Memanfaatkan PUREL Untuk Kemajuan Pemerintahan Desa

Hal terpenting dalam organisasi pemerintahan adalah ketrampilan membangun hubungan dengan pihak lain, baik di dalam ( prades ) maupun di luar masyarakat desa maupun pemerintah daerah. Dan kesuksesan pemerintah daerah tidak lepas dari komunikasi yang terencana, baik dan mampu membangun image desa untuk memotivasi, dan mendapatkan legitimasi atau dukungan pembangunannya.

Untuk membangun komunikasi tersebut guna mewujudkan pembangunan desa dibutuhkan PUREL ( Public Relations ) dengan baik. Dan hubungan dengan masyarakat ini yang kurang dipahami dan diterapkan dalam pemerintahan desa. Sehingga ada sekat komunikasi dan bahkan sering terjadi masalah, gesekan, kesalahpahaman serta demonstrasi bahkan perilaku anarki. Kadang semua hanya karena tidak terjalinnya komunikasi yang baik antar pemerintah desa dan masyarakatnya.



Untuk itu biizaa akan memperkenalkan PUREL ( public relation ) dalam pemerintahan desa. Public Relation merupakan salah satu fungsi manajemen dengan memanfaatkan komunikasi sebagai alat untuk membangun hubungan dengan pihak lain, baik masyarakat desa maupun pemerintah di atasnya ( kecamatan dan kabupaten ). Public relation juga merupakan bagaimana pemerintah desa merencanakan pesan / informasi, memilih media komunikasi hingga bagaimana menangani umpan balik ( feed back ) dari masyarakat baik dalam bentuk dukungan maupun penolakan.

Lalu apa saja yang berkaitan dengan public relation di pemerintahan desa, yaitu:

  1. Sumber Daya Danusia yang menunjang proses public relation, setidaknya ada salah satu di pemerintahan desa yang mampu memahami bagaimana membangun hubungan masyarakat dengan baik.
  2. Peralatan yang dibutuhkan untuk membangun public relation, seperti website desa, buletin desa atau peralatan lain.
  3. Sarana yang dibutuhkan, misal desa memiliki ruang loby dimana nyaman untuk membangun hubungan dengan pihak lain, baik masyarakat maupun dengan pihak pemerintahan kecamatan atau kabupaten.
  4. Metode public relation misalnya metode PPIP atau bagaimana masyarakat memperoleh informasi publik dengan baik dan benar.
  5. Anggaran untuk membangun public relation, untuk memberikan pelatihan sumberdaya manusia atau untuk membangun sarana dan prasaranan komunikasi.
  6. Sasaran public relatio, baik secara reguler yaitu masyarakat dan secara khusus atau insidentil seperti adanya demonstrasi dan lain lain.

Lalu apa saja kegiatan public relation dalam pemerintahan desa?..

Untuk membangun hubungan dengan masyarakat, maka hal yang dapat dilakukan untuk membangun public relation adalah sebagai berikut:



  1. Memiliki kepedulian dan kepekaan akan isu di desa atau masalah masalah hubungan dengan masyarakat, seperti tidak adanya kepercayaan masyarakat akan bagusnya rencana kerja pemerintah desa.
  2. Membuat rencana komunikasi dan program public relation dengan masyarakat, seperti membuat baleho RAPBDes, membuat Flow Cart atau alur pengurusan surat / administrasi desa dan lain-lain.
  3. Membangun tindakan komunikasi yang baik, pemerintah desa memberikan layanan prima ( excellent service ) kepada masyarakat dengan memberikan tempat loby, bahasa yang sopan dan bersahabat dan mengelola komplain dengan baik.
  4. Selalu di evaluasi dan ditingkatkan kinerjanya agar hubungan masyarakat, pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten lebih baik lagi untuk mendukung pemerintahan desa.

Lalu bagaimana proses public relation di desa?

Proses public relation di desa ada beberapa tahapan sebagai berikut:

  1. Input, merupakan informasi yang harus disampaikan kepada masyarakat, misalnya program desa atau masukan atau penolakan dari masyarakat.
  2. Proses, yaitu proses bagaimana input diolah menjadi output yang akan dikomunikasikan kepada masyarakat.
  3. Output, yaitu pesan atau rencana komunikasi yang diterima oleh masyarakat atau pihak lain.
  4. Out take, adalah feed back atau bagaimana masyarakat menerima serta bagaimana umpan balik atas pesan atau informasi yang diberikan, apakah ada perubahan perilaku masyakarat, ada kenaikan Indeks Kepuasan Masyarakat atau tidak.

Bagaiman manajemen public relation pada saat terjadi krisis / demonstrasi bahkan anarki di desa?…

Dalam pemerintahan desa kadang mengalami era era krisis komunikasi, dikarenakan adanya dugaan perbuatan melawan hukum, seperti korupsi, kecurangan dalam pemilihan umum ( pilkades ) dan lain lain. Kondisi ini adalah kondisi yang krisis yang perlu ditangani public relation secara khusus. Adapun langkah langkah public relationnya adalah sebagai berikut:



  1. Detection, adalah proses mendeteksi adanya krisis krisis komunikasi, sehingga bisa dilakukan pencegahan sebelum terjadi.
  2. Prevention and preparation, prevention merupakan langkah yang perlu diambil untuk menghindari kondisi krisis. Sedang preparation adalah perencanaan untuk menghadapi kondisi krisis, dengan menyiapkan data dan lain lain yang bisa untuk menjawab dalam kondisi krisis.
  3. Containment and recovery, merupakan tahapan perencanaan setelah terjadinya krisis dengan tujuan untuk mengembalikan keadaan harmonis secepat mungkin untuk mendukung cepatnya pembangunan desa.
  4. Learning, merupakan proses pembelajaran yang diambil dari pasca krisis, sehingga tidak terulang lagi dalam pemerintahan desa.

Hal di atas merupakan metode untuk membangun hubungan dengan masyarakat ( purel / public relation ), sehingga tercipta suasana harmonis di desa dan mampu menyelesaikan masalah komunikasi dan kepercayaan di desa guna mendukung cepatnya pembangunan di desa. @supriadiasia.

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

BIIZAA ASIA
%d blogger menyukai ini: