Memahami Anatomi Kontrak Terhadap Syarat Sah Umum Perjanjian

person holding pencil near laptop computer

Kontrak adalah sebuah perjanjian tertulis yang sengaja digunakan sebagai alat bukti atas suatu perikatan. Dalam membuat kontrak butuh dipahami anatomi kontrak. Anatomi kontrak merupakan bagian bagian dari sebuah kontrak yang memiliki fungsi dan ciri tertentu dalam perancangan kontrak.



Anatomi kontrak tidak ada aturan baku, tetapi dapat memilih anatomi yang terdiri dari bagian bagian sebagai berikut :

Judul Kontrak.

Judul kontrak merupakan identitas atau nama kontrak yang ditulis secara jelas, singkat dan baku. Dan judul kontrak harus sesuai dengan isi daripada kontrak.



Pembukaan Kontrak.

Pembukaan kontrak merupakan awal dari sebuah kontrak yang menyebutkan tentang tempat dan tanggal terjadinya kontrak. Tempat penting dituliskan karena akan berpengaruh terhadap pengadilan yang berwenang untuk mengadili ketika terjadi sengketa. Dan tanggal berkaitan terhadap kapan kontrak disepakati dan dilaksanakan yang berdampak pada hak dan kewajiban.

Komparasi Kontrak.

Komparasi adalah penulisan para pihak dalam kontrak. Penulisan para pihak dalam kontrak terkait dengan syarat kecakapan bertindak para pihak dalam kontrak. Baik secara personal ( kedewasaan ) maupun kompetensi bertindak untuk dan atas nama sebuah badan usaha atau badan hukum. Untuk itu menuliskan tanggal lahir sangat penting guna menjelaskan usia dan kecakapan dalam bertindak. Dan menyebutkan bertindak untuk dan atas nama sebuah badan usaha atau badan hukum, guna menjelaskan kompetensinya untuk mewakili sebuah badan usaha atau badan hukum.



Recital / Premise

Recital / Premis merupakan uraian tentang maksud, tujuan, alasan atau sebab diadakannya kontrak, sehingga dengan mencantumkan alasan dapat digunakan untuk menguji syarat obyektif perjanjian sebab yang halal sebagaimana diatur dalam pasal 1320 KUHPerdata. Dengan mencantumkan recital / premise akan terhindar kontrak dari dinyatakan batal demi hukum.

Klausula Pokok

Klausula pokok adalah hal hal yang mengatur tentang obyek yang diperjanjikan serta hak dan kewajiban dari para pihak yang dianggap perlu dan penting. Obyek perjanjian dalam klausula pokok digunakan untuk menguji syarat sah perjanjian tentang obyek tertentu, sehingga terhindar dari resiko batal demi hukum atas kontrak yang dibuat. Klausula ini berisi tentang norma / aturan yang diperjanjikan,

Klausula Tambahan.

Klausula tambahan merupakan klausula untuk melengkapi klausula pokok yang berisi cara pelaksanaan kontrak, seperti cara pemberian obyek, pembayaran, pengecualian, penyelesaian sengketa dan lain lain.

Penutup.



Penutup merupakan penutupan yang menegaskan tentang sudah tidak yang diperjanjikan lagi, adan apabila ada hal hal yang belum diatur bisa diatur kemudian dengan adendum, dinyatakan rangkap dua atau lebih untuk masing masing pihak guna mengontrol pelaksanaan kontrak. ( biizaa.com ).

Bagikan manfaatnya..