Teknik Menyusun Akun Perkiraan Laporan Keuangan BUMDes Dalam Akuntansi BUMDes.

Dalam membuat laporan keuangan BUMDes dibutuhkan teknik menyusun akun atau perkiraan sehingga informasi keuangan yang dibutuhkan dapat disajikan dengan tepat dalam laporan keuangan BUMDes dalam Akuntansi. Untuk itu maka perlu kita sampaikan teknik menyusun akun atau perkiraan dalam akuntansi BUMDes.

Pertama yang kita lahukan adalah memahami apa yang dimaksud dengan akun atau perkiraan dalam akuntansi BUMDes?




Akun atau perkiraan dalam akuntansi bumdes adalah pengkodean atau penomoran untuk mengelompokan jenis transaksi dalam mencatat transaksi atau dikatakan menjurnal. Sehingga apabila ada transaksi kita bisa memasukan apakah transaksi itu masuk kas atau masuk piutang. Sehingga dengan memberikan akun atau perkiraan dengan memberikan penomoran akan mempermudah mengklasifikasi pencatatan serta menyajikan laporan keuangan.

Apa saja bentuk pengkodean atau akun dalam akuntansi bumdes?..

Pada dasarnya setiap akuntansi membedakan akun atau perkiraan yang diberi nomor dibagi menjadi 2, yaitu akun neraca dan akun rugi laba. Karena laporan keuangan yang mendasar setidaknya berisi tentang neraca dan laporan rugi laba. Di dalam laporan neraca terdiri harta, modal dan kewajiban sedangkan laporan neraca laba rugi terdiri dari pendapatan dan beban.

Neraca = Modal, Kewajiban dan Harta.

Laporan Rugi Laba = Pendapatan dan Biaya ( Beban ).




Pengkodean atau pembuatan akun atau perkiraan ini disebut dengan COA ( Chart Of Account ) yang merupakan standart perkiraan atau akun yang setiap negara bisa jadi berbeda. Lalu bagaimana standart dalam pembuatan perkiraan atau akun dalam akuntansi bumdes?

Persyaratan membuat Chart Of Account atau pengkodean perkiraan akuntansi adalah sebagai berikut:

Nomor akun harus unik, artinya tidak boleh ada nomor yang sama dalam akun atau perkiraan akuntansi dalam akuntansi bumdes. Akun atau perkiraan dimasukan secara berkelompok sesuai dengan sifat dan kegunaanya, berdasarkan akun, kelompok akun, grup akun dan akun pokok.  Akun dibuat penomoran secara berurutan, sehingga dalam laporan keuangan bumdes juga berurutan sesuai dengan kelompok atau grup akunnya. Nama akun atau rekening dibuat secara singkat dan jelas, tidak panjang seperti kalimat.

Apa saja bentuk pengkodean perkiraan akun dalam akuntansi bumdes?




Dalam membuat perkiraan akun, dapat dalam bentuk numerik atau nomor contoh 1010, numerik dengan desimal contoh 10.10 ada tanda titiknya, ada inomerik dalam bentuk huruf sebagai contoh ABAB ada pula gabungan antara humerik dan huruf, sebagai contoh A1010, tetapi untuk memudahkand alam belajar, maka aplikasi biizaa untuk belajar akuntansi bumdes menggunakan numerik ( nomor ).

Dalam akuntansi biizaa telah dikelompokan menjadi 3 bagian perkiraan akun sesuai dengan COA Indonesia 4 difit, yaitu Kelas Akun, Grup Akun dan Akun Perkiraan.

Untuk kelas akun dengan diberikan nomor 1 sampai 4 dengan kelas akun sebagaimana gambar di bawah ini:




Untuk kelas akun dibagi menjadi 4 ( empat bagian ) yaitu Harta, Kewajiban, Pendapatan dan beban / Biaya. Selanjutnya setelah membaut kelas akun, maka perlu membuat grup akun yang merupakan penjabaran dari kelas akun sebagai berikut:

Dari kelas akun dibagi lagi menjadi grup akun yang terdiri dan penomoran seperti di atas. Dan selanjutnya adalah bagaimana akun ditu dibuat dengan penomorannya bisa di download Perkiraan Akun Laporan Keuangan BUMDes.




Begitulah COA ( Chart Of Account ) dibuat dalam akuntansi BUMDes sehingga laporan keuangan BUMDes berisi informasi keuangan yang benar dan sesuai kebutuhan. Informasi keuangan yang dibutuhkan dan disajikan dalam laporan keuangan BUMDes tergantung bagaimana akun perkiraan atau COA dalam akuntansi bumdes dibuat atau di desain ( supriadi asia ).

 

 

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Neraca Laporan Keuangan BUMDes Untuk Mengetahui Uang Darimana Digunakan Untuk Apa.

Sen Jun 15 , 2020
Oleh karena badan usaha milik desa ( bumdes ) merupakan badan usaha yang modalnya berasal dari pembiayaan desa untuk mencapai kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Mak perlu untuk mengetahui posisi keuangan BUMDes, agar mudah disampaikan kepada desa maupun masyarakat. Lalu bagaimana menyampaikan kondisi keuangan BUMDes kepada masyarakat yang benar?..Baca juga:Akuntansi BUMDes […]
BIIZAA