Memahami Alur Pencatatan Akuntansi Dengan Mudah

Alur pencatatan merupakan bagian dari siklus akuntansi, dimana kegiatan mulai menganalisa dan menjurnal baik dalam jurnal umum maupun jurnal khusus. Dalam kesempatan ini biizaa akan menyampaikan bagaimana memahami alur pencatatan akuntansi dengan mudah. Berikut adalah langkah langkah untuk melakukan pencatatan dalam akuntansi.

Memahami Analisa Transaksi.

Analisa transaksi adalah menganalisa sebuah transaksi dan pengaruhnya terhadap rekening atau akun serta debit kreditnya. Sebagai contoh adalah ketika kita menerima pendapatan sewa, maka kita harus menganalisa akun apa yang di debit dan akun apa yang dikredit. Dari transaksi pendapatan sewa tersebut maka dapat kita analisa bahwa akun kas atau bank yang di debit dan akun pendapatan sewa yang dikredit.




Contoh :

Rekening / AkunDebitKredit
KasRp. 1.000.000
Pendapatan SewaRp. 1.000.000

Memahami Rekening

Rekening atau yang disebut dengan akun atau perkiraan adalah sebuah kode dan nama untuk mengidentifikasi sebuah transaksi dengan untuk dikelompokan sesuai dengan jenis transaksi dan berpengaruh terhadap laporan keangan. Rekening terdiri dari :




  1. Kelas Akun / Kelas Rekening, yang biasanya terdiri dari Harta, Kewajiban, Pendapatan dan Beban.
  2. Grup Akun / Grup Rekening, merupakan sebuah penjabaran dari kelas akun yaitu Harta, Kewajiban, Pendapatan dan Beban yang dijabarkan lagi sebagai contoh adalah harta menjadi harta tetap dan harta tidak tetap.
  3. Akun / Rekening, merupakan sebuah kode / nomor dan nama akun yang berfungsi untuk mengelompokan transaksi dengan nomor tertentu. Nomor akun berfungsi untuk mengurutkan susunan akun sedang nama akun untuk membedakan nama antara akun satu dengan akun lainnya. Contoh Akun Adalah Kas dengan kode 1100 dan bank 1200, sehingga setiap akun terdiri dari nomor akun dan nama akun. Setiap negara memiliki standart akun sendiri sendiri sesuai dengan prinsip akuntansi yang dianutnya yang disebut dengan COA ( Cart Of Account ) atau Bagan Akun.

Memahami Debit Kredit

Dalam akuntansi berbasis acrual setiap transaksi terdapat 2 akun yang saling berpasang pasangan, dan satu akun dalam posisi debit dan satu akun dalam posisi kredit yang harus seimbang. Untuk melakukan pencatatan akuntansi butuh dipahami hukum debit kredit dalam akuntansi. Berikut kami sampaikan tabel hukum debit kredit.

NONAMA AKUNDEBITKREDIT
01AktivaBertambahBerkurang
02HutangBerkurangBertambah
03ModalBerkurangBertambah
04PendapatanBerkurangBertambah
05BiayaBertambahBerkurang

Dari tabel di atas, maka dapat dibaca bahwa apabila harta bertambah, maka di debit, jika harta berkurang maka di kredit. Sebaliknya dengan pendapatan, apabila pendapatan berkurang maka di debit dan apabila pendapatan bertambah maka di kredit.




Logika sederhananya adalah apabila saat menerima pendapatan sewa, maka yang di debit akun yang bertambah yaitu harta dalam hal ini kas, karena uang dimasukan kas sehingga kas bertambah. Sebaliknya pendapatan berkurang, karena dari hasil pendapatan dimasukan kas.

Kesimpulan mudah dalam mencatat transaksi dalam akuntansi, adalah sebagai berikut :




  1. Menganalisa transkasi.
  2. Menentukan akun yang terkait.
  3. Menentukan debit dan kredit akun yang terkait tersebut.

Di atas adalah langkah langkah atau alur sederhana untuk melakukan pencatatan atau jurnal dalam akuntansi. ( Supriadi Asia ).


Bagikan manfaatnya..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Updated: 08/09/2021 — 18:02
BIIZAA ASIA © 2021 Biizaa Asia
Ada yang bisa kami bantu? .
Image Icon
Profile Image
Biizaa Service Perlu bantuan ? Online
Biizaa Service