Ingin Bahagia? Atur Pengeluaran Keuangan Keluarga.

Banyak orang mengalami kesulitan keuangan keluarga, bukan berarti mereka tidak mengatur keuangan. Tetapi kebanyakan karena tidak mampu mengontrol “keinginan” atau “nafsu”.

Terutama bagi ibu ibu rumahtangga, karena seorang wanita cenderung menggunakan perasaan dalam menyelesaikan masalah. Dan suami cenderung menggunakan logika dalam menyelesaikan masalah. Oleh sebab itu antara suami dan istri perlu komunikasi intensif dalam pengelolaan keluarga. Dengan niat dan tujuan bersama, yaitu menjauhkan dari masalah kutub keuangan, yaitu kekurangan keuangan dan kelebihan keuangan.

Kekurangan keuangan menyebabkan cek cok dalam keluarga dan kelebihan keuangan akan menyebabkan punya uang tetapi keluarga tidak bahagia. Kali ini biizaa akan menyampaikan tips mengelola pengeluaran keluarga.

Permasalahan permasalahan nafsu atau keinginan yang tidak bisa dikendalikan diantaranya:

  1. Ingin membeli sesuatu padalah belum butuh.
  2. Ingin wow dan tampil mahal di lingkungan.
  3. Ingin membeli barang barang yang penyusutan tinggi tapi tidak produktif/menghasilkan.

Dan masih banyak lagi keinginan yang tidak bisa dikendalikan dalam keluarga. Dan itu yang menyebabkan kekuarang keuangan karean tidak mampu mengontrol keinginan.

Sebelum kita membahas manajemen pengeluaran keluarga, kita perlu memahami kebutuhan atau pengeluaran keluarga, yaitu:

  1. Kebutuhan ( Needs ).
  2. Hutang ( Debts).
  3. Keinginan ( Want ).
  4. Tabungan ( Saving ).
  5. Investasi ( Investment ).

Ke lima di atas merupakan pengeluaran yang perlu kita perhatikan, dan kebanyakan keluarga mengalami masalah keuangan karena SALAH MEMPRIORITASKAN dari pengeluaran tersebut. Dan ini karena mental keuangan keluarga. Berikut kita bedakan mental kaya dan mental miskin pengeluaran.

MENTAL KAYAMENTAL MISKIN
1. Kebutuhan

2. Investasi

3. Tabungan.

4. Hutang.

5. Keinginan

1. Keingingan.

2. Hutang.

3. Kebutuhan.

4. Tabungan.

5. Investasi.

Apa yang menjadi perbedaan mental kaya dan mental miskin?…

Adalah Prioritas Pengeluaran..

Mental Kaya memprioritaskan kebutuhan dulu, bukan keinginga dulu. Lalu Investasi dulu bukan Hutang dulu, Lalu tabungan, hutang dan keinginan.. Dengan begitu mental kaya selalu dapat memenuhi kebutuhan hidup, termasuk gizi, hiburan dan lain lain. Jika mental miskin untuk keinginan dulu, bayar hutang dan lain lain.. Sehingga hidupnya selalu dikejar hutang dan siksaan keinginan.

Keungan adalah logika, bukan mistis atau magic sehingga perlu diatur sebagai logika. Jika kita komitmen dalam keluarga untuk sejahtera. @supriadiasia.


Bagikan manfaatnya..

Updated: 11/01/2019 — 09:26
BIIZAA ASIA © 2021 Biizaa Asia

Education Template