Kapan ukuran orang bisa ditanya dan dilakukan penyelidikan pidana?..

Kepastian hukum merupakan salah satu hal untuk melindungi setiap warga negara yang dihadapkan dalam perkara hukum. Untuk itu perlu kita pahami kapan suatu peristiwa, perbuatan, bisa dilakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan diputus bersalah dalam perkara pidana. Sehingga setiap warga negara dijauhkan dari kriminalisasi dan dihadapkan suatu perkara yang tidak jelas apa yang disangkakan, didakwakan, dituntut dan diputusakan kepada dirinya.

Untuk itu perlu kita miliki ukuran yang kapan seseorang bisa dilakukan penyelidikan, penyidikan, dakwaan dan tuntuntan serta putusan pidana. Sebelum menentukan kapan perkara tingkat penegakan hukum tersebut kita sampaikan, maka perlu kita pahami dahulu apa yang dimaksud dengan penyelidikan, penyidikan, pendakwaan, penuntutan, pemeriksaan peradilan dan putusan pengadilan.

Penyelidikan, sebagaimana diatur dalam pasal 1 point 5 KUHAP, penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam Kitab Undang Undang Hukum Acara Perdata.

Titik fokus dari penyilikan adalah “peristiwa”, yaitu peristiwa yang dapat diduga sebagai tindak pidana. Peristiwa apa yang merupakan peristiwa yang dapat dilakukan penyelidikan adalah peristiwa hukum, dalam hal ini adalah peristiwa hukum pidana. Lalu apakah peristiwa hukum pidana, adalah peristiwa yang ada kaitannya dengan ketentuan pidana dalam suatu perundang undangan. Jadi tidak semua peristiwa merupakan peristiwa hukum dan tidak semua peristiwa hukum merupakan peristiwa pidana, bisa jadi peristiwa perdata. Namun peristiwa dalam penyelidikan adalah peristiwa yang diduga merupakan peristiwa yang ada kaitannya dengan ketentuan pidana, contohnya adalah peristiwa kecelakaan, apabila peristiwa kecelakaan tersebut tidak ada unsur kealpaan / kelalaian yang menyebabkan luka atau hilangnya nyawa orang lain, maka kecelakaan tersebut bukan merupakan peristiwa pidana. Tetapi peristiwa biasa, contoh adalah kecelakaan tunggal.

Lalu apa fungsi dari penyidikan, fungsi dari penyelidikan adalah untuk menentukan apakah peristiwa tersebut dapat dilakukan penyidikan. Dan untuk suatu peristiwa bisa dilakukan penyidikan minimal memiliki bukti permulaan yang cukup. Dengan bukti permulaan yang cukup maka penyelidikan bisa ditingkatkan menjadi penyidikan.

Jadi ukuran apakah setiap peristiwa / perbuatan bisa dilakukan penyelidikan, jawabnya adalah bisa. Karena hanya untuk menentukan peristiwa tersebut merupakan peristiwa pidana dengan ditemukannya bukti permulaan yang cukup. Dan dalam penyelidikan belum ditentukan siapa tersangkanya. Sehingga setiap orang bisa dipanggil atau diperiksa dalam hal penyelidikan. Dan untuk dipangil sebagai saksi maupun tersangka merupakan tahap penyidikan, bukan penyidikan.

Lalu apa saja kegiatan dari penyelidikan ini sebagai berikut:

  1. Olah TKP ( Tempat Terjadinya Perkara ).
  2. Wawancara atau Interview dengan saksi maupun bukan saksi.
  3. Pembuntuan ( Surveilance ).
  4. Pengamatan / Observasi.
  5. Penyamaran ( Undercover ).

Jadi dalam hal ini, setiap saat dan kapan saja bisa dilakukan penyelidikan. Dan siapa saja dapat di interview baik sebagai saksi maupun bukan sebagai saksi. @supriadiasia.


Bagikan manfaatnya..
  • 61
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ada yang bisa kami bantu? .
Image Icon
Profile Image
Biizaa Service Perlu bantuan ? Online
Biizaa Service