Gratis aplikasi akuntansi 6 bulan ?

LAC 1365 KUHPerdata

Cover Pmh

Definisi Legal Analytic Canvas

LAC atau Legal Analytic Canvas adalah sebuah alat bantu untuk memvisualisasikan atau menggambarkan sebuah perkara hukum dan solusinya lebih fleksibel, sederhana namun power full sebagai alat untuk membuat pendapat hukum ( legal opinion ), legal due diligence ( uji tuntas kepatuhan hukum ), membuat gugatan dan lain lain. Untuk memahami Legal Analytic canvas butuh kita pahami apa yang disebut case management model.

Case Management Model adalah sebuah model penyelesaian perkara hukum, disebut model karena kebutuhan akan flesibilitas untuk menghadapi perkara yang terus cepat berubah dan berkembang seiring perkembangan ekonomi, transaksi, bisnis dan dinamika lainnya. Maka untuk menghadapi permasalahan permasalahan hukum yang cepat berubah, dibutuhkan model dan salah satu alat model penyelesaian tersebut apa yang disebut dengan LAC ( Legal Analytic Canvas ).

Legal Analytic Canvas adalah sebuah alat ( tools ) dalam bentuk canvas ( lembar )lebih tepatnya adalah lembar untuk memvisualisasika suatu perkara hukum, sehingga tahu konstruksinya, interpretasinya hingga apa yang harus dilakukan atau dibuktikan dengan mudah.

Apa manfaat LAC ( Legal Analytic Canvas ) ?

Adapu beberapa manfaat dari LAC ( Legal Analytic Canvas ) adalah sebagai berikut:




  • Fokus, dengan legal analytic canvas kita akan fokus dan menajamkan suatu perkara dan solusinya, sehingga tidak bias apa peristiwa hukumnya, apa perbuatan hukumnya dan apa akibat hukumnya.
  • Fleksibel, dengan legal analytic canvas akan fleksible karena mudah di modifikasi sesuai dengan fakta fakta yang terungkap dalam investigasi maupun fakta fakta yang terungkap dalam persidangan.
  • Transparant, dengan legal analytic canvas perkara akan lebih transparan dan mudah dipahami baik antara klien dengan penasehat hukum, antara tim kuasa hukum, antara pihak bersengketa dan lain lain.

Perlu kami sampaikan bahwa Legal Analytic Canvas tidak isa digeneralisasi pada setiap perkara baik perdata, pidana, administrasi negara, tata usaha negara atau bahkan pasal pasal di dalamnya. Tetapi butuh spesifikasi tersendiri setiap pasal atau perbuatan hukum untuk dibuat LAC ( Legal Analytic Canvasnya ). Dan berikut akan kami sampaikan langkah langkah menggunakan LAC ( Legal Analytic Canvas ) untuk perkara PMH ( Perbuatan Melawan Hukum ) sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata yang berbunyi sebagai berikut:

” tiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut “.

Dari bunyi pasal tersebut, maka dapat dianalisa unsur unsur dari Pasal 1365 KUHPerdata terdiri dari unsur sebagai berikut:

  1. Adanya Perbuatan.
  2. Perbuatan Tersebut Melawan Hukum / Ada Schuld ( Kesalahan ).
  3. Mengakibatkan Kerugian.
  4. Ada hubungan antara Kerugian dengan perbuatan melawan hukum tersebut.

Langkah Langkah Legal Analytic Canvas.

Dari uraian unsur Pasal 1365 KUHPerdata tersebut, dapat dianalisa menggunakan model canvas dengan melakukan langkah langkah sebagai berikut:

Langkah Pertama Legal Analytic Canvas Mengurai Kerugian.

Bahwa suatu perkara perbuatan melawan hukum tentunya dimulai dari penggugat yang merasa dirugikan dan butuh memperjelas kerugiaannya. Maka penggugat akan mengurai kerugian baik materiel maupun imateriel yang dia derita sebagai dasar atau alasan menganalisa dalam LAC ( Legal Analitic Canvas ).

Langkah Kedua Mengurai Kapasitas Hukum Tergugat.

Untuk menganalisa perbuatan tergugat dengan unsur unsur pasal 1365 KUHPerdata, maka di isilah data tergugat secara lengkap untuk menentukan kapasitas tergugat, kompetensi relatih tergugat, kelengkapan tergugat, legal standing atau kecakapan tergugat dalam mempertanggungjawabkan perbuatan hukumnya.

Langka ke Tiga Menguai Kapasitas Hukum Penggugat.

Langkah ini untuk menguji apakah Penggugat memiliki legal standing dalam mengajukan gugatan, kemampuan melakukan perbuatan hukum, kompetensi peradilan dan hal hal lain yang terkait dengan Pengugat.

Langkah Ke Empat Mengurai Perbuatan Hukum Tergugat.

Oleh karena pasal 1365 KUHPerdata terdiri dari  penggugat dan tergugat, selanjutnya langkah ke tiga adalah mengisi data Penggugat, terkait kapasistas hukumnya, kecakapannya, kompetensi relatih dan hal hal terkait dengan Penggugat.  unsur perbuatan, maka butuh kita uraikan perbuatan tergugat, menganalisa perbuatan tergugat yang terikat dengan pasal 1365 KUHPerdata. Memfokuskan perbuatan apa yang dilakukan dan mengakibatkan kerugian.




Langkah Ke Lima Mengurai Kesalahan / Melawan Hukumnya Perbuatan.

Oleh karena pasal 1365 KUHPerdata, mengisyaratkan adanya unsur kesalahan dalam perbuatan tergugat, maka kita butuh mengurai perbuatan penggugat telah melanggar peraturan apa atau norma apa, sehingga kita dapat dengan jelas, mengetahui letak perbuatan melawan hukumnya.

Langkah Ke Enam Mengurai Kerugian.

Setelah kita menguarai bentuk perbuatan dan perbuatan tersebut bertentangan dengan peraturan ( dalam arti sempit ) dan melawan norma ( dalam arti luas ), kita perlu menghitung akibat kerugian yang penggugat derita. Kerugian tersebut harus riel dan dapat dihitung ( kuantitatif ).

Langkah Ke Tujuh Mengurai Hubungan Antara Kerugian dan Perbuatan Salah Tergugat.

Setelah menguari perbuatan, mengurai letak kesalahan / melawan undang undang, dan mengurai kerugian, selanjutnya adalah menganalisa apakah kerugian hukum tersebut benar benar karena perbuatan tergugat yang salah / melawan hukum. Maka hubungan tersebut harus diurai dengan jelas.

Langkah Ke Delapan Menyiapkan Pembuktian Seluruh Unsur.

Langkah ke tujuh adalah mennyiapkan bukti bukti terhadap semua unsur dalam Pasal 1365 KUHPerdata, baik bukti perbuatan, perbuatan tersebut melawan hukum, perbuatan tersebut merugikan penggugat dan antara perbuatan yang melawan hukum dengan kerugian ada hubungannya. Maka seluruh unsur tersebut perlu untuk dipenuhi.

Langkah Ke Sembilan, Membuat Fundamentum Petendi ( Posita ).

Setelah kita mampu mengurai perbuatan yang salah yang mengakibatkan kerugian, maka kita perlu membuat gugatan yang terdiri dari posita ( fundamentum petendi ) sebagai dasar gugatan dengan mengurai perbuatan perbuatan sebagaimana analisa langkah 1 sampai 6.

Langkah Ke Sepuluh Membuat Petitum.




Setelah kita membuat posita dengan dasar uraian perbuatan maka yang terakhir adalah kita membuat petitum atau hal hal yang dimintaka kepada Pengadilan untuk diputuskan dan diadili. Dengan begitu petitum kita akan lebih jelas nilai kerugian baik materiel dan imateriel untuk dimintaka kepada Pengadilan melalui Majelis Hakim yang menangani perkara.

LAC 1365 KUHPerdata Tools

LAC 1365 KUHPerdata Tools adalah aplikasi untuk membantu menganalisa dan membuat pendapat hukum ( legal opinion ) agar lebih cepat, lebih mudah dan lebih lengkap. Dengan LAC 1365 Tools, pengguna cukup mengisi form dan mengajukan print out, maka akan terkirim print out melalui whatsapp pemohon dalam bentuk file jpg/png/ pdf.

Di bawah ini adalah form / aplikasi untuk membuat dan mengajukan print out LAC 1365 KUHPerdata.

PETUNJUK PENGGUNAAN

Isi formulir di bawah ini, dengan menjawab pertanyaan. Contoh jawaban silahkan klik tanda (i) di belakang pertanyaan. Selanjutnya klik print out untuk mendapatkannya.

 

 

Untuk mendapatkan hasil print out dapat melakukan donasi ke data di bawah ini
Donasi melalui pulsa reguler ke nomor :085645524839 / 085856959116
Donas via transfer bank ke nomor rek :  BRI (002) 375201023257535

 

Dibawah ini adalah contoh hasil dari print out LAC 1365KUHPerdata.

Contoh Hasil Print Out LAC 1365 KUHPerdata.  

Alat Uji Syarat Sah Perjanjian 1320 KUHPerdata
Alat Uji Syarat Sah Perjanjian 1320 KUHPerdata

Apakah tulisan ini bermanfaat?...

Klik bintang untuk menilai

Rata Rata Penilaian 0 / 5. Jumlah Vote: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan manfaatnya..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
BIIZAA ASIA
Ada yang bisa kami bantu? .
Image Icon
Profile Image
Biizaa Service Perlu bantuan ? Online
Biizaa Service