Menerjemahkan Visi Misi Perusahaan Menjadi Kegiatan Di Setiap Divisi Perusahaan.

Setiap perusahaan memiliki visi dan misi yang butuh diterjemahkan dalam setiap aktivitas perusahaan untuk mencapai tujuannya yaitu laba. Dan untuk menerjemahkan visi dan misi menjadi sebuah aktivitas perusahaan dibutuhkan manajemen kinerja. Sehingga manajemen kinerja dapat diartikan sebuah manajemen bagaimana mencapai tujuan dengan mempertajam visi dan misi menjadi sebuah rencana kegiatan yang bisa dilakukan oleh seluruh divisi perusahaan.




Apa saja fungsi manajemen kinerja ?

  1. Untuk menerjemahkan strategi menjadi program kerja.
  2. Untuk mengintegrasikan seluruh divisi dalam satu tujuan utama.
  3. Untuk menentukan indikator kesuksesan kesuksesan perusahaan.
  4. Alat untuk mengkomunikasikan rencana dan pencapain seluruh perusahaan.
  5. Alat untuk mengendalikan pelaksanaan perusahaan untuk mencapai tujuan.

Alat apa saja yang bisa digunakan dalam menjalankan manajemen kinerja ?

Ada beberapa alat ( tools ) yang bisa digunakan dalam manajemen kinerja diantaranya sebagai berikut :

  1. Balance Scorecard, suatu alat untuk menerjemahkan visi misi perusahaan menjadi sebuah tujuan, ukuran, target, dan inisiasi ( upaya ) yang perlu dilakukan dengan menyeimbangkan 4 ( empat ) perspektif, yaitu keuangan, pasar, sistem operasi dan pembelajaran.
  2. Lean Six Sigma, suatu alat manajemen untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi pemborosan perusahaan.
  3. Malcolm Baldrige, suatu alat manajemen kinerja untuk meningkatkan daya saing dengan menitikberatkan pada hasil dengan meningkatkan kinerja secara terus menerus pada seluruh lini perusahaan.




Dari ke tiga manajemen kinerja tersebut, biizaa akan jelaskan tentang penggunaan balance scorecard sebagai alat untuk menerjemahkan visi dan misi perusahaan menjadi sebuah kegiatan yang terintegrasi dari seluruh divisi.

Apakah Balance Scorecard ?

Balance Scorecard adalah sebuah alat manajemen kinerja untuk merencanakan dan
mengevaluasi kinerja perusahaan terhadap aspek / perspektif keuangan, konsumen, proses bisnis dan belajar serta bertumbuhkembangnya perusahaan, dengan menentukan tujuan, ukuran, target dan inisiasi.

Apa saja perspektif Balance Scorecard ?

Ada empat perspektif dalam Balance Score Card sebagai berikut :




  1. Perspektif Keuangan, yaitu sebuah perspektif tentang tujuan pencapaian yang butuh ditetapkan dalam perusahaan. Dalam hal ini bisa peningkatan laba, peningkatan pendapatan dan optimalisasi biaya.
  2. Perspektif Konsumen, yaitu apa saja yang butuh dihasilkan ( output ) untuk mencapai perspektif keuangan, dalam hal ini adalah manfaat atau janji janji apa yang bisa diberikan kepada konsumen, diantaranya adalah harga terjangkau, ketersediaan, kualitas dan lain lain.
  3. Perpesktif Proses Internal, yaitu bagaimana menghasilkan manfaat ( perspektif konsumen ) sehingga berpengaruh pada peningkatan laba. Untuk itu dibutuhkan proses atau cara menghasilkan output secara efektif dan efisien.
  4. Perspektif Aset yang bertumbuh kembang, yaitu sebuah perpektif untuk menyediakan aset baik peralatan, teknologi, sumberdaya manusia denga kompetensi apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan proses bisnis internal yang berpengaruh terhadap output ( konsumen ) dan outcome ( pendapatan dan laba ).




Ke perspektif tersebut saling terkait dan terintegrasi, namun masih bersifat normatif dan kualitatif. Untuk bisa diterjemahkan, dikomunikasikan dan dijalankan oleh seluruh lini manajemen dibutuhkan mempertajam tujuan, ukuran, target dan inisiasi yang perlu dilakukan oleh dalam setiap lini atau divisi manajemen, yang bisa dijelaskan sebagai berikut :

  1. Tujuan, merupakan sebuah tujuan yang dituangkan dalam peta strategis apa yang mau dicapai oleh perusahaan, sebagai contoh adalah peningkatan pendapatan.
  2. Ukuran, merupakan sebuah nilai atau ukuran pencapatan, sebagai contoh adalah rupiah, sehingga pencapaian pendapatan dapat diukur dengan nilai uang atau rupiah.
  3. Target, merupakan sebuah kondisi yang diharapkan dalam periode tertentu, sehingga punya arah dan ukuran sejauh mana pencapaian target dicapai oleh perusahaan.
  4. Inisiasi, merupakan sebuah upaya atau kegiatan yang butuh dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai targetnya.




Dengan mempertajam tujuan, ukuran, target dan inisiasi maka akan dapat diketahui apa saja yang perlu dilakukan, apa aja yang perlu dipakai, ukuran yang dicapai dan tujuan dengan jelas, dengan demikian apa yang menjadi normatif dan kualitatif ( tidak dapat diukur ) bisa menjadi definitif dan kuantitatif ( dapat diukur ).

Uraian tersebut di atas merupakan bagaimana cara menerjemahkan visi, misi dan nilai perusahaan menjadi sebuah tujuan dalam periode tertentu, ukuran, target dan inisiasi atau apa yang perlu dilakukan.




Jika perusahaan anda membutuhkan pengukuran dan merumuskan kinerja perusahaan dengan peta strategis dan target strategis bisa menghubungi di nomor kami di bawah ini :


Bagikan manfaatnya..

Updated: 04/01/2022 — 08:34
BIIZAA ASIA © 2021 Biizaa Asia

Education Template