Memahami Kewajiban dan Wewenang Organisasi Badan Usaha Milik Desa.

Untuk menjalankan sebuah organisasi dibutuhkan organ dari organisasi tersebut sehingga memiliki kejelasan apa yang dikerjakan, kewajiban dan kewenangannya. Dalam kesempatan ini biizaa akan menyampaikan pemahaman organisasi dan organ di dalamnya serta kewajiban dan kewenangannya.

Bada Usaha Milik Desa merupakan badan usaha non badan hukum, namun bisa memiliki sebuah usaha yang berbadan hukum seperti Perseroan Terbatas, Koperasi, Keuangan Mikro, Yayasan dan lain lain guna mendukun kinerja Badan Usaha Milik Desa. Untuk unit usaha berbadan hukum ini organisasinya menyesuaikan dengan peraturan masing masing, seperti Undang Undang Perseroan Terbatas, Undang Undang Yayasan dan lain lain.



Namun untuk Badan Usaha Milik Desa yang sendiri memiliki organ sebagai berikut:

  1. Penasehat.
  2. Pengawas.
  3. Pelaksana Operasional.

Ketiga organ tersebut di atas sudah sesuai dengan Permendes No. 4 Tahun 2014 Bab III, tentang Organisasi Pengleola Badan Usaha Milik Desa.

Lalu siapakah yang menduduki ke tiga organ tersebut?

  1. Penasehat di duduki oleh ex officio dari Kepala Desa.
  2. Pengawas di duduki oleh Perwakilan Masyarakat Yang Terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Anggota.
  3. Pengurus yang dipilih oleh masyarakat dengan melalui mekanisme dan syarat yang telah ditentukan dalam peraturan perundang undangan.

Lalu apakah kewajiban dan kewenangan mereka?

Penasehat ( Permendes No. 4 Tahun 2014 Bab III, pasal 11 )

Kewajiban Penasehat adalah memberikan nasehat atas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa. Memberikan saran atau pendapat atas masalah yang dihadap oleh Badan Usaha Milik Desa. Dan melakukan pengendalian atas Badan Usaha Milik Desa.

Kewenangan Penasehat adalah Meminta penjelasan atas operasional dan masalah masalah yang dihadapi oleh Badan Usaha Milik Desa. Melindungi Badan Usaha Milik Desa dari ancaman yang menurunkan kinerja Badan Usaha Milik Desa.

Pengawas ( Permendes No. 4 Tahun 2014 Bab III, pasal 15 ).



Kewajiban Pengawas adalah menyelenggarakan rapat umum tentang kinerja Badan Usaha Milik Desa, minimal 1 ( satu ) tahun sekali.

Kewenangan Pengawasa adalah menyelenggarakan pemilihan dan pengangkatan pengurus, penetapan kebijakan pengembangan Badan Usaha Milik Desa, melaksanakan monitoring dan evaluasi atas kinerja Badan Usaha Milik Desa.

Pengelola ( Permendes No. 4 Tahun 2014 Bab III, pasal 12 )

Kewenangan dari Pengelola Badan Usaha Milik Desa adalah sebagai berikut:

  1. Melaksanakan dan mengembangkan Badan Usaha Miliki Desa agar menjadi lembaga untuk melayani atau memenuhi kebutuhan masyarakat.
  2. Menggali dan Mengolah Potensi Desa untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa.
  3. Melakukan Kerjasama dengan lembaga lembaga lain di desa maupun di luar desa.

Kewajiban dari Pengelola Badan Usaha Milik Desa adalah sebagai berikut:

  1. Membuat laporan keuangan BUMDes maupun unit unit Badan Usaha Milik Desa setiap bulan.
  2. Membuat laporan kegiatan BUMDes maupun unit unit Badan usaha Milik Desa setiap bulan.
  3. Memberikan laporan perkembangan usaha baik keuangan maupun kinerja Badan Usaha Milik Desa, minimal 2 ( dua ) kali dalam satu tahun.

Lalu apakah syarat dari Pengelola Badan Usaha Milik Desa?

  1. Masyarakat Desa yang memiliki jiwa kewirausahaan ( enterpreneur ).
  2. Berdomisili atau menetap di desa sekurang kurangnya selama 2 ( dua ) tahun.
  3. Berkepribadian baik, jujur, adil dan memiliki perhatian tinggi terhadap perekonomian desa.
  4. Pendidikan minimal SLTA atau sederajat.



Lalu apa alasan pemberhentian Pengelola Badan usaha Milik Desa?

  1. Meninggal dunia.
  2. Telah usai masa bhakti.
  3. Mengundurkan Diri.
  4. Tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik.
  5. Menjadi tersangka atau terpidana dalam kasus pidana.

Syarat di atas sesuai dengan Permendes No. 4 Tahun 2014 Bab III, pasal 14.

Di atas merupakan organ dari Organisasi Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan peraturan menteri desa No. 4 Tahun 2014. Untuk meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Desa, biizaa sarankan untuk membuat sebuah unit usaha yang berbasis organisasi bisnis, seperti Direktur, Komisaris, Manager Keuangan, Manager Operasi, Manager Pemasaran, Manajer SDM dan lain lain. Karena organisasi bisnis lebih mampu meningkatkan kinerja usaha karena job deskripsinya untuk menciptakan laba. @supriadiasia.

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

BIIZAA ASIA
%d blogger menyukai ini: