Teknik Menganalisa Dan Mengetahui Tindak Pidana Di Desa Dengan LAC ( Legal Analytic Canvas ).

Permasalahan hukum di desa sangat mengganggu atau menghambat pembangunan desa, apalagi dipenuhi dengan saling curiga tanpa ada titik teranga apa peristiwa, apa perbuatan, siapa pelakunya dan apa yang harus dilakukan untuk ketentraman desa. Untuk itu biizaa memberikan kontribusi alat bantu LAC ( Legal Anarlytic Canvas ) untuk menganalisa atau mengurai sebuah kecurigaan yang meresahkan masyarakat dan juga menghambat pembangunan desa. Sehingga kecurigaan itu akan menjadi jelas apakah perbuatan melawan hukum atau bukan dan bagi pemerintah desa juga akan tenang dan lancar dalam proses pembangunan. Karena perkara yang meresahkan tersebut menjadi lebih terang dan disikapi bersama dalam  rangka membangun desa.




Apakah LAC ( Legal Analytic Canvas ) sebagai alat bantu untuk mengurai sebuah perkara?

LAC ( Legal Analytic Canvas ) merupakan alat bantu ( tools ) dalam bentuk sebuah lembar kerja atau kertas untuk menganalisa yang terdiri dari blok blok untuk menganalisa sebuah perkara. Dengan menganalisa dan mengisi blok blok tersebut akan memudahkan mengurai sebuah perbuatan pidana yang mencurigakan di desa. Sehingga apabila sudah dianalisa dan diuraikan, tidak menjadi kecurigaan lagi atau bagaimana perkara tersebut diproses apabila memang terjadi dan di duga sebagai tindak pidana.  Untuk lebih jelas bisa dibaca tentang LAC ( Legal Analytic Canvas ).

Untuk lebih memahami tentang   LAC ( Legal Analytic Canvas ) untuk menganalisa dan mengetahui tindak pidana di desa, perhatikan gambar di bawah ini:

Dari gambar tersebut di atas  dapat diuraikan yaitu:




  1. Kasus Posisi / Ringkasan Perkara, dimana ada kecurigaan dari masyarakat tentang adanya suatu perbuatan melawan hukum dalam bentuk perbuatan pidana, maka peristiwa hukum tersebut diuraikan dalam blok paling atas, menguraikan kasus posisi perbuatan yang dicurigai apa, dilakukan dimana, oleh siapa dan kapan dilakukan. Ini sangat mempengaruhi tentang locus delicti atau tempat melakukan perbuatan yang berakibat pada kewenangan pengadilan, dan tempus delicti atau waktu perbuatan dilakukan yang terkait dengan berlakunya sebuah peraturan perundang undangan, serta subyek hukum atau pelaku yang nantinya diuraikan apakah memenuhi syarat untuk dihukum atau tidak.
  2. Peristiwa Hukum, merupakan blok untuk mengurai peristiwa apa yang melukai hati masyarakat atau dimasalahkan dalam masyarakat, dan untuk menjadi peristiwa hukum ini setidaknya sudah ada bukti permulaan. Oleh sebab itulah, penyelidikan dilakukan untuk mencari peristiwa hukum.
  3. Perikatan Terkait, bahwa suatu perbuatan dapat dikatakan salah jika melanggar perikatan, baik perikatan perdata dalam bentuk perjanjian atau perikatan sosial alam bentuk peraturan perundang undangan. Apabila suatu peristiwa ada kaitanya dengan undang undang, maka peristiwa tersebut menjadi peristiwa hukum, bukan peristiwa biasa. Maka dalam kolom ini akan diuraikan pasal atau perikatan apa yang terkait dengan peristiwa hukum tersebut.
  4. Perbuatan Hukum, setelah diketahui pasal atau peristiwa hukumnya, maka perlu diketahui perbuatan, perbuatan ini sudah mengarah pada perbuatan seseorang / subyek hukum / pelaku. Sehingga dengan mengurai perbuatan hukum tersebut, maka diketahui pula apa perbuatannya dan siapa pelakunya. Oleh sebab itulah penyidikan untuk mencari perbuatan hukum, pembuktiannya dan siapa pelakunya.
  5. Rumusan Perbuatan, rumusan perbuatan adalah rumusan pasal yang akan digunakan untuk menguji perbuatan hukum, dalam hal ini butuh diketahui tentang beda tindak pidana formal dan tindak pidana material. Sebagai contoh apabila tindak pidana formal, maka perbuatan tersebut memiliki unsur unsur pidana, dan unsur unsur itu harus dibuktikan semuanya, satu saja tidak terbukti, maka seseorang tidak bisa dihukum. Oleh sebab itu dalam blok ini mengurai unsur unsur dalam suatu tindak pidana atau pasal yang disangkakan.
  6. Pembuktian Subyektif, pembuktian subyektif adalah menganalisa tentang unsur yang melekat dalam diri pelaku, dimana pelaku tidak ada alasan pembenar, pemaaf dan penghapusan penuntutan. Sebagai contoh pelaku bukan orang di bawah pengampuan atau gila, maka pembuktian subyektif ini yang akan menentukan apakah pelaku layak untuk dihukum atau tidak.
  7. Pembuktian Obyektif, merupakan uraian pembuktian di luar diri pelaku, bisa terjadi pada obyek, perbuatan maupun kondisi tertentu.
  8. Pendapat Hukum, pendapat hukum merupakan blok dimana pendapat seseorang terutama advokad dari hasil pemikirannya apakah suatu peristiwa, perbuatan dan pembuktian tersebut sudah memenuhi untuk ditindak lanjuti.
  9. Yang terakhir adalah rekomendasi atau anjuran, apa yang harus dilakukan dalam menghadapi perkara tersebut untuk semua pihak yang terkait.

Alat bantu ini bisa digunakan oleh pemerintah desa agar bisa menganalisa adanya tuduhan dari pihak lain, apakah benar benar merupakan sebuah tindak pidana atau bukan sehingga lebih terang, dan akan tenang melaksanakan pembangunan, karena bukan merupakan tindak pidana.




Selain bagi pemerintah desa, bagi masyarakat yang mencurigai adanya tindak pidana di desa juga bisa mendeteksi lebih awal, apakah peristiwa atau perbuatan tersebut merupakan tindak pidana atau bukan, sehingga bisa mengambil langkah dengan tepat, apabila bukan maka lebih jelas untuk tidak dipermasalahkan dan apabila merupakan tindak pidana dapat dijadikan untuk mengawal perkara mulai dari laporan putusan.

Alat ini dibuat dan digunakan untuk membantu apakah suatu perbuatan merupakan perbuatan melawan hukum atau tidak, bukan untuk mengadili, tetapi hanya alat bantu agar lebih terang dan mengambil langkah lebih tepat, daripada hidp dalam kecurigaan tanpa kepastian, keadilan dan kemanfaatan. ( supriadi asia / biizaa.com ).

Untuk lebih jelas LAC ( Legal Analytic Canvas ), bisa di download penjelasan LAC dan contoh kasusnya di bawah ini:




LAC ( Legal Analytic Canvas ) dan contoh kasusnya. 

LAC dibuat oleh Supriadi Asia | Founder Of Biizaa Asia.

Summary
Teknik menganalisa tindak pidana di desa dengan lega analytic canvas.
Article Name
Teknik menganalisa tindak pidana di desa dengan lega analytic canvas.
Description
LAC ( Legal Analytic Canvas ) alat bantu untuk membuat membuat terang tindak pidana.
Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan komentar

BIIZAA ASIA