Membangun Daerah Menuju Kaya Sumberdaya Manusia

Sumberdaya alam benda mati, sumberdaya modal juga benda mati, yang mampu menghasilkan nilai adalah sumberdaya manusia. Jika dulu kita dikenal dengan Kaya Akan Sumberdaya Alam, maka dibutuhkan Kaya Sumberdaya Manusia agar kekayaan alam tidak tercuri, tetapi menjadikan penambahan nilai ( manfaat ) untuk kesejahteraan suatu negara.



Untuk memahami mengapa butuh sumberdaya manusia, butuh kita pahami dahulu tentang basis ekonomi, yaitu ekonomi berbasis sumberdaya alam, ekonomi berbasis sumberdaya manusia dan ekonomi berbasis teknologi data dan informasi.

Ekonomi Berbasis Sumber Daya Alam ( Naturalebase )

Yaitu sebuah perekonomian yang bertumpu pada kekayaan sumberdaya alam, seperti minyak dan gas, mineral dan lain lain yang dalam hal ini tentunya cenderung habis sesuai dengan sifatnya.

Ekonomi Berbasis Sumberdaya Manusia ( Knowledgebase ).

Yaitu sebuah ekonomi berbasis sumberdaya manusia dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap mentalnya untuk menciptakan produk guna meningkatkan taraf perekonomiannya.

Ekonomi Berbasis Teknologi ( Technobase )

Adalah basis ekonomi yang bertumpu pada penciptaan teknologi, data dan informasi sebagai alat untuk menciptakan nilai ( manfaat ) menuju kesejahteraannya.



Dalam hal ini kita akan mengulas bagaimana pemerintah membangun ekonomi berbasis Sumberdaya Manusia untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya.

Selanjutnya kita tekankan apa yang dimaksud dengan Knowledge-base Economy adalah perekonomian yang secara langsung didasarkan atas produksi, distribusi serta penggunaan knowledge. Salah seorang pakar manajemen, Peter F. Drucker, menyatakan bahwa informasi dan pengetahuan akan menjadi kunci utama keberhasilan ekonomi di masa depan (Drucker, Peter F. The age of Discontinuity: Guidelines to out Changing Society, 1992).

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka berkembang pula cara pandang manusia dalam berpikir dan berkreasi. Informasi dan pengetahuan menjadi pondasi bagi perekonomian modern yang mampu mempengaruhi proses kerja, perilaku tenaga kerja, dan konsumen. Bank Dunia (The World Bank) menyatakan bahwa knowledge-based economy merupakan model ekonomi yang menstimulasi kreativitas, kreasi, penyemaian, serta penerapan pengetahuan dan informasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Untuk mengukur dan memonitor perkembangan knowledge-based economy, Bank Dunia menggunakan indeks yang disebut dengan The Knowledge Economy Index (KEI), dimana terdapat empat pilar yang menjadi dasar penilaian, yaitu:

  • Kerangka institusi/organisasi serta insentif ekonomi untuk menghasilkan efisiensi dalam pemanfaatan pengetahuan dan pengembangan jiwa kewirausahaan.
  • Masyarakat yang terdidik dan terlatih, yang mampu menciptakan, berbagi dan memanfaatkan pengetahuan dengan baik.
  • Sistem infrastruktur teknologi dan inovasi yang efisien, baik bagi perusahaan, pusat penelitian, universitas, konsultan, dan organisasi lain, dalam penciptaan teknologi baru, sehingga mampu bersaing dalam lingkungan global.
  • Teknologi informasi dan komunikasi yang mampu memfasilitasi karya kreatif serta pengembangan dan cara melakukan proses informasi. (@kejarmimpi.com).



Lalu bagaimana suatu daerah menciptkan modal sumberdaya manusia dengan cepat dan sesuai dengan kebutuhan daerah.

Yang pertama adalah memiliki data dan informasi kebutuhan pasar tenaga kerja yang menjadi peluang kesempatan kerja bagi masyarakat. Dengan memiliki data dan informasi kebutuhn pasar tenaga kerja berbasis pengetahuan, maka akan digunakan dasar untuk membuat kegiatan atau program pelatihan untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja.

Yang kedua adalah memiliki data dan informasi sumberdaya manusia produktif yang dengan mudah untuk bisa ditraining dan disalurkan kepada pasar tenaga kerja.

Yang Ketiga adalah membangun sistem pembelajaran dalam bentuk LMS ( Learning Management System ) dimana setiap orang bisa akses pengetahuan ketrampilan dan alat yang dibutuhkan dalam pasar tenaga kerja. Dalam Learning Management System tersebut selain masyarakat bisa akses pengetahuan, ketrampilan dan alat. Maka bisa diciptakan peluang kepada masyarakat lain untuk menjadi guru baik secara gratis maupun berbayar dalam sebuah system LMS ( Learning Management System ).



Learning Management System tersebut berbasis Sharing Education atau pendidikan berbagi dimana siapa saja bisa menjadi murid tanpa batas usia, lulusan dan status lainnya. Di sisi lain siapapun yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan bisa berbagi baik gratis ( volunter ) maupun berbayar.

Dengan membangun sistem informasi kebutuhan pasar tenaga kerja dan membangun sistem pelatihan yang cepat dan tepat, maka akan tercipta penyerapan tenaga kerja dengan baik.

Peluang Knowledge-base Economy

Peluang ekonomi berbasis sumberdaya manusia lebih luas dan lebih mudah dijangkau melalui teknologi informasi dengan menawarkan jasa profesional secara online maupun marketplace pekerjaan yang tentunya pasarnya adalah seluruh dunia.

Bagaimana contoh sistem dan pengembangan Knowledge-base Economy berbasis LMS ( Learning Management System ) bisa menghubungi biizaa asia di nomor WA : 085645524839.

Bagikan manfaatnya..