Memahami Perbuatan Melawan Hukum

Banyak asumsi masyarakat bahwa terjadi suatu perbuatan melawan hukum, tetapi belum dirumuskan alam arti perbuatan melawan hukum sebagaimana logika hukum. Untuk itu perlu memahami apa yang dimaksud dengan perbuatan melawan hukum.



Perbuatan Melawan Hukum

Perbuatan melawan hukum diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata yang selengkapnya berbunyi:

Als onrechtmatige daad worden aangemerkt een inbreuk op een recht en een doen of nalaten in strijd met een wettelijke plicht of met hetgeen volgens ongeschreven recht in het maatschappelijk verkeer betaamt, een ander behoudens de aanwezigheid van een rechtvaardigingingsgrond.”

Yang pada intinya diterjemahkan sebagai berikut :

” Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut. “



Perbuatan Melawan Hukum Dalam Arti Sempit

Perbuatan melawan hukum dalam arti sempit adalah suatu perbuatan yang melanggar hak orang lain atau melanggar atas kewajibannya sendiri yang telah diwajibkan oleh peraturan perundang undangan.

Pebuatan Melawan Hukum Dalam Arti Luas

Perbuatan melawan hukum dalam arti luas, diperluas berdasarkan Putusan Hoge Road 1919 Nomor 110 tanggal 31 Januari 1919, yang memperluas perbuatan melawan hukum.



” Hal berbuat atau tidak berbuat itu adalah melanggar hak orang lain, atau itu adalah bertentangan dengan kewajiban hukum dari orang yang berbuat (sampai di sini adalah merupakan perumusan dari pendapat yang sempit),atau berlawanan baik dengan kesusilaan maupun melawan kepantasan yang seharusnya ada di dalam lalu lintas masyarakat terhadap diri atau benda orang lain. ( perluasan ).

Dengan demikian maka perbuatan melawan hukum dalam arti luas bukan saja perbuatan yang melanggar hak orang lain atau melanggar kewajiban pelaku itu sendiri, tetapi juga melanggar norma dalam masyarakat.

Unsur Unsur Perbuatan Melawan Hukum

Bahwa untuk dinyatakan bersalah dan dapat dihukum untuk mengganti kerugian dalam Pasal 1365 KUHPerdata, penggugat wajib membuktikan setiap unsur dari unsur unsur sebagai berikut :

  1. Adanya perbuatan melawan hukum.
  2. Adanya kesalahan.
  3. Adanya kerugian.
  4. Adanya hubungan antara kesalahan dan kerugian.



Ke empat unsur di atas agar dinyatakan bersalah dan dihukum oleh pengadilan Perdata, harus terpenuhi setiap unsurnya. Berikut akan kami kupas tentang unsur unsur dari perbuatan melawan hukum.

Unsur Adanya Perbuatan Yang Melawan Hukum

Unsur Perbuatan melawan hukum adalah unsur tentang adanya perbuatan baik positif ( melakukan ) atau negatif ( membiarkan ) yang perbuatan tersebut melanggar peraturan perundang undangan.

Unsur Adanya Kesalahan

Unsur kesalahan adalah adanya niat dari pelaku ( kesengajaan ) dan juga adanya kelalaian / kecerobohan atas perbuatannya, sehingga melanggar hak orang lain, melanggar peraturan perundang undangan, kepatutan serta kepantasan dalam masyarakat.



Unsur Adanya Kerugian

Yang dimaksud dengan kerugian ada kerugian materiel yang terkait dengan kebendaan, tentu kerugian materiel ini dibuktikan dengan berkurangnya harta dari korban yang bisa dihitung dengan nilai uang. Sedang kerugian lainnya adalah kerugian tentang imateriel yang tidak terkait dengan kebendaan, sebagai contoh nama baik, kedamaian dan lain lain.

Unsur Adanya Hubungan Antara Kesalahan Dengan Kerugian

Unsur adanya hubungan antara kesalahan dan kerugian merupakan hubungan kausal, bahwa harus bisa dibuktikan bahwa kerugian tersebut diakibatkan karena perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh seseorang yang melawan hukum dan bersalah.



Hapusnya Sifat Melawan Hukum

Salah satu penghapus sifat melawan hukum dalam adalah adanya keterpaksaan ( overmacht ), sehingga terjadinya perbuatan karena terpaksa atau di luar kendali dari pelaku perbuatan melawan hukum.

Untuk menganlisa perbuatan melawan hukum, bisa menggunakan aplikasi di lawyermu.com ( biizaa.com ).

Bagikan manfaatnya..