Cara Mengetahui Ciri Ciri Perusahaan Akan Mengalami Kebangkrutan

Penting untuk bisa cara mengetahui ciri ciri perusahaan akan mengalami kebangkrutan, hal ini bertujuan untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan, sehingga perusahaan dapat dipulihkan kembali menuju perusahaan sehat.




Pemahaman Bangkrut.

Sebelum kita membahas ciri ciri perusahaan akan mengalami kebangkrutan perlu kiranya kita pahami dahulu apa yang dimaksud dengan kebangkrutan dan perbedaaanya dengan pailit. Kebangkrutan adalah suatu kondisi perusahaan dimana mengalami kerugian yang besar, hingga tidak mampu menjalankan operasionalnya. Perbedaan dengan pailit adalah kondisi perusahaan yang selain mengalami kerugian yang besar, juga mengalami kondisi tidak mampu membayar kewajibannya kepada kreditur ( pemberi hutang ), maka perusahaan tersebut layak untuk dipailitkan.

Setelah kita memahami apa yang dimaksud dengan bangkrut, maka perlu kita sampaikan ciri ciri perusahaan yang bangkrut sebagai berikut :

Likuiditasnya Tidak Sehat.




Likuiditas adalah sebuah kemampuan perusahaan untuk membiayai kewajibanya jangka pendek, seperti biaya gaji, biaya kantor dan hutang hutang jangka pendek yang harus dibayar. Likuiditas dapat dilihat dari jumlah aset atau harta lancar dibandingkan dengan kewajiban lancarnya, apabila harta atau aset lancarnya lebih kecil dari kewajiban lancarnya, maka dapat dikatakan perusahaan tersebut tidak sehat likuiditasnya, dan merupakan ciri ciri perusahaan akan mengalami kebangkrutan, karena lukuiditasnya tidak sehat.

Yang termasuk harta lancar adalah uang kas, piutang yang segera jatuh tempo, persediaan barang yang segera laku atau setara dengan kas yang mudah diuangkan atau ditunaikan untuk membayar kewajiban lancar, seperti membayar gaji, membayar cicilan bulanan, membayar listrik dan kebutuhan bulanan lainnya.

Solvabilitasnya Tidak Sehat.

Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban kewajiban jangka panjang, termasuk dalam hal ini modal atau ekuitas pemilik usaha. Solvabilitas dapat dilihat dari pasiva ( kewajiban ) dibandingkan dengan pasiva ( harta ), apabila antara pasiva ( kewajiban ) yang terdiri dari modal dan hutang lebih besar daripada aset ( harta ), maka ini merupakan ciri ciri perusahaan akan mengalami kebangkrutan, karena mengalami kemunduran keuangan.




Tidak Memiliki Lead atau Prospek Konsumen.

Kelangsungan perusahaan apabila ada transaksi, dan transaksi terjadi apabila memiliki konsumen, dan konsumen di dapatkan dari lead atau prospek, sehingga perusahaan yang tidak memiliki lead atau prospek konsumen yang jelas dan siap untuk dilayani, maka perusahaan tersebut dapat mengalami kebangkrutan. Perusahaan yang bagus harus memiliki calon konsumen yang dapat diprediksi pendapatannya melebihi biaya yang dikeluarkan perusahaan.

Ke tiga hal tersebut di atas merupakan sebagian ciri ciri perusahaan yang akan mengalami kebangkrutan sehingga dibutuhkan penyehatan baik pemasaran maupun keuangannya. Apabila menemukan ciri ciri tersebut segara untuk mengambil tindakan sebagai berikut :




Meningkatkan Pendapatan.

Meningkatkan pendapatan adalah salah satu cara untuk menyehatkan perusahaan, karena dengan meningkatkan pendapatan maka likuiditas atau harta lancar lebih kuat dan lebih sehat, meningkatkan pendapatan dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah prospek atau jumlah konsumen.

Menekan Biaya.

Menekan biaya atau efisiensi adalah cara kedua untuk menghadapi perusahaan yang akan mengalami kebangkrutan, untuk menekan biaya dapat dilihat dalam laporan laba rugi, dan melihat biaya serta jumlahnya untuk dianalisa dan ditekan, terutama biaya biaya yang tidak menghasilkan pendapatan bisa dipangkas.




Memaksimalkan Aset.

Bahwa perusahaan telah menginvestasikan aset yang dirupakan dalam bentuk uang kas atau uang tunai, aset tetap berupa tanah, bangunan, peralatan usaha dan kendaraan, serta aset sumberdaya manusia. Apakah benar benar aset telah bekerja untuk meningkatkan pendapatan dan berpengaruh terhadap meningkatkan laba, maka butuh dianalisa, apakah sumberdaya manusianya sudah bekerja maksimal atau belum, apakah peralatan usahanya sudah bekerja maksimal apa belum dan masih banyak yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan aset untuk menciptakan pendapatan dan laba.

Untuk menyehatkan sebuah perusahaan, tentu dibutuhkan analisa dan peralatan atau tools sehingga dapat di check up perusahaan tersebut dari beberapa aspek terkait, bisa dibuatkan rencana penyehatan dan lain lain, untuk itu biizaa akan membantu dengan memberikan layanan penyehatan perusahaan anda. ( supriadi asia ).





Bagikan manfaatnya..

Updated: 30/09/2021 — 08:14
BIIZAA ASIA © 2021 Biizaa Asia

Education Template