Fungsi Akuntansi Badan Usaha Milik Desa Berstandart SAK EMKM

Badan Usaha Milik Desa merupakan Usaha yang dimiliki oleh desa dan ada penyertaan modal dari desa yang otomatis merupakan keuangan negara. Oleh sebab itu akuntansi sangat penting untuk menyamakan bahasa bisnis dalam bentuk posisi keuangan, laporan keuangan dan kekayaan BUMDes kepada pihak lain ( stake holder ).

Berikut biizaa akan sampaikan manfaat akuntansi dalam Badan Usaha Miliki Desa dan Standartnya. Dengan memahami manfaat akuntansi maka Badan Usaha Milik Desa menjadi terukur ( merasurable ), lebih mudah diselesaikan masalahnya dan lebih mudah pula dikembangkannya. Berikut manfaat akuntansi dalam Badan Usaha milik Desa.


Yang pertama adalah manfaat internal, atau manfaat bagi manajemen dalam Badan usaha Milik Desa itu sendiri, baik untuk pengelola / pengurus, pengawas maupun pembina. Dalam tingkatan unit usaha, bisa digunakan oleh manajener dan yang ada dalam perusahaan sendiri. Fungsi di dalam adalah untuk mengambil keputusan usaha, dengan memiliki laporan keuangan dan di dalamya ada kas, maka kas tersebut dapat digunakan untuk mengukur kemampuan Badan Usaha Milik Desa untuk membiayai operasionalnya. Hal hal yang perlu diketahui untuk mengambil keputusann adalah Neraca ( Posisi Keuangan ), Harta ( Baik harta lancar ( kas, persediaan ) dan harta tetap ( mesin, tanah, bangunan dll ). Hutang, piutang dan modal atau informasi informasi lain yang dibutuhkan sebagai dasar mengambil keputusan usaha. Pada intinya fungsi internal Badan Usaha Milik Desa adalah sebagai media atau alat untuk mengambil keputusan usaha.

Yang kedua adalah manfaat eksternal, oleh karena Badan Usaha Milik Desa sebagai atau seluruhnya modal dari penyertaan desa, maka harus mempertanggungjawabkan kepada desa atau masyarakat pada umumnya. Laporan keuangan yang dihasilkan dari akuntansi akan menjadi bahasa penghubung bagi pihak luar untuk berinteraksi atau bertransaksi dengan Badan Usaha Milik Desa. Pihak eksternal tersebut diantara adalah:

  1. Pemerintah Desa, Badan Usaha Milik Desa akan melaporkan keuangan kepada Desa.
  2. Pajak, untuk membuat laporan pajak, restitusi pajak dan yang berkaitan dengan pajak akan membutuhkan laporan keuangan.
  3. Pemerintah Kabupaten, bisa seperti Inspektorat, Dinas PMD dan lain lain, untuk monitoring dan evaluasi.
  4. Investor, Laporan keuangan sebagai bahasa bisnis antara Badan Usaha Milik Desa dengan Investor, karena investor akan menginvestasikan uangnya dengan mamahami bagaimana kondisi keuangan Badan usaha Milik Desa.
  5. Karyawan, Laporan keuangan akan digunakan karyawan untuk melihat masa depan karirnya, jika perusahaan tumbuh maka karirnya juga diperkirakan tumbuh, namun jika keuangan perusahaan menurun, maka masa depan karyawan juga beresiko tinggi.




Di atas adalan manfaat akuntansi dalam Badan Usaha milik Desa. Lalu bagaimana standart akuntansi keuangan untuk Badan Usaha Milik Desa. Jika akuntansi pemerintahan menggunakan standart SAP ( Standart Akuntansi Publik ) dalam hal ini akuntansi pemerintahan desa dan daerah. Maka adalam Badan Usaha Milik Desa menggunakan SAK ( Standart Akuntansi Keuangan ) lebih tepatnya karena Badan Usaha Milik Desa merupakan badan usaha ( kecil / menengah ) atau pendapatannya di bawah Rp. 4,8 Milyar, maka cenderung menggunakan Pedoman Pencatatan Transaksi Keuangan serta Standart Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah ( SAK EMKM / ETAP ). @supriadiasia.

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Solusi Merencanakan dan Menganalisa Badan Usaha Milik Desa

Ming Sep 22 , 2019
Untuk merencanakan Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ) lebih mudah, sederhana tetapi lengkap ( powerfull ) dibutuhkan alat bantu. Alat bantu tersebut yang kita namanya BUMDes Business Canvas, suatu alat ( tools ) untuk merencanakan juga mengevaluasi sebuah BUMDes dengan membuat canvas ( 1 lembar ) halaman. Tetapi mampu […]
BIIZAA