Manajemen Membangun Kembali Pariwisata Yang Lumpuh

Pandemi menjadikan bisnis pariwisata lumpuh baik dalam bentuk rugi, bangkrut maupun pailit. Hal ini dibutuhkan terobosan manajemen untuk menumbuhkan kembali menjadi berjalan, layak ( feasible ), berlanjut ( sustainable ) dan berkembang ( scalable). Apa saja yang perlu dilakukan oleh manajemen pariwisata untuk menghidupka kembali usahanya. Berikut adalah langkah langkah strategis untuk menghidupkan kembali usaha pariwisata.




Melakukan Audit Manajemen Dengan Manajemen Kinerja.

Manajemen kinerja adalah sebuah manajemen untuk mencapai tujuan dengan mengetahui kondisi existing perusahaan dan menentukan tujuan serta bagaimana diukur, dinilai, dijalankan dan ditargetkan. Untuk itu butuh diaudit dari beberapa aspek manajemen yaitu :

Kondisi Keuangan

Butuh diaudit kondisi keuangan baik tentang likuiditasnya ( kemmampua untuk membiayai kehidupan jangka pendek ), solvabilitasnya ( kemampuan untuk membayar kewajiban hutang dan modal jika dikembalikan ), profitabilitas ( kemampuan untuk menghasilkan pendapatan dan laba ) dan kemampuan aset bekerja. Setelah kita mengaudit keuangan kita akan tahu kondisi keuangan usaha pariwisata apakah sehat atau tidak. Selanjutnya dibuatkan proyeksi untuk memulihkan agar mampu membiayai operasional, membayar hutang, meningkatkan kinerja aset serta menciptakan laba.




Kondisi Pasar

Pasar merupakan faktor penting dalam pemulihan pariwisata dan pariwisata yang sulit bangkit dan tumbuh kembali adalah pariwisata yang tidak memiliki database konsumen untuk ditawari lagi untuk berkunjung ke lokasi wisata. Untuk itu butuh diproyeksi berapa calon konsumen yang harus dihubungi untuk berkundung, berapa konsumen ditargetkan berwisata dan tentunya memperhatikan kepuasan konsumen.

Kondisi Proses Bisnis Wisata

Usaha wisata tidak bisa berjalan karena tidak memiliki proses bisnis yang efektif dan efisien, sehingga tidak tahu bagaimana memulai, mengoperasikan hingga berjalan menghasilkan uang. Butuh dilakukan audit proses agar mengetahui bagaimana sebuah usaha pariwisata bisa dijalankan kembali.




Audit Sumber Daya Manusia.

Melakukan audit sumberdaya manusia, baik menganalisa keorganisasian usaha baik di bidang keuangan, operasional, sumberdaya manusia dan pemasaran, sehingga memiliki fungsi dan tugas jelas, serta bagaimana sumberdaya manusia dibutuhkan dengan menganalisa perilaku, pengetahuan, ketrampilan dan alat sumberdaya manusia yang dibutuhkan.

Audit Support Manajemen.

Audit support manajemen adalah audit di luar empat sisi manajemen di atas, biasanya berupa audit hukum dan teknologi, sehingga mengetahui kondisi aspek hukum dan teknologi yang digunakan.




Menetapkan KPIs ( Key Performance Indicators ).

Setelah melakukan audit manajemen maka akan ditemukan penyakit penyakit manajemen yang prioritas untuk disembuhkan, sebagai contoh adalah likuiditas keungannya untuk menjadikan usaha wisata tersebut bisa berjalan untuk pemulihan, maka Keuangan khususnya likuiditas dijadikan sebagai prioritas atau KPIs.

Membuat Manajemen Kinerja

Setelah mengaudit manajemen dari ke empat hal dan support manajemen di atas, dan ditentukan skala prioritas yang butuh disembuhkan maka dibutuhkan langkah langkah penajaman sebagai berikut :




Menetapkan Tujuan.

Mempertajam dan menetapkan tujuan, bisa dilakukan tujuannya adalah menyehatkan kembali manajemen, selanjutnya menjadikan bertahan dan berlangsung serta menetapkan tujuan untuk dapat dikembangkan ( scalable ). Tujuan akan lebih bagus jika dilakukan secara spesifik, sebagai contoh adalah tujuan dalam bidang keuangan, pasar, proses dan sumberdaya manusianya.

Menetapkan Ukuran.

Segala sesuatu bisa dinilai, diselesaikan masalah, dan juga bisa ditingkatkan apabila terukur ( measurable ) sehingg dibutuhkan ukuran yang jelas untuk bisa diraih dan dicapai, sebagai contoh adalah ukuran keuangan dengan menetapkan rasio rasio rasio keuangan seperti likuiditas, profitabilitas dan solvabilitas. Jika dalam pemasaran butuh diukur berapa prospek, berapa dalam posisi negosiasi, dan berapa posisi yang berkunjung ( pembeli ) serta berapa yang bisa difollow up lagi untuk berkunjung kembali, semua memiliki ukuran yang jelas.




Menetapkan Target.

Segala sesuatu akan lebih powerfull apabila memilik target, maka dibutuhkan mempertajam serta menetapkan target yang akan diraih, baik target keuangan, target pemasaran, target pembangunan operasi usaha wisata dan target sumberdaya manusia dengan perilaku, pengetahuan dan ketrampilannya.

Menetapkan Rencana Kegiatan Tindak Lanjut.

Untuk mencapai tujuan dengan target dan ukuran tertentu dalam bisnis pariwisata dibutuhkan rencan kegiatan tindak lanjut, membuat rencana apa saja yang akan dilakukan mulai dari pemulihan hingga usaha wisata berjalan kembali secara sehat.




Setelah melakukan audit manajemen dan menetapkan manajemen kinerja usaha wisata, dibutuhka sebuah alat (tools) sehingga perencanaan menghidupkan kembali usaha wisata bisa diukur dan divisualisasikan dengan jelas untuk dikomunikasikan ke pihak pihak terkait, tools tersebut yang disebut dengan Tourism Performance Management yang bisa di pesan di biizaa asia untuk membantu pemulihan kembali pariwisata yang rugi dan bangkrut.


Bagikan manfaatnya..

Updated: 05/12/2021 — 12:05
BIIZAA ASIA © 2021 Biizaa Asia

Education Template