Salah Bentuk / Struktur Organisasi BUMDes Akan Rugi

Bentuk dan struktur organisasi akan mempengaruhi tujuan dari sebuah organisasi. Karena dengan organisasi akan jelas gambaran kerja ( job description ), tugas pokok dan fungsi dari setiap organ organisasi. Oleh sebab itu kesuksesan Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ) sangat dipengaruhi oleh bentuk dan struktur organisasinya.

Sebelum kita melangkah lebih jauh membahas bagaimana organiasi ideal dari sebuah Badan Usaha Milik Desa, maka perlu kita pahami dasar dasar dari sebuah organisasi di Indonesia. Kelompok masyarakat atau organisasi di Indonesia terbagi menjadi dua jenis, yaitu gemeinschaft dan gesselschaft. Gemeinschaft dalam bahasa Indonesia disebut dengan peguyupan dan gesselscaft disebut dengan patembayan.

Ada perbedaan mendasar antara paguyupan ( gemeinshaft ) dan patembayan ( gesselschaft ). Dalam hal ini yang paling utama adalah bahwa paguyupan bukan untuk kepentingan laba ( profit / ekonomi ), namun gesselschaft untuk kepentingan laba ( profit / ekonomi ). Sehingga dapat disimpulkan bahwa paguyupan adalah organisasi nirlaba dan patembayan adalah organisasi laba.

Lalu dimana posisi Badan Usaha Milik Desa?..

Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan namanya merupakan badan usaha sehingga masuk kategori organisasi laba atau patembayan. Dengan demikian, baik dalam bentuk maupun struktur dari Badan Usaha Milik Desa adalah bentuk Badan Usaha / Organisasi Laba / Patembayan.

Contoh dari organisasi paguyupan adalah paguyupan Warga Indonesia, Organisasi Masyarakat untuk Sosial, Organisasi Masyarakat untuk Agama dan lain lain, yang tentunya berbeda dengan organisasi Usaha. Contoh dari Organisasi laba / patembayan adalah CV, Firma, PT, Koperasi dan lain lain, salah satunya adalah Badan Usaha Milik Desa.

Perlu kita pahami, bahwa biasanya organisasi nirlaba / paguyupan atau sosial memiliki struktur organisasi yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan seksi seksi yang membidangi kegiatan tertentu. Sedang organisasi laba / usaha terdiri dari Direktur, Manajer Keuangan, Manajer Operasi / Produksi, Manajer Pemasaran dan Manajer Sumber Daya Manusia. Di sini jelas beda peran dan fungsi antara Ketua dan Direktur, atau Sektretaris, Bendahara, Seksi dengan Para Manager. Di dalam organisasi nirlaba tidak ada manajer pemasaran, karena memang tidak ada produk yang dipasarkan yang bertujuan untuk mendapatkan laba. Sedang di organisasi laba, ada manajer pemasaran yang bertujuan untuk mencari pendapatan dan laba.

Dari hal tersebut di atas, maka apabila Badan Usaha Milik Desa menggunakan bentuk organisasi sosial / nirlaba maka kurang tepat dan tidak akan pernah laba. Karena Ketua, Sekretaris dan Bendahara tidak akan pernah punya pekerjaan dan target untuk meraih pendapatan atau laba. Berbeda dengan organisasi laba.

Namun dalam praktek, masih banyak Badan Usaha Milik Desa yang masih menggunakan bentuk dan struktur organisasi nirlaba, seperti Ketua, Bendahara, dan Sekretaris. Untuk itu dapat dicarikan solusi untuk membuat sebuah unit usaha dengan menggunakan bentuk dan struktur organisasi laba lengkap dengan Direktur, Manajer Keuangan, Manajer Produksi / Operasi, Manajer Pemasaran dan Manajer Sumberdaya Manusia. @supriadiasia.

========================================================================

Jika artikel ini dirasa bermanfaat bagi desa, bangsa dan negara, mohon untuk dibagikan seluas luasnya ………

========================================================================

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BIIZAA ASIA
%d blogger menyukai ini: