Sapi Siap Dijual

Memahami dan Contoh Laporan Keuangan BUMDes Agro Peternakan dan Perikanan | Download

Laporan keuangan BUMDes perlu memperhatikan jenis usaha BUMDes itu sendiri, dan terdiri ari 3 jenis akutansi yang perlu disesuaikan dengan usaha BUMDes, yaitu akuntansi jasa, akuntansi dagang dan akuntansi manufaktur ( pabrikasi ). Oleh sebab itu laporan keuangan BUMDes Agro dalam dalam hal ini peternakan dan perikanan dapat kita jelasakan sebagai berikut di bawah ini.

Apakah beda akuntansi jasa, dagang dan akuntansi manufaktur?




Perbedaan utama adalah dalam pembuatan akun / perkiraan atau informasi informasi yang ada dalam laporannya. Secara garis besar akuntansi manufaktur adalah akuntansi yang memberikan informasi tentang persediaan berupa bahan baku, bakan setengah jadi dan bahan jadi. Hal ini untuk menunjukan posisi keuangan ada di bahan baku, setengah jadi dan barang jadi. Sehinggga apabila ditanya uang dari modal dan hutang ditempatkan dimana?.. maka bisa menjawab sebagian digunakan untuk persediaan bahan baku, bahan setengah jadi dan bahan jadi. Itu tentang akuntansi manufaktur.

Sedang akuntansi dagang, juga ada persediaan barang dagang, tetapi tidak ada persediaan bahan baku, karena tidak memproduksi barang, melainkan membeli barang dan dijual lagi. Maka tidak ada persediaan bahan baku, bahan setengah jadi, tetapi hanya persediaan baran jadi saja. Sedang akuntansi jasa tidak ada persediaan, baik persediaan sebagaimana dalam akuntansi manufaktur maupun akuntansi dagang.

Lalu Agro dalam hal ini peternakan dan perikanan lebih tepat masuk akuntansi jasa, dagang atau manufaktur dalam membuat laporan keuanga BUMDes ?




Melihat dari transaksi atau aktivitas ekonomi, maka peternakan dan perikanan walau bisa disendirikan menjadi akuntansi peternakan maupun perikanan, maka lebih tepat masuk akuntansi manufaktur. Hal ini karena alam aktivitas usaha peternakan ada bibit contoh sapi, ada pakan, ada obat obatan dan ada sapi yang siap dijual. Dan informasi tersebut harus bisa menunjukan posisi keuangan yang menjadi bibit sapi berapa, di bahan berapa, di obat obatan berapa dan sapi yang siap dijual berapa. Begitu juga dalam membuat akuntansi agro perikanan, perlu membuat akun akun sebagai yang menunjukan posisi keuangan di setiap persediaan.

Yang pertama adalah mengetahui harga nilai  sapi yang siap dijual yaitu dengan menhitung variable produksi dalam membuat sapi siap dijual, sebagai contoh adalah bibit berapa, pakan berapa, obat berapa atau biaya lain yang dikeluarkan berapa dan totalnya adalah harga sapi yang siap dijual. Lebih jelas lihat gambar di bawah ini:

Sapi Siap Dijual
Sapi Siap Dijual

Gambar tersebut merupakan contoh sapi yang siap dijual Rp. 10.300.000 terdiri dari Bibit sapi. 10.000.000 + Pakan sapi Rp. 200.000 + Obat obatan sapi Rp 100.000, maka untuk mencatat atau menjurnal sapi yang siap dijual adalah dengan mendebit sapi siap dijual dan mengkredit bahan bahan yang dibutuhkan. Begitu juga dengan peternakan, sebagai contoh adalah gambar di bawah ini:

Ikan Siap Dijual
Ikan Siap Dijual

Melihat dari gambar di atas maka Sapi atau Ikan yang siap dijual merupakan HPP ( Harga Pokok Penjualan ) karena terdiri dari biaya biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan sebuah harga sapi atau ikan. Selanjutnya adalah cara menjurnal penjualan mohon diperhatikan gambar di bawh ini:

Jurnal Akuntansi Biizaa Penjualan Sapi
Jurnal Akuntansi Biizaa Penjualan Sapi

Dari gambar di atas dapat dilihat untuk menjurnal sebuah penjualan sapi adalah dengan memasukan HPP ( Harga Pokok Penjualan ) sebagai debit dan memasukan sapi yang siap dijual adalah kredit. Karena HPP pokok penjualan berasal dari sapi yang siap dijual, sapi yang siap dijual terdiri dari biaya biaya yang dikeluarkan bibit, pakan dan obat obatan sebagai variable produksi. Selanjutnya setelah mencatat HPP ( Harga Pokok Penjualan ), maka mencatat penjualan atau harga penjualan, dalam hal ini Rp. 12.000.000 dan pejualan Rp. 12.000.000 dimasukan kas. Maka Penjualan Sapi di debit dan kas dikredit sebagaimana gambar di atas.




Melihat dari transaksi di atas, maka nanti akan diperoleh laba sebesar Rp. 1.700.000 karena Harga jual Rp. 12.000.000 – HPP Rp. 1.300.000 = Laba Rp. 1.700.000.

Di atas merupakan proses singkat bagaimana untuk memahami akuntansi agro baik peternakan maupun perikanan. Dan untuk lebih jelas, contoh laporan neraca dan laba rugi bisa di download di bawah ini:

  1. Laporan Neraca Keuangan BUMDes Agro Peteranakan dan Perikanan
  2. Laporan Laba Rugi Keuangan BUMDes Agro Peteranakan dan Perikanan.

 

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan komentar

BIIZAA ASIA