Segera Pahami Tips BUMDes Pasti Untung daripada Buntung..

Banyaknya bumdes yang stagnant karena tidak berani mengambil resiko dalam berusaha. Dan anggapan masyarakat BUMDes itu adalah Badan Usaha Milik Desa yang hanya dimiliki dan menguntungkan Desa, bukan masyarakat secara luas di desa.

Paradigma di atas harus di rubah bahwa BUMDes bukanlah usaha milik desa yang hanya untuk desa dan untuk keuntungan elit desa. Tetapi benar benar memberikan manfaat pada masyarakat. Lalu bagaimana membuat BUMDes yang pro masyarakat?… Yaitu BUMDes yang bertujuan untuk mengatasi masalah, memenuhi kebutuhan dan memenuhi harapan masyarakat terutama di bidang ekonomi. Dan dalam hal ini BUMDes bukan sekedar menjadi Badan Usaha yang berdiri sendiri, melainkan BUMDes sebagai badan ekonomi kolektif dalam masyarakat. Artinya BUMDes menjadi holding dari beberapa usaha di masyarakat, untuk sinergi dan saling melengkapi.



Kunci BUMDes Sukses adalah sinergi.

Kunci BUMDes sukses adalah sinergi, yaitu sinergi dengan masyarakat, baik pokmas maupun usaha kecil menengah di masyarakat. Mengapa harus sinergi, karena usaha kecil dan usaha tingkat desa ( BUMDes ) mengalami keterbatasan. Ada yang keterbatasan pemasaran, ada yang keterbasan produk ada yang keterbatasan modal dan ada pula yang keterbatasan sumber daya manusia. Karena usaha kecil dan BUMDes dimulai dan dikembangkan bukan dengan modal yang besar yang mampu belanja sumberaya manusia profesional. Begitu juga Usaha Mikro dan Menengah di Desa. Oleh sebab itu sinergi dengan membentuk usaha kolektif dalam desa yang terdiri dari BUMDes sebagai leader dan usaha mikro menengah sebagai anggota yang saling melengkapi akan menjadikan BUMDes sebagai penggerak ekonomi dalam masyarakat.

Lalu bagaimana membangun BUMDes anti rugi?..

Perlu kita ingat bahwa usaha di era milenial bukan dimulai dari produk yang akhirnya sulit menjual tetapi dimulai dari kebutuhan konsumen dengan cara menganalisa kebutuhan, masalah dan harapan konsumen, dan usaha memenuhinya.



Lalu bagaimana BUMDes bisa memenuhi kebutuhan, menyelesaikan masalah dan memenuhi harapan konsumen yang berubah begitu cepat baik di desa maupun di luar desa?.. Maka BUMDes harus mempunyai database tentang potensi desa, baik Usaha Mikro, Usaha Menengah, sumberdaya manusia yang memiliki jasa di desa. Sebagai contoh: BUMDes memiliki data usaha sayuran, usaha garam dan jasa masak / catering. Maka jika ada kebutuhan konsumen dalam bentuk makanan untuk dibuat hajatan atau rapat, maka BUMDes dapat menghubungi potensi potensi tersebut untuk menyiapkan produknya untuk dijadikan produk BUMDes. Maka BUMDes tidak memerlukan modal yang tinggi, cukup hanya mengelola potensi desa dan menganalisa kebutuhan konsumen lalu dipenuhi dengan potensi masyarakat desa. Potensi desa itu bisa dikelola dengan VRP ( Village Resource Planning ).

Dari hal tersebut di atas maka BUMDes memiliki kelebihan:

  1. Tidak membutuhkan modal banyak, hanya memiliki data dan informasi potensi desa juga data dan potensi konsumen.
  2. BUMDes bisa zero stock atau stok nol, tetapi stok ada di masyarakat yang memiliki usaha sendiri, dengan demikian BUMDes tidak perlu investasi yang besar untuk ditahan dalam bentuk stock.
  3. BUMDes mampu bersinergi dan menggerakan ekonomi masyarakat.
  4. BUMDes memiliki database konsumen baik konsumen langsung ( retail ), konsumen industri dan konsumen pemerintahan, sebagai contoh: Dinas yang membutuhkan snack waktu rapat dan lain lain, bisa ditangkap oleh BUMDes.
  5. BUMDes tidak memiliki resiko tinggi kerugian, kebangkrutan dan kepailitan.



Sebagai ilustrasi BUMDes tanpa modal dan tanpa rugi adalah dengan menganalisa potensi masyarakat, sebagai contoh ada masyarakat yang petani jamur, petani kacang, pengrajin gula merah dan lain lain. Maka BUMDes dapat membuat produk makanan SATE JAMUR. Cukup membuat 1 kali sate jamur di foto dan disebarkan melalui sosial media, dan ketika ada yang membutuhkan sate jamur. Maka BUMDes dapat menghubungi petani jamur dan pembuat sambel kacang atau sambel sate dan mengolah jadi sate jamur untuk dikirim ke konsumen.

BUMDes tidak perlu bertani jamur, bertanam kacang dan lain lain, tetapi cukup mengelola data dan informasi potensi desa dan cukup memasarkan melalui sosial media berupa foto dan gambaran produk. Disini kita sampaikan adalah ilustrasi, dan di desa begitu banyak potensi yang bisa dijual asalkan memiliki sistem atau busines model BUMDes yang baik. @supriadiasia.

BUMDES TRAINING

 

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

BIIZAA ASIA
%d blogger menyukai ini: