Rural Economic System Sebagai Solusi Kemiskinan Di Desa.

Kemiskinan merupakan salah satu masalah yang butuh diselesaikan secara makro melalui kebijakan publik yang pro dengan kemiskinan. Untuk itu dibutuhkan sebuah system untuk menyelesaikan kemiskinan di desa melalui sebuah system ekonomi desa yang tepat, lincah dan sesuai dengan perubahan.




Memahami Penyebab Kemiskinan Di Desa.

Ada perbedaan penyebab kemiskinan di desa dan di kota, apabila di kota kemiskinan seseorang disebabkan karena daya saing dalam memperoleh ekonomi, sehingga yang kalah daya saing akan tersisih dan hidup dalam kemiskinan, biasanya terpinggirkan. Berbeda dengan kemiskinan di desa, dimana kurang ada persaingan, tetapi disebabkan lemahnya akses bidang ekonomi, diantaranya akses pasar, akses keuangan permodalan, akses sumberdaya dan akses akses ekonomi lainnya.

Mengapa kemiskinan desa terjadi ?

Sebagaimana dalam paragraf sebelumnya, kemiskinan di desa terjadi karena lemahnya akses, sebagai berikut :




  1. Lemahnya akses pasar, sehingga produk produk di desa, kurang bisa diserap pasar, sehingga produktivitas rendah dikarenakan memang tidak ada peluang pasar untuk mengeksplorasi potensi ekonomi di desa.
  2. Lemahnya akses modal, di desa yang belum terjangkau lembaga keuangan, akan kesulitan untuk mengakses modal, sehingga apabila ada potensi desa, kurang bisa dibiayai untuk menjadi sebuah produk yang bisa diserap pasar.
  3. Lemahnya akses informasi dan komunikasi. Informasi dan komunikasi sangat penting dalam pengembangan ekonomi di desa, karena informsi dan komunikasi sangat menentukan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Dengan lemahnya masyarakat dalam mengakses informasi dan komunikasi, maka lemah pula perekonomian hingga menjadikan kemiskinan.
  4. Lemahnya akses sumberdaya, sumberdaya merupakan lini belakang untuk menciptakan sebuah sistem ekonomi desa yang mengentaskan kemiskinan, sedangkan di desa masih kurang sumberdaya untuk memenuhi produktivitas masyarakat, sumberdaya tersebut diantaranya sumberdaya manusia, sebagai contoh kurangnya akuntan dan legal, untuk mendukung usaha di masyarakat. Contoh lain adalah lemahnya untuk mencari bahan baku untuk memproduksi lebih bernilai potensi dimasyarakat, seperti bahan kemasan, bahan produksi dan lain lain.




Ke empat hal tersebut di atas, merupakan alasan mengapa desa lebih mengalami kemiskinan, yaitu karena kurangnya atau lemahnya akses ekonomi dalam bentuk variable di atas.

Bagaimana solusi mengentaskan kemiskinan di desa ?

Untuk menyelesaikan kemiskinan di desa, pemerintah desa butuh memiliki sebuah system perekonomian di desa, sistem tersebut yang menghubungkan antara potensi desa dan peluang pasar, sehingga tercipta kegiatan perekonomian dan tentunya meningkatkan produktivitas masyarakat. System itu dibagi menjadi 3 bagian yang terintegrasi yaitu :




  1. RRP ( Rural Resource Planning ) atau perencanaan sumberdaya desa. Desa memiliki sumberdaya, namun apabila tidak diberikan penambahan nilai ( menjadi manfaat ) maka tidak akan meningkatkan perekonomian, modal tetap menjadi modal, sumberdaya alam tetap menjadi sumberdaya alam. Maka dibutuhkan sebuah sistem untuk menjadikan nilai / manfaat atau produk. Dan untuk mengolah itu dibutuhkan system RRP ( Rural Resource Planning ), merupakan sebuah system yang mengumpulkan dan mengolah data informasi potensi desa, baik potensi modal, potensi sumberdaya alam, potensi sumberdaya manusia dan potensi potensi pendukung lainnya. Sehingga dengan mengetahui potensi desa, akan mudah untuk memenuhi peluang pasar. Namun apabila kita tidak memiliki data dan informasi potensi atau sumberdaya, kita akan kehilaga kesempatan atau peluang pasar.
  2. REPS ( Rural Economyc Procession System ), atau sistem proses ekonomi desa. REPS ini dalam perusahaan ibarat BOM ( Bill Of Material ), sebuah system yang merakit sumberdaya untuk menjadi sebuah produk baik barang maupun jada. Dengan memiliki RRP ( Rural Resource Planning ) yang menyediakan data dan informasi sumberdaya, maka untuk meciptakan atau merakit sebuah produk akan lebih mudah dan cepat melalui REPS, karena data modal untuk membiayai, data sdm untuk mengerjakan, dan data bahan baku untuk diproduksi semua tersedia.
  3. RRM ( Rural Relationship Management ), merupaka sebuah sistem untuk mengkoleksi data dan membangun sebuah informasi peluang pasar, melayani pasar dan mengelola pasar untuk dipenuhi dengan RRP ( Rural Resource Planning ) dan di oleh melalui REPS ( Rural Economic Proccession System ). Sehingga desa memiliki data dan informasi pasar baik kebutuhan masyarakat sendiri, pasar langsung ( retail ), pasar industri dan pasar pemerintah.

salinan dari salinan dari salinan dari menata ekonomi di era pandemi (1)

Tiga sistem tersebut RRP sebagai lini belakang perekonomian desa yang menyajikan data dan informasi sumberdaya, REPS sebagai lini tengah yang mengelola sumberdaya menjadi produk baik jasa maupun barang, dan RRM sebagai lini depan untuk menghubungkan dengan peluang pasar. 3 hal tersebut untuk menciptakan sebuah sistem perekonomian desa, sebagai infrastruktur perekomian untuk menyelesaikan kemiskinan.




Contoh Program Desa Untuk Mengentaskan Kemiskinan.

Program dapat kita contohkan, apabila desa memiliki data base lulusan sekolah SLTA atau warga dalam kategori miskin, bisa kita pilah, apakah mereka ingin berusaha ( menjadi pengusaha ) atau menjadi pekerja ( karyawan ), sehingga yang mau menjadi pengusaha, kita bisa menyiapkan program kewirausahaan dengan melatih menjadi pengusaha dan tentunya pasarnya sudah disiapkan oleh RRM ( Rural Relationship Management ). Dan apabila ingin menjadi pekerja, dapat dilatih melalui tenaga terampil untuk melakukan pekerjaan, dan tentunya dengan RRM ( Rural Relationship Management ) pemerintah desa sudah memiliki database lowongan dari perusahaan perusahaan di sekitar desa.




Dengan memberikan program pengembangan kewirausahaan dengan memabngu pasar dengan system pemasaran akan memudahkan menyelesaikan pengangguran. Begitu juga program pengembangan sumberdaya manusia untuk dilatih menjadi tenaga kerja yang terampil, juga akan mengurangi pengangguran. Dengan demikian maka kemiskinan lebih teratasi, karena semua melakukan kegiatan ekonomi.

Manajemen Kinerja Pengentasan Kemiskinan.

Manajemen kinerja adalah sebuah manajemen untuk mencapai apa yang menjadi tujuan desa. Jika desa memiliki tujuan pengentasan kemiskinan, maka desa harus memiliki manajemen kinerjanya. Ada 4 hal langkah untuk menetapkan sebuah manajemen kinerja dalam kemiskinan, sebagai berikut :




  1. Mempertajam visi dan misi dalam rencana pembangunan desa terhadap isu dan problem kemiskinan, dengan mempertajam visi, misi dan tujuan akan memperkuat apa yang diupayakan.
  2. Menetapkan ukuran. Karena segala sesuatu akan bisa diselesaikan masalahnya dan bisa ditingkatkan pencapaiannya, maka butuh ukuran. Maka butuh ditetapkan berapa ukuran kemiskinan ( tidak mandiri dalam menyelesaikan kebutuhannya sendiri ) hingga mampu mandiri untuk menyelesaikan kebutuhannya sendiri. Semua terukur, serta ukuran global dalam desa, berapa orang yang sudah mampu untuk memenuhi kebutuhannya sendiri atau yang kita anggap bukan orang miskin.
  3. Menentukan Target, setelah ditentukan ukurannya, maka butuh ditentukan targetnya pula, karena dengan target akan lebih mempercepat tujuan secara efektif, efisien dan ekonomis, serta tidak akan banyak waktu yang terbuang.
  4. Menentukan Inisiasi. Inisiasi adalah upaya atau langkah langkah nyata apa yang kita lakukan untuk melaksanakan program untuk mencapai tujuan. Sehingga selain tajam tujuannya, tepat ukurannya, jelas targetnya tahu apa yang dilakukannya.




Dengan menetapkan tujuan, ukuran, target dan pencapaian akan lebih jelas arah pembangunan dalam pengentasan kemiskinan di desa. ( supriadi asia ).


Bagikan manfaatnya..

Updated: 29/09/2021 — 07:51
BIIZAA ASIA © 2021 Biizaa Asia

Education Template