Mencuri Uang Suami, dihukumkah?..

Dalam berumah tangga ada beberapa hubungan, selain hubungan suami istri, hubungan kekeluargaan dan hubungan kekerabatan juga ada hubungan hukum. Karena setiap individu yang ada dalam keluarga merupakan subyek hukum yang memiliki hak dan tanggungjawab dalam hukum. Begitu juga antara suami istri, dalam melaksanaka undang undang perkawinan dan buku nikah dituliskan hak dan kewajiban seorang suami maupun istri. Sehingga terjadi hubungan hukum karena Tuhan ( karena pernikahan di Indonesia berdasarkan KeTuhanan / Kepercayaan ) bukan kontraktual. Sebagaimana diamanatkan dalam undang undang perkawinan.


Ada satu hal yang menarik tentang aspek hukum pidana dalam keluarga, diantaranya adalah aspek hubungan dalam kebendaan. Diantaranya adalah pencurian dalam keluarga, dalam hal ini antara suami dan istri. Saya ambil contoh dan pertanyaan disini adalah, ” Apakah mencuri uang suami dapat dihukum?. “..

Untuk menjawab hal seperti ini kita akan bahas mengenai pencurian uang dalam keluarga, sebagaimana diatur dalam pasal 367 ayat (2) yang berbunyi: ” Jika dia adalah suami (istri) yang terpisah meja dan rangjang atau terpisah harta kekayaan, atau jika dia adalah keluarga sedarah atau semenda, baik dalam garis lurus maupun garis menyimpag derajat kedua, maka terhadap orang itu ahanya mungkin diadakan penuntuntan jika da pengaduan yang terkena kejahatan”.

Dari pasal tersebut diatas dapat disimpulkan, bahwa suami atau istri yang mencuri uang pasangannya bisa dipidana selama:

  1. Terpisah meja makan dan ranjang, apabila suami istri telah pisah meja makan dan ranjang, apabila terjadi pencurian maka bis dipidana, selama tidak pisah meja makan dan rangjang, maka tidak bisa diadukan sebagai tindak pidana.
  2. Terpisah harta kekayaan, terpisah harta kekayaan ini maksudnya adalah bahwa harta suami dan istri itu terpisah kepemilikannya, dan biasanya diatur dalam perjanjian pra nikah. Jadi sebelum menikah suami maupun istri bisa membuat perjanjian pra nikah tentang harta kekayaanya.




Dan tindak pidana di atas merupakan tindak pidana aduan / delik aduan ( klacht delict ), dimana bisa diperiksa dan dituntunt serta diadili selama ada pengaduan dari korban atau pihak yang mempunyai ikatan hukum. @supriadiasia.

Jika tulisan ini bermanfaat, mohon untuk disebarluaskan. Biizaa Sharing Knowledge.


Bagikan manfaatnya..

BIIZAA ASIA © 2021 Biizaa Asia

Education Template