pengunjung website, bisa jadi kontak telephone, bisa dari pertemanan, bisa dari sumber lainnya, untuk dikumpulkan dan diklasifikasi atau dikelompokan sesuai dengan bidangnya. Ada 3 jenis data calon pasar untuk dikelompokan yaitu untuk pemasaran langsung end user atau retail yang disebut dengan B2C ( Business To Customer ), selanjutnya pasar industri atau bisnis yang disebut dengan B2B ( Business To Business ) dan pasar untuk pemerintah atau yang disebut dengan B2G ( Business To Goverment ).

Konversi Menjadi Kontak

Dari seluruh data prospek dilakukan pendekatan komunikasi dengan cara dihubungi, ditemui dan lain lain, sehingga mengetahui kebutuhan untuk dipenuhi, masalah untuk diselesaikan dan harapan untuk diwujudkan, setelah prospek dihubungi, maka data butuh dikonversi menjadi kontak.




Konversi Menjadi Akun

Dari seluruh data yang telah dikontak dan ditemukan kebutuhan untuk dipenuhi dengan produk, masalah untuk diselesaikan dengan solusi, dan harapan untuk diwujudkan, maka data akun tersebut dikonversi menjadi akun karena telah ditemukan peluang peluang pemasaran dan ini yang disebut dalam tahap mencari peluang.

Konversi Menjadi Peluang.

Dari seluruh akun yang ada selanjutnya dipilih untuk menjadi peluang dan dilakukan penawaran dengan menggunakan tahap tahap apa yang disebut dengan sales pipeline yang merupakan tahap setelah sales funnel.

Sales Pipe Line

Sales pipeline adalah sebuah langkah langkah penjualan dengan membagi beberapa klasifikasi level mulai dari calon konsumen, memenuhi klasifikasi, melakukan penawaran ( proposal ), negosiasi hingga ditutup dengan menang atau kalah, dibeli atau tidak dibeli. Berikut adalah penjabaran dari sales pipeline dalam Village Custommer Management.




Calon Konsumen

Calon konsumen adalah database dalam langka awal yang diperoleh dari data akun yang siap untuk dilakukan analisa dan penawaran.

Penuhi Klasifikati

Dari data calon konsumen akan dianalisa apakah merupakan calon konsumen yang potensial yang benar benar membutuhkan dan memiliki anggaran serta sumberdaya atau produk BUM Desa tersedia, artinya antara ketersediaan produk dan kebutuhan konsumen sesuai.

Proposal

Proposal adalah langkah penawaran untuk menyampaikan informasi baik informasi perusahaan ( company profile ) untuk meningkatkan kepercayaan dan informasi produk ( product profile ) untuk dipahami oleh pembeli dan dipilih untuk dibeli.

Negosiasi

Negosiasi adalah tahapan dalam sales pipeline setelah calon pelanggan dikirimi proposal dan mendiskusikan untuk mendapatkan kesepakatan bisnis atau pemasaran dalam BUM Desa.




Closing / Penutupan.

Closing atau penutupan dalah menentukan apakah produk dibeli atau tidak, sehingga tidak ada kegiatan pemasaran yang mengambang atau sia sia tanpa ada keputusan penjualan, dan apabila keputusan menang maka diproses melalui layanan dan apabila kalah atau terjadi penolakan apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan.

Dari setiap data dalam sales pipeline dapat ditentukan nilainya atau nominal closingnya, sehingga tahu proyeksi pendapatan BUM Desa yang sangat berguna untuk menganalisa kecukupan likuiditas untuk membiayai usaha BUM Desa.

Di atas merupakan gambaran VCM ( Village Customer Management ) agar BUM Desa lebih terarah dalam pemasaran dan mendapatkan hasil yang terukur dan bisa dipertanggungjawabkan. VCM dapat dilakukan kolaborasi banyak pihak dengan memberikan tugas pemasaran kepada user atau pengguna. Sebagai contoh apabila BUM Desa membuat team pemasaran dari masyarakat, maka dapat dibagi tugas data yang difollow up.




Informasi lebih lanjut tentang VCM ( Village Customer Management ) bisa menghubungi link kontak di bawah ini :

Profile Image
Biizaa Diskusi Biizaa
Klik Via WA
Offline

Bagikan manfaatnya..

Bagaimana komentar anda ?