Manajemen BUMDes dalam mengatasi pinjaman macet atau tidak terbayar.

BUMDes yang bergerak di bidang keuangan mikro atau simpan pinjam, kadang mengalami pinjaman macet atau tidak terbayar karena suatu hal. Maka dibutuhkan Manajemen BUMDes dalam mengatasi pinjaman macet atau tidak terbayar.

Untuk mengatasi hal hal tersebut BUMDes perlu memiliki early warning system ( sistem pendekatan dini ) untuk mengidentifikasi pinjaman pinjaman yang bermasalah dalam berbagai tingkatan, misalnya masih telah bayar, tidak mampu bayar dan tidak bisa bayar karenda bangkrut atau peminjam meninggal dunia. Hal ini demi keberlangsungan BUMDes juga demi pertanggungjawaban BUMDes kepada masyarakat.

Bagaimana mengatasi peminjam atau debitur BUMDes yang telat bayar?..




Telat bayar merupakan indikator atau ciri ciri ada masalah keuangan pada peminjam, oleh sebab itu maka BUMDes butuh mengingatkan dan menanyakan mengapa telat bayar, sehingga BUMDes bisa memberikan nasehat atau advice keuangan kepada masyarakat peminjam Telat bayar merupakan peristiwa yang harus disikapi dengan baik dan serius demi keberlangsungan usaha BUMDes. Begitu juga apabila peminjam tidak mampu bayar maka sangat butuh dilakukan pendekatan agar tidak bermasalah keuangan BUMDes maupun peminjam.

Apa yang dilakukan apabila debitur BUMDes telat atau tidak mampu bayar?..

Apabila peminjamn ( debitur ) BUMDes telat atau tidak mampu bayar, maka bisa dilakukan pendekatan pendekatan early warnig system, diantaranya adalah dengan menjadwal hutang kembali sesuai dengan kemampuan debitur atau menghitung ulang pinjaman kembali, sebagai contoh apabila angsuran Rp. 300.000 per bulan, tetapi debitur tidak mampu, maka bisa diatur ulang menjadi Rp 150.000 per bulan dengan jatuh tempo pelunasan diperpanjang. Selain itu juga bisa dapat melakukan kerjasama dengan BUMDes dengan cara menjualkan produk bumdes, dimana keuntungan dari penjualan yang dilakukan oleh debitur tersebut bisa digunakan untuk membayar hutang. Banyak cara cara yang bisa dilakukan untuk menangani kredit macet di BUMDes.




Lalu bagaimana mempertanggunjawabkan kredit macet dan kredit tidak terbayar dalam manajemen keuangan BUMDes?

Dalam hal ini kredit macet atau tidak terbayar bisa dibagi menjadi 2 sebagai berikut:

  1. Kredit macet yang kemungkinan masih bisa dibayar oleh debitur.
  2. Kredit macet yang kemungkinan sudah tidak bisa dibayar oleh debitur.

Untuk kredit bermasalah yang memiliki kemungkinan masih bisa membayar, maka perlu dibuatkan akun atau perkiraan ” cadangan kerugitan piutang ” dan untuk kredit macet yang kemungkinan tidak bisa terbayar seperti karena meninggal atau karena bangkrut maka bisa dibuatkan akun atau perkiraan piutang tidak tertagih atau penghapusan piutang.

Berikut contoh gambar pembuatan akun cadangan kerugian piutang dalam aplikasi akuntansi biizaa.

Dengan membuat akun atau perkiraan cadangan kerugian piutang, maka kredit macet yang sudah jatuh tempo bisa dimasukan dalam akun ini, sehingga BUMDes mengetahui berapa total jumlah kredit yang macet dan kemungkinan akan menjadi kerugian BUMDes, selain itu dengan adanya akun ini dapat dijadikan laporan kepada Pembina, Pengawas atau dalam musyawarah desa tentang kondisi kredit yang macet tetapi masih mungkin ada pengembalian.




Selanjutnya gambar membuat akun kredit tidak tertagih sebagai contoh peminjam meninggal dunia atau bangkrut.

Dengan membuat akun puitang tidak tertagih dalam sistem informasi akuntansi, maka dalam laporan keuangan dapat disampaikan berapa jumlah hutang tidak tertagih dalam laporan.

Bagaimana menjurnal kredit macet yang sudah jatuh tempo dalam sistem informasi akuntansi BUMDes?

Untuk menjurnal kredit yang sudah jatuh tempo tetapi mengalami kemacetan tetapi masih ada harapan untuk dibayar kembali maka perlu dicatat atau dijurnal sebagai gambar dibawah ini:

Dengan demikian maka BUMDes memiliki informasi keuangan kredit yang macet dan menjadi cadangan kerugian piutang, tetapi masih ada kemungkinan dibayar kembali oleh debitur atau pemimjan, tetapi sudah tidak dimasukan piutang. Hal ini agar tidak mengganggu aktivitas BUMDes karena masih memiliki piutang yang harus ditagih. Tetapi jika sulit ditagih dan menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran BUMDes yang mengganggu aktivtias, maka tidak perlu ditagih lagi, tetapi dimasukan dalam kategori kredit dengan akun cadangan kerugian piutang.

Lalu bagaimana apabila peminjam yang sudah dimasukan dalam akun cadangan kerugian piutang?




Maka dalam sistem informasi akuntansi BUMDes, dapat dimasukan ke kas atas pembayaran tersebut, sebagaimana contoh gambar di bawah ini:

Oleh karena akun cadangan piutang tidak tertagih masih mempunyai kemungkinan membayar tetapi sudah dihapus dari piutang kredit, agar tidak mengganggu aktivitas BUMDes, maka apabila ada yang membayar masih bisa dimasukan kas, dengan cara menjurnal seperti di atas.

Namun untuk hutang yang tidak mungkin bisa dibayar dan bisa ditagih maka perlu dimasukan dalam sebuah akun yang telah kita buat tadi langsung menjadi hutang tidak tertagih, sebagai contoh karena peminjam meninggal dunia. Untuk itu cara menjurnalnya adalah sebagai gambar di bawah ini:

Dengan begitu maka BUMDes dapat mengatasi masalah piutang yang macet maupun tidak tertagih, sehingga yang macet dan tidak tertagih bisa dikeluarkan dari akun piutang, sehingga tidak mengeluarkan sumberdaya untuk menagih itu dan tidak menjadi beban BUMDes, tetapi bisa dipertanggungjawabkan kepada pengawas, pembina dan masyarakat tentang kondisi keuangan BUMDes.




Dan untuk hasil dari neraca dengan adanya cadangan kerugian hutang dan hutang tidak tertagih dapat dilihat gambar di bawah ini:

Di atas merupakan cara bagaimana manajemen kredit macet atau Badan Usaha Milik Desa, baik bagaimana cara penanganannya maupun bagaimana cara pencatatannya dalam sistem informasi akuntansi BUMDes. Untuk contoh neraca dengan cadangan piutang kredit dan hutang tak tertagih bisa di download file di bawah ini:

Neraca BUMDes Simpan Pinjam dengan Cadangan Kerugian Piutang dan Piutang Tidak Tertagih.

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Satu pemikiran pada “Manajemen BUMDes dalam mengatasi pinjaman macet atau tidak terbayar.”

  1. Gambar laporan cadangan piutang tak tertagih menggunakan software apa ya pak. Mohon informasinya agar bisa memudahkan pencatatan laporan

Tinggalkan komentar

BIIZAA ASIA