Mengapa BUMDes harus Akuntansi Bukan Pembukuan Sederhana?….

BUMDes merupakan badan usaha milik desa yang membutuhkan informasi keuangan yang baik untuk manajemen ( pengelola bumdes ) untuk penasehat dan pengawas bahkan masyarakat. Oleh sebab itu mulai dari mencatat transaksi ( recording ) hingga membuat laporan keuangan ( reporting ) serta analisa keuangan harus bisa membantu manajemen dan dipertanggungjawabkan kepada pengawas, pembina dan masyarakat.

Untuk itu, maka biizaa akan menyampaikan perbedaan antara pembukuan sederhana dengan akuntansi, sehingga pengelola BUMDes mampu menyajikan laporan dan analisa keuangan serta pertanggungjawabannya dengan mudah kepada stake holder.



Lalu apa beda pembukuan sederhana dan akuntansi:

  1. Pembukuan Sederhana hanya memberikan informasi keuangan berupa debet, kredit dan saldo. Sedang akuntansi memberikan informasi lebih lengkap. Baik aset, kas, hutang, pendapatan, laba atau segala akun ( perkiraan ) yang dibutuhkan oleh pengguna.
  2. Pembukuan Sederhana tidak bisa dianalisa dengan sempurna atau lebih baik, tetapi akuntansi bisa dianalisa dengan baik, terutama tentang rasio rasio keuanganya seperti rasio likuiditas ( kemampuan membayar kewajiban ), solvabilitas ( kemampuan membayar hutang ), profitabilitas kemampuan menghasilkan laba dan lain lain. Dan perusahaan yang bisa diselesaikan masalahnya adalah perusahaan yang bisa diukur ( measurable ).
  3. Pembukuan Sederhana sulit dalam perhitungan pajaknya, tetapi akuntansi akan memudahkan laporan pajak dalam setiap transaksi maupun laba.
  4. Pembukuan Sederhana sangat lemah untuk dijadikan bahan mengambil keputusan keuangan seperti investasi atau penambahan modal BUMDes dari Desa. Tetapi akuntansi lebih bisa, karena bisa memproyeksi keuangan ke depan seperti apa, market size atau peluangnya seperti apa.
  5. Pembukan Sederhana tidak bisa digunakan untuk membandingkan kinerja dan keuangannya dengan pesaing BUMDes, tetapi Akuntansi bisa.
  6. Pembukuan Sederhana tidak bisa memberikan informasi lengkap tentang keuangan, tetapi akuntansi bisa memberikan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh stake holder dan share holder ( pemegang saham ).
  7. Pembukuan Sederhana tidak ada standartnya ( Standart Akuntansi Keuangan / SAK ) tetapi akuntansi memiliki standart, sehingga secara hukum lebih bisa dipertanggungjawabkan apa yang dilakukan dalam BUMDes.



Di atas merupakan alasan mengapa BUMDes sebaiknya menggunakan akuntansi daripada pembukuan biasa yang hanya menghinformasikan Debet, Kredit dan Saldo. Karena BUMDes yang bisa diselesaikan masalahnya adalah BUMDes yang dapat diukur, teruta diukur keuangannya. Dengan akuntansi bisa melihat pertumbuhan di setiap akun, dan bisa menganalisa. Sebagai contoh, informasi tentang biaya listrik yang bisa dianalisa setiap waktu, dan dengan mengetahui biaya listrik, maka biaya listrik bisa ditekan apabila terlalu besar.

Dengan akuntansi yang benar atau sesuai dengan standart akuntansi keuangan ( SAK ) maka pengeluaran bisa ditekan seminimal mungkin, dan pendapatan bisa dinaikan sebesar mungkin. Karena memiliki informasi keuangan yang baik yang bisa digunakan sebagai alat pemgambil keputusan Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ). @supriadiasia.

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

BIIZAA ASIA
%d blogger menyukai ini: