AYO SEKOLAH ONLINE DI >>
Lac Tipikor

Cara Mengungkap Tindak Pidana Korupsi dengan LAC ( Legal Analytic Canvas ) | Download Contoh.

Tujuan hukum adalah menciptakan masyarakat berkeadilan, sejahtera, tertib dan aman. Dengan adanya dugaan kejahatan berupa tindak pidana korupsi akan menjadikan keresahan dalam masyarakat, apalagi tidak pernah diungkap, diperiksa dan diadili, sehingga tetap menjadi penyakit psikologi di masyarakat yang menjadikan resah dan tentungya menghambat pembangunan. Oleh sebab itu untuk menghilangkan keresahan masyarakat atas dugaan korupsi, bisa diperjelas dengan memahami LAC ( Legal Analytic Canvas ) sebuah alat bantu untuk mengungkap perkara hukum, dalam hal ini adalah tindak pidana korupsi yang meresahkan dan melukai hati masyarakat.

Mengapa dan kapan tindak pidana korupsi harus diungkap?




Tindak pidana korupsi maupun tindak pidana lain diuangkap pada saat sudah menjadikan keresahan masyarakat, menjadikan masyarakat tidak tertib, lambat pembangunan atau yang disebut dengan peristiwa anti sosial, atau peristiwa yang melukai hati masyarakat, maka suatu tindak pidana terutama tindak pidana korupsi harus diuangkap, agar tidak menjadi angka gelap kejahatan ( angka kejahatan yang dirasakan masyarakat tetapi tidak pernah diungkap ) dan menghambat pembangunan suatu daerah atau suatu negara.  Maka ketika ada peristiwa anti sosial dan terdapat bukti yang cukup, peristiwa dan perbuatan tersebut harus diungkap sesuai dengan tujuan hukum pidana, yaitu menciptakan masyarakat adil dan makmur, serta secara umum masyarakat tidak ikut atau takut berbuat ( prevensi general ) dan secara individu pelaku tidak mengulangi ( prevensi individual ).

Apa yang perlu dilakukan dalam mengungkap tindak pidana korupsi?

Sebagaimana dalam LAC ( Legal Analytic Canvas ) yang pertama adalah menganalisa apakah ada peristiwa yang menciderai hati masyarakat dalam bentuk perbuatan melawan hukum dalam bentuk korupsi. Jika ya, maka selanjutnya dilakukan analisa perikatan.




Analisa perikatan adalah menganalisa suatu peristiwa terikat atau tunduk pada hukum apa, lengkap dengan pasal berapa, sehingga peristiwa tersebut menjadi peristiwa hukum karena peristiwa tersebut terkait dengan pasal dalam sebuah peraturan perundang undangan. Dan ketika sudah ada pasal yang terkait maka perlu diperjelas perbuatan yang dilakukan oleh orang atau korporasi yang disangkakan.

Mengurai sebuah perbuatan seseorang atau sebuah badah usaha / korporasi yang disangka melakukan tindak pidana korupsi bertujuan untuk menganalisa apakah perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang ada dalam pasal undang korupsi. Jika ternyata perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang dimaksud dalam suatu pasal tindak pidana korupsi, maka perlu ditingkatkan pada pembuktiannya. Namun sebelum dianalisa pembuktiannya, perlu pula dipahami tentang jenis tindak pidana.

Jenis tindak pidana sangat berpengaruh dengan pembuktian, dan jenis tindak pidana dibagi menjadi dua yaitu:

Tindak pidana formil adalah suatu tindak pidana yang dilarang adalah adalah perbuatannya, dan dalam pasal tindak pidana tersebut dijelaskan unsur unsur perbuatannya, dan unsur unsur itulah yang harus dibuktikan. Tindak pidana materiil adalah suatu tindak pidana yang dilarang adalah akibatnya, maka siapa yang menjadi penyebab atas suatu akibat akan dipidana dan yang harus dibutikan adalah penyebabnya. Tindak pidana korupsi, selain tindak pidana formal dimana disebutkan perbuatan perbuatan yang dilarang maka juga sebagai tindak pidana materiil, dengan adanya akibat yang dilarang yaitu kerugian perekonomian atau keuangan negara. Maka yang harus dibuktikan adalah unsur unsur dari perbuatan dan penyebab dari sebuah kerugian perekonomian atau keuangan negara.




Setelah memahami jenis pidana, maka perlu mengurai unsur unsur atau rumusan dari tindak pidana tersebut. Sebagai contoh adalah rumusan unsur tindak pidana korupsi Pasal 2 ayat ( 1 ) UU Tipikor yang diambil dari bunyi pasal sebagai berikut:

Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor, “(1) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah)”

Dari pasal tersebut dapat diurai unsur unsur sebagai berikut:

  1. Unsur Setiap orang, yang artinya unsur pelaku alam tindak pidana tersebut. Setiap orang adalah subyek hukum baik orang maupun badan hukum, jika barang siapa hanya orang perorangan / bukan badan hukum. Maka dengan adanya unsur setiap orang dalam tindak pidana korupsi selain orang, perusahaan atau korporasi juga dapat dihukum dengan pasal ini. Dan tentunya mampu mempertanggungjawabkan hukum atau tidak ada alasan pembenar, pemaaf dan penghapusan penuntutan.
  2. Unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi, merupakan perbuatan menambah kekayaan diri sendiri atau orang lain atau sebuah korporasi atau badan usaha.
  3. Unsur dengan cara melawan hukum, artinya perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi tersebut diakukan dengan cara melawan atau melanggar sebuah peraturan perundang undangan. Sebagai contoh adalah kewajaran harga.
  4. Unsur dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara, unsur ini harus dibuktikan bahwa dalam rangka memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi yang dilakukan dengan cara melawan hukum tersebut mengakibatkan kerugian keuangan dan perekonomian negara.

Untuk menganalisa tindak pidana korupsi tersebut, setiap unsur harus dianalisa dan dibuktikan minimal dua alat bukti yang sah dan meyakinkan. Dan tidak terpenuhinya unsur tersebut akan mengakibatkan seseorang atau korporasi tidak bisa dihukum.




Selanjutnya setelah mengurai unsur dan mencocokan dengan alat bukti yang ditemukan, maka bisa membuat legal opinion atau pendapat hukum, bahwa peristiwa atau perbuatan tersebut merupakan perbuatan tindak pidana korupsi atau bukan. Jika terpenuhi maka bisa berpendapat terpenuhi dan selanjutnya dilakukan rekomendasi untuk dilaporkan. Dan apabila tidak terpenuhi bisa dijelaskan kepada masyarakat bahwa peristiwa dan perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana korupsi, sehingga tidak perlu dirisaukan dan menjadi kecurigaan. Sehingga masyarakat lebih memahami, tertib, aman dan adil sejahtera. Contoh LAC ( Legal Analytic Canvas ) tindak pidana korupsi bisa di download di bawah ini:

LAC ( Legal Analytic Canvas ) Tindak Pidana Korupsi


Warning: Illegal string offset 'account-settings' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 12

Warning: Illegal string offset 'display-settings' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 13

Warning: Illegal string offset 'custom' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 19

Warning: Illegal string offset 'account-type' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 21

Warning: Illegal string offset 'whatsapp-text' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 29

Warning: Illegal string offset 'type' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 29

Warning: Illegal string offset 'mobile-number' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 89

Warning: Illegal string offset 'value' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 89

Warning: Illegal string offset 'template' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 98

Warning: Illegal string offset 'full-name' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 121

Warning: Illegal string offset 'designation' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 122

Warning: Illegal string offset 'button-label' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 124

Warning: Illegal string offset 'online_offline_text' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 125

Warning: Illegal string offset 'online_text' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 125

Warning: Illegal string offset 'online_offline_text' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 126

Warning: Illegal string offset 'offline_text' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode.php on line 126
Profile Image

Warning: Illegal string offset 'whatsapp-text' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode-templates/template-1.php on line 53

Warning: Illegal string offset 'type' in /home/u5869339/public_html/wp-content/plugins/everest-chat-buttons-lite/inc/frontend/shortcode-templates/template-1.php on line 53

Apakah tulisan ini bermanfaat?...

Klik bintang untuk menilai

Rata Rata Penilaian 0 / 5. Jumlah Vote: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.


Bagikan manfaatnya..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BIIZAA ASIA
Ada yang bisa kami bantu? .
Image Icon
Profile Image
Biizaa Service Perlu bantuan ? Online
Biizaa Service