Mengenal Jenis Anggaran Dalam Badan Usaha Milik Desa.

Setelah Badan Usaha Milik Desa menerima transfer dari penyertaan modal dari pembiayaan dana dari desa, maka Badan Usaha Milik Desa perlu membuat anggaran baik keuangan maupun pendapatan yang berfungsi sebagai acuan dalam menjalankan Badan Usaha Milik Desa, serta sebagai bahan evaluasi, koordinasi dan pengendalian organisasi Badan Usaha Milik Desa. Anggaran Badan Usaha Milik Desa tergatung jenis usaha Badan Usaha Milik Desa itu sendiri sesuai dengan akuntansi, apakah jenis usahanya jasa, dagang atau manufaktur.

Namun dalam kesempatan ini biizaa tidak akan menyampaikan jenis anggaran secara umum dan belum membedakan jenis anggaran sesuai jenis usaha baik jasa, dagang maupun manufaktur. Ada beberapa jenis anggaran yang perlu dipahami oleh Badan Unit Usaha Milik Desa, sebagai berikut:




  1. Anggaran Penjualan, adalah anggaran yang berisi detail tentang penjualan perusahaan tersebut 1 ( satu ) tahun ke depan. Produk apa yang dijual, biaya atau beban penjualan, berapa jumlah yang harus dijual, berapa harga jual dan ditempat mana saja di jual harus diungkap secara detail dalam anggaran penjualan terutama proyeksi pendapatan dan laba dari penjualan. Anggaran penjualan ini sangat penting, karena penjualan badan usaha milik desa, merupakan ujung tombak atau pusat dari segala aktivitas badan usaha milik desa, terutama dalam perusahaan jasa dan dagang, harus mampu menjual dengan baik. Anggaran penjualan akan mempengaruhi anggaran lain, seperti anggaran sumberdaya manusia dan lain lain.
  2. Anggara Sumber Daya Manusia Langsung. Modal dan Produk adalah benda mati, yang bisa menjadikan penambahan nilai adalah sumberdaya manusia, apabila badan usaha milik desa tidak menganggarkan sumberdaya manusia, dipastikan badan usaha milik desa tidak akan jalan. Karena pengelola tidak termotivasi dan tidak bisa memenuhi kebutuhan kehidupannya dengan layak. Anggaran Sumber Daya Manusia langsung ini perlu ditentukan berapa kebutuhan sumberdaya manusia, dengan kriteria skill ( ketrampilan ), attitude ( perilaku ) dan knowledge ( pengetahuan ) seperti apa yang bisa dimungkinkan untuk menjalankan badan usaha milik desa. Lalu berapa gaji yang perlu ditetapkan dalam anggaran untuk sumber daya manusia. Ada dua jenis anggaran sumerdaya manusia, yang pertama adalah berdasarkan jam kerja ( time base ) dan berdasarkan produk yang dihasilkan atau dijual ( unit cost ). Untuk badan usaha milik desa yang masih mulai dan belum mendapatkan penghasilan untuk membiayai sumberdaya manusia, maka bisa menggunakan unit cost, atau prosentase dari hasil penjualan, laba atau produksi.
  3. Anggaran Produksi, adalah anggaran yang digunakan untuk memproduksi suatu barang atau jasa, dengan anggaran produksi akan diketahui berapa yang dikeluarkan untuk menghasilkan sebuah produksi baik jasa maupun barang. Dan anggaran produksi ini akan mempengaruhi harga jual, pendapatan dan laba.
  4. Anggaran Non Produksi, anggaran non produksi perlu dianggarkan, karena anggaran non produksi ini adalah anggaran yang dikeluarkan di luar anggaran untuk memproduksi suatu barang, artinya di luar anggaran untuk menghasilkan laba. Sebagai contoh anggaran entertaint dan lain lain.
  5. Anggaran Kas, adalah anggaran uang kas atau uang tunai yang diperuntukan untuk membiayai aktivitas perusahaan biasanya dalam jangka pendek, seperti anggaran untuk transportasi, anggaran untuk gaji, anggaran untuk telekomunikasi, listrik, energi dan lain lain. Karena kas merupakan nafas dari badan usaha milik desa, maka harus dianggarkan dengan tepat dan dijaga rasio nya agar kas tetap tersedia untuk membiayai jalannya usaha badan usaha milik desa.
  6. Anggaran Rugi Laba, Anggaran rugi laba berisi informasi atau proyeksi tentang rugi laba badan usaha milik desa dalam satu tahun ke depan atau tahun anggaran. Anggara rugi laba dapat dianalisa melalui pendapatan, biaya, beban dan operasional atau penjualan. Dengan demikin proyeksi rugi laba dapat diprediksi dengan baik dan terarah.
  7. Anggaran Neraca, adalah anggaran yang berisi informasi proyeksi atau perencanaan tentang posisi keuangan ke depan seperti apa, perubahan modalnya seperti apa, nilai perusahaan atau badan usaha milik desa seperti apa. Untuk mengetahui anggaran neraca kita perlu mengetahui anggaran kas, penjualan, biaya dan rugi laba, sehingga bisa dibuat anggaran tentang posisi keuangan atau neraca badan usaha milik desa.




Di atas merupakan jenis anggaran yang perlu dibuat badan usaha milik desa agar mampu merencanakan, menjadikan dasar melakukan kegiatan bumdes sekaligus memproyeksi atau meramalkan badan usaha milik desa mau dibawa kemana satu tahun anggaran ke depan. ( supriadi / biizaa.com ).

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan