Pemerintahan Pemerintahan Pemerintahan Desa Solusi Publik

Goverment Model Canvas Sebagai Alat Bantu Untuk Menyusun RKPDes.

RKPDes Rencana Kerja Pemerintah Desa adalah hal penting untuk menentukan sebuah arah pembangunan desa satu tahun ke depan sebagai bagian dari wujud dan strategi pencapatain RPJMDes ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa ). Oleh karena pemerintahan juga dihadapkan pada era vuca dimana perubahan lebih cepat dan dibutuhkan ketangkasan desa dalam menyesuaikan perubahan baik dalam layanan masyarakat maupun dalam pembangunan maka dibutuhkan alat bantu. Alat bantu tersebut yang dinamakan dengan GMC ( Goverment Model Canvas ).

Apakah yang dimaksud dengan Goverment Model Canvas?




Goverment model canvas adalah suatu alat dalam bentuk canvas yang terdiri dari 2 blok utama dan 11 blok langkah untuk membantu dalam membuat program desa lebih sederhana, powerfull dan dapat digunakan dalam musyawarah desa agar lebih memenuhi unsur politis bersama Badan Permusyawaratan Desa, lebih partisipatif dengan lembaga / masyarakat desa serta lebih teknokratis berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan adanya Goverment Model Canvas, membantu pemerintah desa untuk memperjelas arah pembangunan dalam RKPDes satu tahun ke depan.

Goverment Model Canvas terdiri dari 2 blok utama, yaitu:




Yang pertama adalah village resource planning atau perencanaan sumberdaya desa. Dalam hal ini VRP atau village resource planning merupakan sebuah sistem informasi manajemen untuk menyiapkan sumberdaya desa, baik dalam bentuk keuangan desa ( dana ), keuangan masyarakat, sumberdaya alam atau produk di desa, dan sumberdaya manusia di desa. Dengan adanya village resource planning maka desa memiliki data dan informasi tentang sumberdaya yang dimiliki oleh desa untuk membangun desa tersebut. Baik yang berasal dari dalam pemerintahan desa maupun dari luar pemerintahan desa. Yaitu masyarakat. Data, informasi dan sistem village resource planning ini sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi desa dan juga lebih tangkah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa dan pembangunan.

Yang kedua adalah village relationship management atau manajemen hubungan desa, dimana dalam vilage relationship manajemen ini desa dapat mengetahui isu dan masalah di desa untuk diselesaikan, kebutuhan masyarakat untuk dipenuhi, harapan masyarakat untuk diwujudkan, perintah undang undang untuk dijalankan sebagai contoh adalah menjalankan apa yang ada dalam RPJMDes. Dengan adanya village relationship management akan memudahkan mengetahui isu, masalah, kebutuhan, harapan dan perintah undang undang untuk dijalankan secara cepat dan tangkah. Dan solusinya ada pada VRM ( Village Resource Planning ) yaitu dengan sumberdaya desa dan sumberdaya masyarakat desa.

Dua blok utama tersebut harus dibuatkan sistem agar suatu RKPDes dapat dengan mudah dipetakan dan benar benar menyelesaikan isu dan masalah dengan sumberdaya nya sendiri.




Selain 2 blok utama village resource planning dan village relationship management, maka ada 11 langkah yang harus ditempuh untuk memudahkan dalam membuat perencanaan program desa dalam RKPDes, Sekilas 11 langkah dalam Goverment Model Canvas tersebut adalah:

Langkah pertama adalah menganalisa masyarakat, menganalisa isu dan masalah masyarakat untuk diselesaikan, sebagai contoh adalah infrastruktur jalan desa yang rusak, sehigga dibutuhkan solusi. Kebutuhan masyarakat untuk dipenuhi sebagai contoh adalah kebutuhan air bersih atau air minum, maka perlu adanya BUMDes yang berusaha di bidang air minum. Harapan masyarakat, sebagai contoh bahwa lulusan SLTA di masyarakat di desa tersebut ingin masuk perguruan tinggi negeri atau ternama, maka desa dapat membuat program pendidikan atau pelatihan masuk perguruan tinggi negeri atau ternama. Dan selanjutnya untuk perintah undan undang tentunya selain memperhatikan perdes RPJMDes juga memperhatikan peraturan lain,, seperti di bidang lingkungan dan lain lain.




Langka ke dua adalah merencanakan program, dimana program tersebut untuk menjawab isu, masalah, kebutuhan, harapan dan perintah undang undang di desa tersebut. Sehingga apa yang diprogram pemerintah desa dalam RKPDes nya benar benar menjawab kebutuhan, masalah dan harapan masyarakat berdasarkan peraturan perundang undangan.

Langkah ke tiga adalah membangun distribusi dan channel, dimana baik rencana maupun program pemerintah bagaimana bisa diketahui dan dinikmati masyarakat dengan mudah, maka dengan begitu program pemerintah lebih mudah tercapai tujuannya dan bermanfaat bagi masyarakat.

Langkah ke empat adalah membangun hubungan dengan masyarakat, karena dalam hal ini program pemerintah desa tentu ada yang pro dan kontra, tentu ada yang mendukung dan menolak dan itu yang disebut dengan resistensi pembangunan. Selain itu adanya perubahan kebutuhan, masalah dan harapan masyarakat, maka butuh dijalin komunikasi yang intensif antara pemerintah desa dan elemen masyaraka desa dengan baik. Mampu menangani feedback umpan balik dan mampu menyesuaikan dengan harapan masyarakat.




Langkah ke lima adalah merencanakan kegiatan kunci, dimana kegiatan kegiatan untuk menjalankan program desa tersebut dapat dirinci dan dapat direncanakan dengan gamblang apa yang dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan. Maka dengan adanya rencana kegiatan yang lebih rinci akan memudahkan arah pembangunan desa, apa yang dilakukan dalam satu tahun.

Langkah ke enam adalah merencanakan sumberdaya kunci, yaitu sumberdaya apa yang digunakan untuk mewujudkan pembangunan desa dalam RKPDes, baik dalam bentuk sumberdaya keuangan, baik dana dari dalam pemerinah desa maupun dari masyarakat, sumberdaya manusia yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut dan sumberdaya alam serta alat yang digunakan untuk membangun desa dalam program desa tersebut.




Langka ke tujuh adalah merencanakan siapa partner utama dalam pembangunan desa. Oleh karena di era sekaran setiap desa dalam pembangunan membutuhkan partner utama dalam pembangunan, maka perlu direncanakan siapa partner utamanya, sebagai contoh adalah supplyer, kontraktor, trainer dan lain lain yang nantinya akan mendukung pembangunan desa.

Langkah ke delapan adalah struktur anggaran untuk menetapkan anggaran desa dari berbagai sumber dan dialokasikan ke beberapa pos anggaran sesuai dengan peruntukannya. Sebagai contoh adalah RAB ( Rencana Anggaran Biaya ).

Langkah ke sembilan adalah revenue / benefit stream atau sumber pendapatan atau manfaat dari program tersebut, dengan merencankaan revenue stream desa, maka desa dapat menganalisa dan merencanakan pendapatan asli desa dan dengan benefit stream akan dapat merencanakan manfaat bagi masyarakat. Sehingga dalam perencanaan pembangunan dapat dengan jelas diproyeksi pendapatan desa maupun manfaatnya bagi masyarakat.




Langkah ke sepuluh adalah, analisa PESTEL. Yaitu analisa politik, ekonomi, sosial, teknologi, ekologi ( lingkungan ) dan legal ( hukum ), dengan adanya analisa PESTEl ini dapat diketahui resiko resiko dalam politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan dan hukum. Serta mampu merencanakan manajemen resiko atas dampak dari politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan dan hukum. Sehingga pembangunan lebih tahan dari perubahan dan pengaruh PESTEL.

Lankah ke sebelas adalah pengukuran, dalam merencankaan sebuah program dalam RKPDes, tentunya bisa diukur pencapaian yang terkait dengan indeks pembangunan, sebagai contoh adalah IDM ( Indeks Desa Membangun ). Dengan mengukur kontribusi terhadap IDM, maka pembangunan desa lebih terarah dan terukur akan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi, ketahanan ekologi dan ketahanan sosial sebagaimana diukur dalam IDM.

Goverment Model Canvas telah disampaikan di beberapa pemerintah daerah maupun pemerintah desa untuk digunakan sebagai alat bantu merencanakan dan menyusun program. Sebagai alat musyawarah desa serta sebagai alat untuk memvisualisasikan program desa. Dengan GMC ( Goverment Model Canvas ) sebuah program di desa dapat disampaikan, untuk apa dibuat, apa bentuknya, bagaimana dinikmati masyarakat, apa yang dilakukan, apa yang dibutuhkan, siapa partner suksesnya, bagaimana struktur anggaran, bagaimana pendapatan dan manfaat didapatkan dari program, bagaimana analisa dampak PESTEL dan bagaimana kontribusinya terhadap Indeks pembangunan dengan cukup 1 lembar kanvas saja. ( supriadi asia | founder of Goverment Model Canvas ).

Profile Image
Tanya Biizaa Diskusi denga biizaa.
Klik Via WA
Offline




KLIK DI BAWAH INI untuk ikuti pelatihan GMC ( Goverment Model Canvas )

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan