Mengenal dan Menghitung COCA Agar Usaha ( BUMDes / UMKM ) Tidak Terluka.

Untuk mendapatkan uang maka kita harus mengeluarkan uang, itu pepatah dalam investasi. Begitu juga dengan investasi pemasaran ( biaya pemasaran ), diantaranya biaya untuk mendapatkan pelanggan atau yang disebut dengan COCA.



Coca adalah Cost of Customer Acquisition, atau biaya untuk mendapatkan pelanggan, pendapatan dan laba perusahaan. Tanpa menghitung coca bisa jadi biaya pemasaran kita tidak terukur dan sama saja kita membakar uang hanya untuk pemasaran, tetapi tidak pernah mendapatkan pelanggan, pendapatan dan laba. Untuk memahami Coca maka akan biizaa berikan contoh sebagai berikut:

Sebagai contoh penjual martabak manis unyil atau dengan harga Rp. 1000an. Untuk mendapatkan 1 konsumen maka harus mengeluarkan biaya untuk memberi sampling atau tester kepala pelanggan tersebu, agar calon konsumen mengetahui rasa, bentuk dan pelayanan martabak manis unyil.

Jika dihitung maka biaya untuk membuat satu buah martabak manis unyil adalah Rp. 500 ( lima ratus rupiah ), sedang martabak unyil tersebut dijual dengan harga Rp. 1000 ( seribu rupiah ), maka margin keuntungan satu buah martabak adalah Rp. 500 (lima ratus rupiah ). Oleh sebab itu untuk mendapatkan 1 orang konsumen kita harus membagikan 1 buah martabak kepada calon konsumen dengan biaya Rp. 500 ( lima ratus rupiah ). Itu hitungan untuk satu konsumen.

Dan untuk mendapatkan konsumen 100 maka kita perlu membagikan 100 buah martabak manis, maka kita perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp. 500 x 100 yaitu Rp. 50.000 ( lima puluh ribuah rupiah ). Dan perilaku konsumen, rata rata membeli martabak manis, minimal 10 ( sepuluh buah ) dengan harga Rp. 10.000 ( sepuluh ribu rupiah ).


Dari situ dapat kita analisa bahwa untuk mendapatkan 1 konsumen kita perlu mengeluarkan 1 buah martabak manis dengan biaya Rp. 500 tetapi kita telah mendapatkan konsumen yang membeli Rp. 10.000. Karena biaya untuk membuat satu buah martabak manis adalah Rp. 500 maka keuntungan kotor Rp. 10.000 – Rp. 5000 = Rp. 5000. Dan kita telah mengeluarkan biaya COCA Rp. 500 untuk 1 buah martabak manis. Dengan begitu maka laba bersih kita adalah Rp. 5000 – Rp. 500 = Rp. 4500 ( empat ribu lima ratus rupiah ). Melihat dari hitungan di atas, maka kita masih untung dalam mengeluarkan biaya coca. Untuk 100 pelanggan bisa dicoba dikalikan dan jangan lupa perlu dihitung juga untuk yang tidak membeli berapa persen dan di konversi dengan keseluruhan.

Cara tersebut di atas bisa kita gunakan apabila kita memiliki produk, terutama kuliner, silahkan membagikan dahulu produk anda ke target konsumen anda, dengan harapan membeli kembali dengan hitungan seperti di atas. Dan jika coca lebih rendah dari keuntungan, maka kita tidak rugi. Kita keluarkan Rp. 500 tetapi kita untung bersih Rp. 4500. Jangan lupa kalau bagi bagi tester saya dibagi ya, hubungi 085645524839 @supriadiasia.

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

BIIZAA ASIA
%d blogger menyukai ini: