Placeholder By Nelio Content

PENTING, BUMDes sebagai social enterprise KADES harus tahu…

Mengapa BUMDes tidak berkembang sebagaimana apa yang diamanatkan undang undang?… Karena masih banyak yang belum memahami tujuan BUMDes sebagai social enterprise, sehingga masyarakat desa khususya Kepala Desa dan Penyelenggara Pemerintahan Desa perlu memahami Social Enterprise.

Sebelum memahami social enterprise, kita perlu memahami social enterpreneur, atau biasa disebut dengan wirausaha sosial. Wira usaha sosial adalah wira usaha yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan permasalahan sosial, diantaranya ekonomi, pengangguran, kemiskinan dan lain lain. Dengan pendekatan social entrepreneur maka permasalahan permasalahan sosial dapat di selesaikan. Karena yang berkembang selama ini di era kapitalis atau era industri / keuangan adalah adalah era persaingan bisnis, dimana yang mampu membukukan laba itulah yang yang dianggap perusahaan yang baik. Dan akhirnya terjadi ketimpangan sosial, permasalahan sosial yang mengakibatkan justru kekacauan antara perusahaan dan masyarkat juga pemerintah.

Lalu berkembang adanya CSR dari corporate atau enterprise, yang dalam undang undang perseoran terbatas diwajibkan perusahaan unutk menyisihkan labanya untuk social responbility, atau tanggungjawab social.

Dan era industri dan keuangan yang penuh persaingan tersebut, menyerat BUMDes juga untuk berpacu meningkatkan laba, dan yang dianggap bagus adalah yang labanya tinggi. Dan ini perlu diluruskan agar BUMDes memang benar benar sebagai alat atau media untuk menyelesaikan permasalahan sosial melalui pendekatan usaha / bisnis dan korporasi.

Untuk itu seorang Kepala Desa yang peka akan permasalahan di masyarakat, diantaranya pengangguran, kemiskinan, pemenuhan kebutuhan masyarakat perlu memahami dan menggunakan fasilitas BUMDes untuk menyelesaikan permasalahan permasalahan tersebut.

Kenapa BUMDes?…

Ada beberapa pendekatan dalam penyelesaian keuangan negara atau perekonomian negara, diantaranya adalah menggunaka mekanisme korporasi, mulai dari BUMN, BUMD, sampai BUMDes. Dengan korporasi yang cenderung dalam ranah usaha dan tunduk pada hukum perdata, bukan hukum administrasi negara. Akan mudah bergerak untuk mendapatkan laba, menyelesaikan masalah sosial karena usaha lebih fleksible menerima pendapatan daripada pemerintah melalui pajak, restribusi dan penerimaan penerimaan lain.

Dengan mekanisme korporasi ( BUMDes ) lebih mudah menambah PAD dan selanjutnya digunakan untuk kepentingan sosial. Tanpa harus membunuh usaha ( UKMKM ) lokal. Karena sebagai social enterprise, bukan untuk membunuh usaha yang ada, tapi justru meningkatkan usaha yang ada.

Dengan demikian, manajemen BUMDes dengan manajemen korporasi biasa, tentu beda. Dalam membuat Business Plan atau perencanaan bisnis juga beda. Jika kita biasa menggunakan metode atau cara BMC ( Business Model Canvas ) seperti bisnis lainnya, untuk BUMDes tentu beda, karena fungsi sosial harus terpenuhi.

Kesimpulannya, Kepala Desa yang mampu membangun BUMDes dengan baik, sama halnya mampu membangun ekonomi sosial dan menyelesaikan masalah masalah sosial dengan baik melalui mekanisme usaha / [email protected]

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BIIZAA ASIA