Mengapa 80% BUMDes berhenti di tengah jalan?…

Salah satu penyelesaian masalah ekonomi negara adalah melalui pendekatan korporasi. Karena pendekatan politik dan birokrasi kurang begitu cepat menghadapi kondisi dan perkembangan ekonomi. Maka BUMN, BUMD dan BUMdes merupakan bagian dari mekanisme korporasi ( badan usaha ) untuk menyelesaikan masalah masalah ekonomi yang berubah begitu cepat.

Namun mengapa mekanisme itu masih diwarnai kegagalan kegagalan dimana sebuah BUMDes tidak mampu menghasilkan laba yang maksimal dan bahkan ada yang merugi, bangkrut ( berhenti ) dan pailit ( tidak mampu melakukan kewajibannya ). Ada berbagai faktor penyebab, dalam hal ini biizaa akan menyampaikan beberapa penyebab penting mengapa sebuah BUMDes jalan ditempat dan bahkan berhenti di tengah jalan.



Yang pertama adalah bahwa BUMDes dikelola secara tidak terukur ( measurable ). Dan suatu usaha yang tidak terukut akan sulit dikembangkan dan diketahui masalah masalah yang dihadapinya. Sebagai contoh, dalam mendirikan BUMDes sebelumnya harus terukur pasarnya, siapa yang akan dilayani, siapa yang akan dipenuhi kebutuhannya, atau siapa konsumennya. Karena tanpa ukuran yang jelas, maka pemasaran BUMDes tidak aka berjalan dengan baik dan cepat. Lalu berapa investasi yang dibutuhkan, bagaimana proyeksi ( ramalan ) pendapatan di akhir tahun. Hingga mengukur kondisi keuangan BUMDes setiap waktu ( real time ). Rasio rasio keuangan merupakan ukuran atau rambu rambu yang harus dipahami oleh BUMDes. Sebagai contoh rasio likuiditas, dimana BUMDes diukur dalam kemampuan membiayai atau membayar kewajiban kewajiban dalam waktu pendek. Jika saja BUMDes tidak mampu membayar pengelola dalam waktu 3 bulan, maka dapat dikatakan bahwa BUMDes tidak sehat dan harus disehatkan.

Yang kedua adalah BUMDes miliki desa tidak memiliki target dan target usaha inilah yang akan menentukan keberlangsungan dan kesuksesan sebuah BUMDes. Karena target akan menentukan keberhasilan sebuah usaha dan menjadi arah dalam menjalankan usaha. Adapun manfaat dari sebuah target BUMDes adalah sebagai berikut:



  1. Memotivasi BUMDes untuk berkembang. Dengan adanya target, maka pengelola BUMDes akan memiliki motivasi untuk mengejar target. Dan akan membentuk perilaku bertanggungjawab dan bekerja keras dalam sebuah BUMDes.
  2. Membuat BUMDes semakin terarah. Dengan adanya target tersebut BUMDes akan semakin terarah untuk mencapai target besar dengan mencapai target kecil kecil yang diraihnya. Tanpa target BUMDes tidak akan terarah kemana mana.
  3. Membantu untuk menyusun strategi usaha BUMDes. Dengan memiliki target, maka akan dapat membantu menyusun strategi. Dan strategi itu penting karena setiap usaha memiliki pesaing. Dan pesain itulah sebagai tolok ukur kita berusaha dalam menjalankan BUMDes. Dengan memiliki target di atas pesaing, maka akan membantu kita menciptakan BUMDes yang berdaya saing dan dapat mencapai target suksesnya.
  4. Memberikan tantangan usaha. Dengan memiliki target usaha, maka seluruh stake holder akan tertantang untuk mencapai target targetnya.



 

Namun target tidak hanya berupa pencapaian atau hasil, melainkan ada target pencapaian ( berapa yang diperoleh dalam periode waktu tertentu ) dan target aktivitas, berapa yang harus dilakukan untuk mencapai target hasil ( resulting ). Jika hanya memiliki target hasil, tanpa melakukan dengan menetapkan target aktivitas yang dilakukan. Dapat dipastikan juga BUMDes akan mati di tengah jalan. @supriadiasia. @supriadiasia.

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BIIZAA ASIA
%d blogger menyukai ini: