Mengenal Recurring Revenue Stream Untuk BUMDes dan UMKM.

Sebagaimana telah kami sampaikan dalam BUMDes Model Canvas tentang cara memvisualisasikan rencana dan evaluasi Badan usaha Milik Desa, ada bagian yang disebut dengan Revenue Stream. Dan di dalam revenue stream tersebut ada revenue model dalam bentuk Recuring Revenue Stream.

Untuk lebih memahami, akan kami jelaskan lebih dahulu tentang revenue stream. Revenue Stream adalah sumber pendapatan. Dalam merencanakan sebuah usaha kecil, mikro, menengah dan bumdes kita harus mengetahui sumber sumber pendapatannya. Sehingga nanti diketahui darimana pendapatan usaha diperoleh. Sebagai contoh adalah usaha pariwisata, maka dalam usaha pariwisata dapat diketahui sumber sumber pendapatan sebagai berikut:

  1. Parkir Sepeda Motor maupun Mobil.
  2. Tiket Masuk.
  3. Resto & Cafe.
  4. Food Court.
  5. Wahana wahana lain seperti kolam renang, spot selfie dan lain lain.

Dengan mengidentifikasi revenue stream, maka kita akan mudah dalam merencanakan dan membangun sumber pendapatan tersebut.

Lalu apakah yang dimaksud dengan reccuring revenue stream?

Reccuring revenue stream adalah sebuah sumber pendapatan yang dapat diprediksi atau direncanakan sebelumnya. Dan biasanya bersifat berulang ulang di masa yang akan datang. Untuk menyelematkan pendapatan sebuah UMKM atau BUMDes, maka perlu dibangun reccuring revenue stream, karena dengan revenue stream dapat dipastikan kelangsung hidup usaha, karena ada pendapatan yang dipastikan diperoleh di masa yang akan datang.

Lalu bagaimana membangun reccuring revenue stream dalam UMKM atau BUMDes?

Membangun recurring revenue stream dapat dilakukan dengan cara membangun membership atau keanggotaan atas layanan yang diberikan dengan pembayaran bulanan atau tahunan, sehingga kita dapat memprediksi pendapatan, karena kita memiliki member. Biasanya reccuring revenue stream ini untuk produk produk seperti sewa menyewa. Apabila suatu unit usaha BUMDes dalam bentuk wisata, maka wahana kolam renang dapat digunakan sebagai revenue model dalam bentuk recurring revenue dengan membuat keanggotaan Kolan Renang.

Apa peberdaan revenue stream dengan non recurring revenue stream atau konvesional?

Convensional Revenue atau Non Reveue Revenue akan tergantung pada penjualan dan strategi pemasarannya. Pendapatan diperoleh tergantung dari penjualan. Sebagai contoh penjualan tiket langsung kolam renang. Berbeda dengan recurring revenue yang secara terus menerus anggota akan membayar untuk memanfaatkan kolam renang.

Untuk itu usaha kecil, mikro dan menengah serta BUMDes perlu membangun reccuring revenue, sehingga pendapatan dapat diprediksi atau setidaknya pendapatan recurrring revenue dapat menyelamatka likuiditas ( biaya jangka pendek ) suatu usaha. ( supriadi asia ).

Apa manfaat dari recurring revenue bagi usaha mikro, kecil, menengah dan BUMDes?

  1. Memprediksi Pendapatan, dengan memiliki recurring revenue akan mampu memprediksi pendapatan kita ke depan.
  2. LTV Customer, LTV Customer adalah Life Time Value Customer adalah nilai waktu konsumen, yang artinya kita akan memiliki konsumen jangka panjang.
  3. Scalable Income, artinya dengan memiliki reccuring revenue, pendapatan dapat dengan mudah ditingkatkan.
  4. Mengurangi Stress, artinya dengan memiliki konsumen yang pasti dan akan membayar dikemudian hari secara mingguan, bulanan atau yang lain. Akan mengurangi stress dalam berbisnis.
  5. Memiliki waktu untuk berkembang, karena memiliki waktu yang luang dan tidak begitu disibukan dengan pencarian pendapatan, maka waktu dapat digunakan untuk mengambangkan usaha lebih berkembang.

Untuk menganalisa dan memberikan advice tentang revenue stream dan reccuring revenue stream usaha anda, bisa menghubungi kami:

 

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan komentar

BIIZAA ASIA