Perencanaan Bumdes

Membangun Infrastruktur Digital Pemasaran Desa Melalui BUMDes.

Membangun infrastruktur pemasaran desa melalui BUMDes merupakan salah satu strategi membangun IKE ( Indeks Ketahanan Ekonomi ) yang menjadi salah satu IDM ( Indeks Desa Membangun ) menuju desa Mandiri. 

 

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta ekonomi digital, dimana memiliki peluang yang sangat besar juga tantangn yang sangat besar pula, maka Desa perlu mengambil langkah strategis dalam pembangunan desa melalui dana desa. Diantaranya adalah membangun perekonomian dengan basis ekonomi digital. 

Apa masalah pembangunan ekonomi desa?..

Masalah pembangunan ekonomi desa, yang sangat utama adalah masalah pemasaran. Indonesia memiliki sumberdaya alam yang melimpah, memiliki jumlah penduduk yang banyak dan bahkan memiliki konsumen domestik ( dalam negara ) yang besar. Namun yang menjadi masalah adalah system pemasaran. Sistem pemasaran yang masih dikelola oleh masing masing pelaku ekonomi khususnya UMKM. Mereka masih secara parsial ( sendiri sendiri ) melakukan pemasaran. Dan bahkan lebih tragis antar UMKM saling bersaing dan menjatuhkan. Tentu ini akan merusak perekonomian desa. Dan hal seperti ini menjadi tantangan sekaligus peluang dalam pembangunan infrastruktur pemasaran desa. Agar antara pelaku usaha di desa tidak saling bersaing dan saling membunuh, melainkan saling bersinergi dan berorientasi pasar ke luar desa.

Di sisi lain, oleh karena melimpahnya sumberdaya alam dan manusia, kebanyakan pelaku usaha salah dalam membangun usahanya. Letak salahnya adalah tidak sesuai dengan kondisi era teknologi informasi dan komunikasi. Masih menggunakan pola lama dalam membangun usaha dan ekonomi, yaitu dimulai dari produk. Karena membuat produk sangat mudah dengan melimpahnya sumberdaya alam dan manusia. Tetapi mereka tidak memiliki konsumen, sehingga usaha UMKM di desa cenderung jatuh karena dalam pemasaran. Untuk itu maka perlu dibalik pembangunan ekonominya.

Apa perubahan paradigma ekonomi desa di era teknologi informasi dan komunikasi?

Perubahan paradigma ekonomi di era teknologi informasi dan komunikasi adalah, apabila model lama dimulai dari mencipta produk, tetapi model baru dimulai dari menciptakan konsumen atau sesuai kebutuhan konsumen. Sehingga dalam membuat produk desa hal utama yang dilakukan adala dengan menganalisa dan membangun konsumen, bukan membuat produk yang akhirnya sulit menjual. Utuk itulah dibutuhkan infrastruktur pemasaran desa yang mampu menata tata kelola perdagangan di desa agar tidak saling menjatuhkan tetapi bisa mencukupi kebutuhan desa dan selebihnya mampu membangun produk dan layanan ke luar desa. 

Dimanakah letak kebutuhan, masalah, dan harapan atau target pemasaran produk desa?..

Sebagai target market dalam pemasaran produk desa, maka perlu kita bagi tiga jenis target penjualan yaitu:’

  1. Pasar akhir atau pembeli langsung, produk dipasarkan dan disalurkan kepada pembeli langsung / ecer atau retail. Sebagai contoh dijual ke pasar langsung di toko toko eceran.
  2. Pasar Industri atau Perusahaan, produk dipasarkan pada pasar industri bisa sebagai bahan baku dan lain lain. Sebagai contoh adalah penyediaan empon empon untuk industri bumbu kemasaan.
  3. Pasar Pemerintah, yaitu konsumen dari pemerintah desa atau pemerintah daerah lainnya, seperti kebutuhan dinas pertanian daerah lain akan bibit tanaman yang butuh di sediakan di desa. 

Dari ke tiga jenis pasar tersebut, pemerintah desa melalui BUMDes ( Badan Usaha Milik Desa ) membangun jaringan baik konsumen akhir, industri dan pemerintahan dengan memahami kebutuhan untuk dicukupi, masalah untuk diselesaikan, harapan untuk dipenuhi. Dengan begitu maka arah pemasaran desa lebih terarah dan produk di desa dimulai dari kebutuhan pasar tersebut bukan semaunya sendiri membuat produk lalu sulit menjual.

Siapakah pelaksana Infrastruktur Pemasaran Desa?

Oleh karena pasar retail, pasar industri dan pasar pemerintahan membutuhkan kepastian, keberlangsungan dan hubungan kerja yang terpercaya, maka BUMDes ( Badan Usaha Milik Desa ) lah yang dapat dijadikan lembaga untuk menata infratrusktur pemasaran desa. BUMDes sebagai holding atau induk dari seluruh kegiatan ekonomi desa. UMKM dijembatani pemasarannya oleh Badan Usaha Milik Desa untuk mampu menjual ke luar desa. 

Lalu bagaimanakah bentuk Inftrastruktur Pemasaran Desa?..

Bentuk infrastruktur digital pemasaran desa adalah dalam bentuk software atau aplikasi untuk mengelola konsumen, mulai dari koleksi data konsumen, menganalisa konsumen, hingga membangun hubungan dengan konsumen, serta pelayanan konsumen baik informasi, komunikasi dan transaksi dengan konsumen lebih mudah dan cepat. Dengan menjadi pusat informasi pemasaran, maka dengan mudah masyarakat desa untuk menyiapkan produk yang dibutuhkan konsumen dari potensi baik sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia di desa. Untuk itu Biizaa Solution Provider membangan sebuah aplikasi atau sistem pemasaran digital desa berbasis CRM ( Customer Relationship Management ) yang disebut dengan Village Relationship Management yang merupakan infrastruktur digital pemasaran desa.

Pentingkah Infrastruktur Pemasaran Desa?..

Mengingat persaingan ekonomi, perdagangan dan pertumbuhan penggunakan infomasi dan komunikasi, maka infrastruktur itu sangat penting untuk mendukung perekonomian desa dan mendorong produktivitas masyarakat desa, sehingga meningkatkan PDB dan IDM ( Indeks Desa Membangun ) terutama IKE ( Indeks Ketahanan Ekonomi ). ( supriadi asia / biizaa contributor ). 

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan komentar

BIIZAA ASIA