Neraca Laporan Keuangan BUMDes Untuk Mengetahui Uang Darimana Digunakan Untuk Apa.

Oleh karena badan usaha milik desa ( bumdes ) merupakan badan usaha yang modalnya berasal dari pembiayaan desa untuk mencapai kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Mak perlu untuk mengetahui posisi keuangan BUMDes, agar mudah disampaikan kepada desa maupun masyarakat.

Lalu bagaimana menyampaikan kondisi keuangan BUMDes kepada masyarakat yang benar?..




Untuk menyampaikan informasi kondisi keuangan BUMDes kepada masyarakat melalui BPD ( Badan Permusyawaratan Desa ) atau Pemerintah Desa, maka perlu memiliki neraca laporan keuangan BUMDes. Sehingga dengan neraca tersebut dapat diketahui posisi keuangan BUMDes dana diperoleh darimana digunakan apa saja dan menghasilkan apa serta kekayaan terakhir berapa.

Dengan begitu butuh ketrampilan baik untuk organ bumdes yang terdiri dari pembina, pengurus, dan pengawas bumdes dalam membaca laporan keuangan BUMDes dalam bentuk neraca. Berikut kami sampaikan bagaimana teknik membaca neraca laporan keuangan bumdes yang benar.

Yang pertama kali perhatikan gambar neraca laporan keuangan bumdes di bawah ini:

Dari gambar tersebut di atas dapat kita baca secara sederhana dana diperoleh darimana digunakan untuk apa dan menghasilkan apa, sehingga kekayaan bumdes menjadi berapa?




Yang pertama adalah membaca dana diperoleh dari mana?.. Dana BUMDes diperoleh darimana dapat di lihat dari akun 3100 dan akun 3200, dimana disebutkan bahwa dana bumdes diperoleh dari Modal Desa atau Pembiayaan dari Desa sebesar Rp. 100.000.000 ( seratus juta rupiah ) dan dari Penyertaan Modal Masyarakat atau Modal Masyarakat sebesar Rp. 50.000.000 ( lima puluh juta rupiah ) dan dana diperoleh darimana tersebut merupakan KEWAJIBAN yang harus dikembalikan apabila dibutuhkan atau apabila BUMDes dibubarkan. Sehingga dengan membaca neraca dalam grup akun kewajiban yang terdiri dari modal dari desa dan masyarakat tersebut dapat dilihat dana bumdes diperoleh dari mana saja.

Yang kedua adalah membaca dana digunakan untuk apa saja?.. Dana BUMdes darimana biasa disebut dengan pasiva, dan dana digunakan untuk apa saja biasa disebut dengan aktiva ( harta ). Dari gambar tersebut bisa dilihat bahwa dana diperoleh digunakan untuk harta dan harta terdiri dari harta lancar dan harta tetap. Harta lancar adalah harta yang sewaktu waktu atau mudah untuk ditunaikan dan digunakan untuk keperluan jangka pendek ( kurang dari 1 tahun ). Dan harta tetap adalah harta yang tidak diuangkan tetapi digunakan sebagai alat dalam melakukan usaha. Harta lancar dan harta tetap tersebut merupakan keseluruhan harta bumdes.

Perhatikan harta gambar di bawah ini:

Dari gambar tersebut di atas dijelaskan dalam neraca bumdes bahwa harta terdiri dari:




Harta lancar atau disebut dengan kas bank, yang terdiri dari Kas, Tabungan dan Piutang Pinjaman Masyarakat dengan total Rp. 155.000.000 ( seratus lima puluh lima juta rupiah ). Artinya dana dari mana saja digunakan oleh BUMDes untuk harta lancar Rp. 155.000.000 ( seratus lima puluh lima juta rupiah ). Yang Rp. 60.000.000 ( enam puluh juta rupiah ) merupakan piutang pinjaman ( bumdes memiliki usaha simpan pinjam ) dan dipinjamkan Rp. 60.000.000 ( enam puluh juta rupiah ).

Harta tetap dituliskan dalam gambar laporan neraca keuangan bumdes tersebut sebesar Rp. 20.000.000 ( dua puluh juta rupiah ) artinya dana yang diperoleh juga digunakan untuk membeli harta tetap sebagai contoh adalah alat atau mesin produksi kemasan makanan. Sehingga antara harta diperoleh darimana ( pasiva ) dan dana digunakan untuk apa (aktiva ) harus seimbang atau balance. Oleh sebab itulah disebut neraca ( keseimbangan ).

Lalu bagaimana apabila tidak balance atau tidak imbang dalam neraca laporan keuangan BUMDes?

Apabila tidak balance atau tidak imbang, yang pertama kali kita lihat adalah apakah ketidak imbangan itu karena rugi atau laba atau karena kekeliruan, maka kita perlu melihat laporan keuangan bumdes rugi laba, apabila selisih itu merupakan dari laba atau rugi bumdes, maka laporan keuangan sudah benar.

Dalam neraca selisih itu disebutkan dalam laba / rugi atau dalam perhatikan gambar di bawah ini:




Dalam gamber tersebut dijelaskan calcuated return atau perhitungan pengembalian atau laba rugi, dan dijelaskan sebesar Rp. 25.000.000 ( dua puluh juta rupiah ) dalam bentuk laba. Sehingga antara uang darimana ( pasiva / kewajiban ) digunakan untuk apa ( aktiva / harta ) dan menghasilkan apa ( rugi laba / calculated return ) sehingga menghasilkan perubahan kekayaan BUMDes atau disebut ekuitas yang semula Rp. 150.000.000 ( seratus lima puluh juta ) menjadi Rp. 175.000.000 ( seratus tujuh puluh lima juta rupiah ).

Dari uraian neraca tersebut dapat dibaca sebagai berikut:




Bahwa BUMDes memperoleh dana sebesar Rp. 150.000.000 ( seratus lima puluh juta rupiah ) yang diperoleh dari Pembiayaan Desa Rp. 100.000.000 ( seratus juta rupiah ) dan dari pembiayaan masyarakat Rp. 50.000.000 ( lima puluh juta rupiah ). Digunakan untuk harta lancar Rp. 155.000.000 ( seratus lima puluh lima rupiah ), yang terdiri dari tabungan, kas dan pinjaman masyarakat. Dan digunakan untuk harta tetap ( membeli peralatan usaha ) sebesar Rp. 20.000.000 ( dua puluh juta rupiah ). Sehingga total hart RP. 175.000.000 ( Seratus tujuh lima juta rupiah ).

Dari pasiva ( kewajiban )  sebesar Rp. 150.000.000 ( seratus lima puluh juta rupiah ) menjadi Rp. 175.000.000 ( seratus tujuh puluh lima juta rupiah ), karena ditambah atau mengalami laba ( calculated teturn ) sebesar Rp. 25.000.000 ( dua puluh lima juta rupiah ). Sehingga dengan memiliki neraca laporan keauangan bumdes dapat dibaca posisi keuangan bumdes, uang diperoleh darimana, digunakan untuk apa dan menghasilkan apa serta kekayaan bumdes menjadi berapa. ( supriadi asia ).

Contoh Neraca Laporan Keuangan BUMDes dapat di download di bawah ini:

  1. Laporan Keuangan BUMDes dalam bentuk neraca
  2. Neraca Saldo BUMDes Sedulang




Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Teknik Mengetahui Keuangan BUMDes Bangkrut Atau Tidak Dari Laporan Keuangannya.

Sen Jun 15 , 2020
Bahasa keuangan bumdes adalah akuntansi, sebuah alat untuk mengkomunikasikan posisi keuangan mulai dari mencatat hingga menyajikan laporan keuangan. Laporan keuangan secara sederhana dapat disajikan minimal neraca yang menggambarkan uang diperoleh darimana digunakan untuk apa menghasilkan apa dan kondisi kekayaan menjadi berapa dalam periode tertentu. Yang kedua adalah laporan laba rugi […]
BIIZAA