Mengenal Financial Engineering Dalam Strategi Keuangan Negara.

Financial Engineering

Financial Engineering adalah suatu rekayasa keuangan untuk mendatangkan sumberdaya keuangan ( modal ) sekaligus untuk mendapatkan harta ( pendapatan dan laba ) secarra sistematis. Financia engineering bisa jadi tidak terdeteksi dalam manajemen keuangan, tidak dikenal dalam rasio keuangan, casflow maupun proyeksi keuangan. Tetapi bisa dipahami investor yang memahami bukan saja ekonomi dan bisnis tetapi memahami sosiologi dan budaya.

Untuk lebih jelasnya biizaa akan sampaikan tentang strategi Financial Engineering yang dilakukan oleh investor sebagai berikut:

Ada suatu negara tidak mampu membiayai sebuah infrastruktur, tetapi sangat membutuhkan infrastruktur tersebut demi pertumbuhan ekonomi dan alasan peluang pasar. Dan negara tersebut sudah menawarkan kepada publik, sudah menawarkan kepada investor, tetapi tidak ada satupun yang mampu untuk mengerjakan proyek tersebut. Karena berbagai alasan, diantaranya tidak ada jaminan atas investasi tersebut, tidak bisa diproyeksi masa depan keuangan, seperti pendapatan dan laba. Saya ambil contoh proyek itu adalah jalan raya. Dan akhirnya proyek itu menjadi stuck atau tidak berjalan. Karena dari analisa kelayakan bisnis tidak masuk dan tidak ada yang berani untuk ambil resiko dari proyek tersebut.

Selanjutnya munculah investor yang memiliki kemampuan financial engineering bersedia untuk membiaya dan menawarkan ke sumber pendanaan yang lain seperti bank. Jika dengan analisa kelayakan bisnis tentu tidak akan bisa dicapai, karena perhitungannya hanya dari pendapatan dan laba. Tetapi dalam financial engineering berbeda, mereka bisa mendapatkan laba sebagai berikut:



  1. Customer Acquitiion, dengan mendanai proyek jalan raya, tentu investor langsung memiliki konsumen pengguna jalan yang sangat besar dalam satu negara. Dan database konsumen tersebut adalah suatu yang mahal, untuk mendapatkan konsumen / pelanggan sangat mahal. Maka dengan berani mengambil proyek tersebut secara otomatis perusahaan itu mendapatkan konsumen yang banyak dan merupakan sebuah komunitas pengguna jalan raya. Dengan database konsumen dalam bentuk komunitas pengguna jalan, maka perusahaan bisa memanfaatkan untuk menjual produk produk lain yang dibutuhkan pengguna jalan. Seperti sparepart mobil, kuliner dan layanan layanan lain pengguna jalan.
  2. Cash Money, dengan mengerjakan proyek tersebut dan dengan memiliki database konsumen, maka perusahaan terseut bisa membuat sistem pembayaran khsusus, dimana konsumen sebagai pengguna harus membeli sebuah voucher dan depositnya. Dari pembelian kartu / vaoucer yang dikenakan biaya dan merupakan pendapatan pemodal. Selain itu sisa diposit dari seluruh konsumen jalan raya tentu banyak, apabila mengisi deposit dalam kartu sebesar Rp. 100.000,00 ( seratur ribu rupiah ), maka bisa jadi yang dipakai masih tersisa Rp. 25.000,00 ( dua puluh lima ribu rupiah ) bisa lebih. Dengan begitu maka sisa pulsa atau deposit dari voucer itu merupakan cahs money atau uang tunai yang didapatkan dan bisa dimanfaatkan untuk membangun proyek proyek lain. Begitulah Social Enginering bergerak, dan pendapatan yang diperoleh dari sini, bukan pendapatan operasional jalan raya, melainkan pendapatan di luar operasional jalan raya yang tidak masuk dalam analisa atau study kelayakan usaha.



Kedua hal tersebut di atas merupakan keunggulan pemantaan financial engineering, sebuah cara mendapatkan konsumen, uang tunai dan mengolah lagi menjadi lebih besar. @supriadiasia.

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan