Penting Membedakan Jenis Akuntansi BUMDes Sesuai dengan Jenis Usaha BUMDes

Untuk membuat laporan keuangan bumdes , tentu kita harus tahu jenis akuntansi bumdes yang sesuai dengan jenis usaha BUMDes, karena apabila tidak sesuai maka kita akan kesulitan membuat laporan keuangan dan juga akan kesulitan memperoleh informasi informasi akuntansi bumdes yang dibutuhkan, baik oleh manajemen, oleh pemegang saham atau desa maupun oleh lembaga tertinggi yaitu BPD jika desa dan BKAD jika BUMDes Bersama.

Untuk itu maka pembaca perlu mengenal terlebih dahulu jenis jenis akuntansi secara garis besar. Jenis akuntansi bumdes  secara garis besar terdiri dari:




  1. Akuntansi Dagang, yaitu jenis akuntansi yang digunakan oleh perusahaan dagang, dimana perusahaan itu membeli produk yang sudah jadi dan menjualnya lagi, tanpa melakukan perubahan atau penambahan nilai. Pendapatan perussahaan dagang ini adalah mendapatkan keuangan dari kenaikan harga yang dijualnya. Dan dalam perusahaan dagang ada persediaan yang harus dicantumkan dalam akun atau informasi akuntansi, begitu juga dengan HPP ( Harga Pokok Penjualan ).
  2. Akuntansi Manufaktur, yaitu jenis akuntansi yang dipergunakan oleh perusahaan yang mempunyai kegiatan mengolah barang mentah menjadi barang jadi, sehingga ada persediaan bahan baku dan lain lain. Perusahaan ini menggunakan jenis akuntansi manufaktur, dalam perusahaan ini di dalamnya selain ada persediaan sebagaimana perusahaan dagang, tetapi ada akuntansi biaya juga.
  3. Akuntansi Jasa, yaitu sebuah akuntansi yang digunakan oleh perusahaan yang mendapatkan pendapatan dari jasa, dengan demikian tidak ada harga pokok penjuaan, tidak ada persediaan atau hal hal khsusus seperti akuntansi dagang dan manufaktur.

Setelah kita mengenal jenis akuntansi bumdes secara garis besar, maka kita perlu memahami jenis jenis usaha dalam Badan Usaha Milik Desa, yang terdiri dari:

  1. Serving, atau jenis usaha jasa. Merupakan jenis layanan jasa untuk melayani masyarakat desa, sebagai contoh adalah PPOB atau Pembayaran Online, kursus dan lain lain.
  2. Renting, yaitu jenis usaha sewa menyewa barang kepada masyarakat.
  3. Brokering, yaitu jenis usaha BUMDes sebagai broker atau pemasaran dari produk produk usaha di desa.
  4. Trading, perdagangan yaitu jenis usaha membeli produk dan menjualnya lagi kepada pihak lain.
  5. Keuangan, yaitu jenis usaha BUMDes dalam bidang keuangan mikro, atau memberikan jasa keuangan kepada masyarakat melaui BUMDes.
  6. Holding, merupakan jenis usaha induk dari berbagai usaha di desa, dengan merangkai nilai potensi desa dan disatukan dalam sebuah produk dan perdagangan.




Dari ke enam jenis usaha BUMDes tersebut memiliki ciri yang sesuai dengan jenis akuntansi. Berikut adalah tabel kesesuaian jenis akuntansi bumdes dan jenis usaha Badan Usaha Milik Desa.

JENIS USAHAJENIS AKUNTANSI
Serving ( Pelayanan )Jenis Akuntansi Jasa
RentingJenis Akuntansi Jasa
BrokeringJenis Akuntansi Dagang / Jasa ( Tergantung Alur Transaksi )
TradingJenis Akuntansi Dagang
KeuanganJenis Akuntansi Jasa
HoldingJenis Akuntansi Jasa / Dagang / Manufaktur ( Tergantung Alur Transaksi ).

Di atas merupakan gambaran jenis usaha apa dan menggunakan jenis akuntansi jasa apa yang digunakan oleh Badan Usaha Milik Desa digunakan. Jenis akuntansi ini mempengaruhi berbagai hal, selain keuangan juga perpajakan dan juga informasi yang dihasilkan untuk dilaporka kepada pembina, pengawas atau sebagai acuan dalam mengambil keputusan pengguna.  @supriadiasia.




 

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

BIIZAA ASIA
%d blogger menyukai ini: