Kenapa Investor Tol tidak bisa rugi?…

Mengapa Investor Tol Tidak Bisa Rugi?… Pertanyaan pertanyaan yang sering muncul dalam diskusi Biizaa Global Business Guide. Maka dalam kesempatan ini akan kita kupas bagaimana investor Tol tidak bisa rugi.

Mengingat bahwa pembiayaan pembangunan selain dari pendapatan negara juga bisa melalui hutang atau dengan mekanisme Public Private Parnership ( PPP ), dimana pembiayaan dilakukan antara public ( negara / pemerintah ) dengan pihak swasta dalam hal ini investor. Dan bagaimana investor bisa tertarik untuk menanam investasi yang jika dihitung memiliki resiko tinggi. Tentu hal ini akan menjadi pertanyaan pertanyaan bagi investor yang belum memahami skema pembiayaan maupun skema kerjasama dalam infrastruktur. Perlu kita ketahui untuk menarik investor dalam infrastruktur, ada konsep ” Minimum Revenue Guarantee ” atau yang disebut dengan MRG. Apakah itu MRG akan kami kupas disini:


Istilah MRG dikenal dalam penyelenggaraan proyek Public Private Partnership (PPP) utamanya jika PPP tersebut berupa pembangunan infrastruktur yang cenderung berisiko tinggi (risky infratructure PPP projects).  Pada intinya, MRG merupakan suatu bentuk insentif untuk pihak swasta (investor) agar mereka mau terlibat dalam proyek infrastruktur yang sebetulnya kurang menguntungkan dan berisiko tinggi.

Insentif yang didapatkan oleh investor dalam konsep MRG adalah berupa hak atas jaminan pendapatan (revenue) minimum bagi pihak swasta selama kontrak PPP. Dengan adanya hak atas jaminan pendapatan maka diharapkan investor akan mau berinvestasi di proyek infrastruktur tersebut. Besaran hak atas jaminan pendapatan ini biasanya didasarkan pada jumlah penggunaan infrastruktur yang dibangun. Sebagai contoh, dalam proyek infrastruktur pembangunan jalan tol, pemerintah dapat memberikan MRG berupa jumlah minimal traffic / pengguna jalan tol sebagai dasar perhitungan pendapatan dari jalan tol tersebut. Misalnya 500.000 traffic per hari. Apabila traffic itu tidak terpenuhi maka investor mendapatkan kompensasi. Sebaliknya apabila melebihi traffic yang ditetapkan (benchmark), maka pemerintah juga bisa mendapatkan kompensasi yang disebut dengan claw back.


Adapun basis perhitungan minimum sebagai benchmark MRG, dimana akan dibandingkan antara level minimum dengan data aktualnya, bisa berupa jumlah pengguna; jumlah traffic; jumlah penumpang; arus kas bersih; laba sebelum bunga, pajak, dan penyusutan / EBITDA; laba sebelum bunga dan pajak / EBIT; Internal Rate of Return(IRR); dan basis lainnya.  Hal yang akan dijadikan basis ini harus disepakati dan dituangkan dalam kontrak PPP secara jelas untuk menghindari konflik. Ada beberapa jenis MRG yang akan kita bahas dalam tulisan berikutnya. @supriadiasia.


Bagikan manfaatnya..

Updated: 25/02/2019 — 16:19
BIIZAA ASIA © 2021 Biizaa Asia

Education Template