Village Big Data Asset Management

Village Bid Data Asset Management merupakan manajemen pengelolaan asset atau sumberdaya desa guna memenuhi kebutuhan, menyelesaikan masalah dan meningkatkan pemenuhan harapan masyarakat desa dengan mengolah menjadikan input, output, outcome dan impact terhadap masyarakat.  Karena tanpa data dan informasi aset desa, suatu desa akan sulit berkembang. Ibarat berjalan dalam kebutaan pembangunan, padahal kekayaan ada di depan mata.

Bahwa jika jaman dahulu yang dimaksud aset itu adalah barang berwujud, seperti tanah, bangunan dan lain lain. Hingga ada intangible aset atau aset yang tidak berwujud yaitu pengetahuan dan ketrampilan manusia serta hak hak yang bisa menghasilkan uang, seperti hak cipta, hak merk dan lain lain. Namun di era teknologi informasi yang paling mahal adalah digital aset, yang berupa data yang bisa diklasifikasikan dan bisa diolah menjadi informasi yang sangat bermanfaat untuk pembangunan.

Jika dalam tulisan sebelumnya telah biizaa sampaikan tentang vilage resource planning, yaitu alat untuk mengolah dan merencanakan sumberdaya desa untuk pembangunan, maka kali ini biizaa akan menyampaikan tentang content atau data yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah desa untuk meningkatkan pendapatan serta mempercepat kemandiriannya.

Apa saja yang menjadi aset dalam pemerintah desa:




  1. Data pemerintah desa, berupa aset keuangan atau Anggaran Belanja dan Pendapatan Desa.
  2. Data pemerintah desa, dalam bentuk aset tanah dan bangunan yang dimiliki oleh Desa.
  3. Data pemerintah desa, dalam sumberdaya manusia ( perangkat desa ) yang memiliki ketrampilan dan pengetahuan khusus yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pembangunan desa. Perangkat Desa sebagai Human Capital atau modal sumberdaya manusia, ini perlu dikembangkan sehingga mampu memberikan kontribusi kepada pembangunan desa.
  4. Data Keuangan Masyarakat Desa, yaitu baik berupa data keuangan masyarakat yang bisa dihimpun dan dialirkan kepada masyarakat lain dalam bentuk lembaga keuangan mikro desa, untuk mendorong kemajuan permodalan desa.
  5. Data Jasa Masyarakat Desa, bahwa masyarakat yang memiliki ketrampilan dan pengetahuan lebih serta memiliki profesi tertentu merupakan aset desa. Sebagai contoh adalah masyarakat yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang bangunan, maka akan mudah dibentuk usaha kontraktor di desa yang di naungi oleb Badan Usaha Milik Desa. Dan masih begitu banyak potensi dalam bentuk ketrampilan dan pengetahuan yang dikemas dalam jasa yang nantinya bisa dipasarkan oleh BUMDes.
  6. Data Produk Masyarakat Desa. Data produk berupa barang baik dari usaha kecil, mikro dan menengah desa merupakan asset yang bisa dikerjasamakan dengan Badan Usaha Milik Desa untuk mengembangkan usaha dan perekonomian desa. Dengan BUMDes sebagai holding atau sebagai pemasar produk desa.
  7. Data Aset Bangunan atau Tanah Masyarakat. Baik bangunan atau tanah masyarakat desa, dapat dimanfaatkan sebagai aset untuk membangun perekonomian desa. Sebagai contoh adalah dengan memanfaatkan lahan masyarakat untuk digunakan pertanian yang bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa. Bangunan yang menganggur bisa digunakan Home Stay untuk tamu dari luar daerah. Dan masih banyak potensi yang bisa dikembangkan dari aset desa.




 

Dengan mengumpulkan aset, mengolah dan mengelompokan maka akan dengan mudah desa atau Badan usaha Milik Desa untuk membantu menjualkan atau memasarkan. Maka membangun Big Data Desa adalah sangat penting untuk membantu pembangunan perekonomian desa. Alat untuk mengolah big data tersebut adalah VRP ( Village Resource Planning ) dan untuk lini depan adalah PRM ( Public Relationship Management ), manajemen hubungan atau pemasaran produk masyarakat kepada pihak lain atau konsumen. ( supriadi | biizaa.com )

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Belajar Akuntansi BUMDes | Mengenal Pasiva Dan Aktiva BUMDes.

Sen Jan 20 , 2020
Yang pertama dipahami dalam membuat laporan keuangan Badan Usaha Milik Desa, maka kita perlu memahami aktiva dan pasiva Akuntantsi BUMDes. Sehingga ktia bisa melihat posisi keuangan BUMDes serta mengolah keuangan dengan sebaik baiknya atas dana Badan Usaha Milik Desa. Dalam Akuntansi BUMDes dikenal Pasiva dan Aktiva, lalu apa yang dimaksud […]
BIIZAA