Nganjuk2

Mengenal Perencanaan Sumberdaya Desa atau VRP ( Village Resource Planning ) untuk Ekonomi Desa.

Untuk menjadikan Desa Mandiri dibutuhkan perubahan perencanaan yang lebih fokus pada aset desa. Baik aset yang ada dalam pemerintahan desa maupun dalam masyarakat. Dan untuk itu dibutuhkan apa yang disebut dengan Perencanaan Sumberdaya Desa atau VRP ( Village Resource Planning.

Lalu apa yang dimaksud dengan VRP ( Village Resource Planning )?

VRP atau Village Resource Planning adalah sebuah tools ( alat ) untuk mengumpulkan dan mengolah data aset / sumberdaya desa menjadi informasi yang bisa digunakan untuk membantu baik pemerintah desa maupun masyarakat untuk mengambil keputusan dalam rangka meningkatkan ekonomi, seimbang dengan sosial dan ekologi.




VRP ( Village Resource Plannig ) merupakan suatu tools ( alat ) berupa sistem informasi / aplikasi yang mengenalisa dan mengintegrasikan seluruh potensi atau sumber daya di desa. Baik sumber daya alam dengan bantuan geospasial desa, sumberdaya keuangan baik Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa maupun uang atau dana masyarakat, serta sumber daya manusia dengan kompetensinya. Dengan mengolah data menjadi informasi serta mengintegrasikan di tiga bidang tersebut akan memudahkan untuk mengambil keputusan ekonomi desa.

Apa manfaat VRP ( Village Resource Planning ) atau perencanaan sumber daya desa?

Village Resource Planning sangat bermanfaat bagi desa, yang semula aset desa dibiarkan saja tanpa dikelola secara publik oleh Pemerintah Desa, maka dengan adanya VRP ( Village Resource Planning ) dapat diotomatisasi dengan menggunakan teknologi, tentutnya memiliki manfaat manfaat sebagai berikut:

  1. Efektivitas Waktu, denga memiliki data dan informasi sumberdaya desa, baik sumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan sumber daya modal. Apabila ada konsumen atau permintaan sebuah produk atau solusi akan segera bisa memenuhi, karena sudah tahu data dan informasi tentang potensi atau aset desa. Sebagai contoh, ketika sebuah perusahaan membutuhkan daun salam untuk bahan sebuah produk bumbu masak. Maka atau melalui Badan Usaha Milik Desa bisa segera menangkap peluang tersebut. Karena sudah memiliki data dan infomasi penduduk yang memiliki pohon daun salam, dan memiliki data pula jasa panjat pohon. Dengan demikian peluang menjual produk ke industri bumbu masak bisa dipenuhi desa tersebut.
  2. Menghemat Biaya, dengan memiliki VRP ( Village Resource Planning ) maka apabila ada tugas dari pemerintah daerah maupun pusat yang berkaitan dengan sumberdaya desa, segera bisa dipenuhi. Karena memiliki data dan informasi.
  3. Memaksimalkan Pembangunan, dengan memiliki VRP ( Village Resource Planning ) akan memaksimalkan pembangunan karena di dukung oleh data dan informasi tentang sumber daya desa.




Untuk mempercepat desa menjadi mandiri dan fokus pada pengelolaan aset untuk menjawab kebutuhan dan masalah masyarakat maupun konsumen adalah sangat tepat menggunakan VRP ( Village Resource Planning ). ( supriadi asia / biizaa.com )

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

BIIZAA ASIA
%d blogger menyukai ini: