Pengertian Harta Dalam Akuntansi Badan Usaha Milik Desa

Salah satu hal untuk membuat laporan Badan Usaha Milik Desa adalah memahami laporan Harta Badan Usaha Milik Desa dalam Akuntansi Badan Usaha Milik Desa. Karena harta tersebut akan disampaikan diperoleh darimana dan digunakan untuk apa sehingga menghasilkan apa dalam Badan Usaha Milik Desa.

Dalam Akuntanasi Badan Usaha Milik Desa dikenal harta, dan harta tersebut terdiri dari:

  1. Harta Lancar, adalah harta yang mudah dicairkan ( liquid ) sehingga mudah untuk dimanfaatkan untuk operasional Badan Usaha Milik Desa.
  2. Harta Tetap, adalah harta yang tidak mudah atau membutuhkan waktu yang lama sehingga tidak mudah untuk dimanfaatkan atau untuk operasional Badan Usaha Milik Desa.
  3. Harta Tidak Berwujud ( Intangible Asset ), merupakan harta yang tidak berwujud yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Desa.

Dalam mendesain akun atau perkiraan Akuntansi Badan Usaha Milik Desa perlu dipahami apa saja yang menjadi kelompok Harta Lancar atau disebut dengan aktiva lancar sebagai berikut:

  1. Kas, adalah uang tunai atau mata uang rupiah yang bisa digunakan untuk operasional Badan Usaha Milik desa sewaktu waktu atau dalam waktu dekat.
  2. Piutang Dagang, adalah piutang dari hasil perdagangan yang mudah adan segera bisa digunakan untuk biaya operasional Badan Usaha Milik Desa
  3. Penghasilan Yang Akan Diterima, adalah penghasilan yang akan dan segera diterima, sehingga mudah digunakan untuk pembiayaan operasional Badan Usaha Milik Desa.
  4. Biaya Yang Dibayar Di Muka, adalah biaya yang dikeluarkan oleh Badan Usaha Milik Desa, sehingga dengan membayar tersebut akan memudahkan Badan Usaha Milik Desa mendapatkan barang yang dibelinya.
  5. Persediaan, adalah semua barang atau produk yang siap segera untuk dijual dan menjadi uang tunai yang dengan mudah bisa digunakan untuk operasional Badan Usaha Milik Desa.
  6. Perlengkapan, adaah semua barang yang digunakan untuk mendukung operasional Badan Usaha Milik Desa dan siap digunakan sewaktu waktu, sebagai contoh adalah ATK ( Alat Tulis Kantor ).

Selanjutnya kita pahami harta tetap, atau aktiva tetap. harta tetap adalah harta yang digunakan oleh Badan Usaha milik desa yang tidak mudah dicairkan atau ditunaikan kembali, dan apabila merupakan peralatan operasional memiliki waktu ekonomi atau usia ekonomi panjang, biasanya 4-5 tahun. Contoh dari harta tetap adalah tanah dan bangunan.

Harta lancar dan harta tetap penting untuk diketahui dalam akuntansi, karena menentukan kelancaran opersional Badan Usaha Milik Desa. Terutama untuk menjaga operasional Badan Usaha Milik Desa, maka harta lancar harus dijaga, minimal mampu untuk menyelesaikan atau membiayai operasionalnya sehari hari atau setahun.

Selanjutnya kita akan membahas harta yang tidak berwujud atau disebut dengan intangible aset, harga ini memiliki harga atau nilai sehingga perlu dicatat dalam sebuah pembukuan atau akuntansi. Contoh harta tidak berwujud adalah kepemilikan atas hak, seperti hak merk, hak cipta dan lain lain yang mampu menghasilkan nilai ekonomi.

Dalam akuntansi BUMDes Harta atau aktiva dibuatkan akun tersendiri, begitu juga dengan sub sub nya. Dengan membuat akun atau perkiraan tersebut, maka nanti akan bisa kita lihat transaksi dan pertumbuhan setiap akun dalam laporan keuangan ( neraca ) atau dalam Buku Besar sesuai dengan Akun / Perkiraanya @supriadiasia.

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan