Setelah Badan Usaha Milik Desa Menerima Dana Penyertaan Dari Desa, Apa Yang Dilakukan?

BUMDes adalah kekayaan desa yang dipisahkan untuk tujuan pencapaian kemakmuran atau kesejahteraan desa. Melalui musyawarah desa ( musdes ) Badan Usaha Milik Desa dibentuk dan dasari dengan rencana usaha ( business plan ). Setelah itu maka Badan Usaha Milik Desa di dirikan dengan Peraturan Desa dan dianggarakan dalam APBDes dengan pos anggaran pembiayaan, bukan belanja.

Melalui pembiayaan penyertaan modal dikucurkan kepada Badan Usaha Milik Desa. Riellnya melalui pos pembiayaan dana penyertaan disetor atau ditransfer ke kas atau rekening Badan usaha Milik Desa. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apa yang dilakukan Badan Usaha Milik Desa sebelum atau setelah dana penyertaan modal dari desa di transfer?

Maka Badan Usaha Milik Desa perlu mempersiapkan anggaran bumdes, minimal 1 ( satu ) tahun buku atau pembukuan dengan mengatur kemana saja pos anggaran dibelanjakan atau digunakan. Untuk itu kita perlu mengenal anggaran bumdes. Anggaran Badan Usaha Milik desa adalah suatu dokumen yang berisi tentang perencanaan dan pengendalian perusahaan melalui angka keuangan yang ditetapkan oleh Badan Usaha Milik Desa. Jadi dengan anggaran Badan Usaha Milik Desa akan direncanakan pos pos anggaran, seperti berapa kas yang harus ditetapkan, biaya sumberdaya yang harus ditetapkan, berapa biaya operasional dan berapa biaya yang diputar untuk usaha atau modal usaha.




Untuk itu Badan Usaha perlu memahami, fungsi atau manfaat anggaran Badan usaha Milik Desa untuk apa saja?

  1. Fungsi Anggaran BUMDes yang pertama adalah fungsi perencanaan. Dengan merencanakan dana yang diterima dari desa digunakan apa saja dan menghasilkan apa saja dalam satu tahun buku. Dengan merencanakan anggaran maka memiliki rambu rambu uang digunakan untuk apa dan menghasilkan apa. Sebagai contoh adalah merencanakan dana untuk modal simpan pinjam sebesar Rp. 100.000.000 ( seratus juta rupiah ) dengan bunga 2%, maka dengan anggaran modal simpan pinjam Rp. 100.000.000 rupiah akan mendapatkan Rp. 2.000.000 ( dua juta rupiah ) per bulan. Dan selain merencanakan modal untuk usaha simpan pinjam juga merencanakan pendapatan, sebagai contoh selain bunga 2% per bulan, maka juga menetapkan anggaran pendapatan biaya administrasi, biaya penjualan materai dan lain lain. Dengan begitu maka Badan Usaha Milik Desa mampu menganggarkan pengeluaran, usaha dan pendapatan yang digunakan acuan dalam menjalankan Badan Usaha Milik Des selama satu tahun buku.
  2. Fungsi Pengendalian, dengan anggaran BUMDes maka organisasi BUMdes dapat dikendalikan melalui keuangan, sebagai contoh jika tidak melakukan penganggaran maka anggota atau pengurus badan usaha milik desa tidak bisa melakukan kegiatan yang tidak dibiayai oleh Badan Usaha Milik Desa. Untuk itu dalam menganggarkan Badan Usaha Milik Desa, perlu mengetahui mana kegiatan yang menguntungkan dan mana perbuatan yang tidak. Dan dengan anggaran akan bisa dikendalikan untuk melakukan kegiatan kegiatan yang dibiayai saja oleh BUMdes. Selain pengendalian administrasi, pengendalian badan usaha milik desa, bisa dilakukan dengan pengendalian keuangan, melalui penganggaran.
  3. Fungsi Pengawasaan, dengan anggaran Badan Usah Milik Desa bisa digunakan dasar melakukan kegiatan usaha Badan Usahaa Milik Desa, lalu apakah yang pengurus atau pengelola melakukan hal hal sesuai anggaran atau tidak, bisa diawasi melalui anggaran. Selain kepatuhan, juga tentang prestasi, sebagai contoh unit usaha bumdes A dibiayai sama denga unit usaha B, tetapi unit Usaha A lebih mampu membuat pendapatan dan laba, maka dengan Anggaran akan bisa diketahui kinerja dalam unit usaha Badan Usaha Milik Desa.
  4. Fungsi Koordinasi, dengan Anggaran Badan Usaha Milik Desa, bisa dilakukan koordinasi. Sebagai contoh adanya surplus dan minus di beberapa unit usaha dalam Badan Usaha Milik Desa. Jika ada kas yang lebih dan masih bisa diputar atau digunakan usaha di unit lain, maka bisa dikoordinasikan untuk dimanfaatkan kelebihan kas tersebut di unit usaha lain. Dengan begitu fungsi koordinasi berdasarkan anggaran bisa dimanfaatkan.




Di atas merupakan jawaban apa yang dilakukan oleh Badan usaha Milik Desa setelah mendapatkan dana penyertaan modal dari Desa. Yaitu menyusun anggaran sebagai pedoman, pengawasan, koordinasi dan perencanaan bumdes mau dibiayai seperti apa dan mendapatkan hasil seperti apa. ( supriadi / biizaa ).

Selanjutnya kita akan share contoh / template anggaran badan usaha milik desa dan apa saja yang perlu dibiayai.

 

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

BIIZAA ASIA
%d blogger menyukai ini: