BUMDes menjadi Fakultas Ekonominya Desa

Untuk membangun perekonomian desa, salah satu kendala adalah Sumber Daya Manusianya, dimana masih banyak yang belum mendapatkan pendidikan, pelatihan dan ketrampilan di bidang ekonomi, mulai dari bagaimana membangun start up usaha, manajemen ( keuangan, pemasaran, sumberdaya manusia dan produksinya ), serta berbagai aspek dalam usaha. Pengetahuan dan ketrampilan di bidang bisnis dan ekonomi menjadi kendala bagi desa untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa.

Untuk itu Desa maupun Pemerintah Daerah melalui Dinas PMD bisa bekerjasama dengan perusahaan yang memiliki CSR ( Corporate Social Responbility ) atau tanggungjawab sosial perusahaan untuk memberikan pelatihan manajemen kepada pengelola bumdes atau masyarakat. Begitu juga bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi melalui LPPM nya untuk memberikan pelatihan masyarakat. Sehingga BUMDes sebagai wadah ekonomi juga sebagai wadah belajar bagi pengelola dan masyarakatnya dalam bidang ekonomi dan manajemen.

 



Sinergi pemerintah daerah, perusahaan dan perguruan tinggi serta desa adalah sinergi yang mampu mengangkat desa lebih baik IDM ( Indeks Desa Membangunnya ), tanpa mensinergikan hal tersebut, maka perkembangan kurang berjalan cepat. Mengetahui kebutuhan ketrampilan dan pengetahuan, lalu menciptakan solusi sinergi antar lembaga akan menjadikan formula pengembangan ekonomi desa.

Diharapkan desa memiliki RTH ( Ruang Terbuka Hijau ) baik berupa taman atau sekaligus tempat wisata, sebagai universitas atau fakultas ekonomi bagi masyarakat. Dengan membangun tempat demikian, maka desa akan mampu mengembangkan masyarakatnya, mampu memberdayakan masyarakatnya dengan memenuhi kebutuhan usaha, yaitu kebutuhan akan pengetahuan dan kebutuhan akan ketrampilan yang dibutuhkan masyarakat. Kita ambil contohn, bahwa masih banyak Badan Usaha Milik Desa yang belum memahami akuntansi, usaha mikro kecil dan menengah juga belum bisa akuntansi, sedang akuntansi merupakan bahasa bisnis, alat untuk mengalasisa bagaimana usaha dikembangkan atau diselesaikan masalahnya. Tanpa akuntansi akan kesulitan siapapun untuk menyelesaikan masalah usaha, karena tidak tahu uang diperoleh darimana, digunakan untuk apa dan menghasilkan apa. Tidak tahu biaya berapa dan bagaimana biaya bisa ditekan dan meningkatkan laba. Oleh sebab itulah, usaha mikro, kecil, menengah, bumdes dan koperasi, kadang tidak bisa dikembangkan karena tidak punya ukuran pastinya.




Untuk menjawab masalah masalah tersebut di atas, maka sebaiknya desa selain menjadikan BUMDes sebagai wadah ekonomi masyarakat desa. Juga sebagai wadah belajar ekonomi dan bisnis bagi BUMDes itu sendiri dan masyaakat desa. Apabila kebutuhan pengetahuan dan ketrampilan dipenuhi, maka usaha akan mampu bertahan dan mampu meningkatkan kesejahteraaan, laba bumdes, peningkatan PADes, serta berimbas pada IDM ( Indeks Desa Membangun ) khusunya adalah IKE ( Indeks Ketahanan Ekonomi ). ( supriadi asia / biizaa.com ).

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Akuntansi BUMDes Sebagai Alat Untuk Menyembuhkan dan Menyehatkan BUMDes.

Kam Feb 6 , 2020
Akuntansi BUMDes sangat penting karena akuntansi merupakan bahasa bisnis yang bisa dipahami berbagai pihak, mulai dari pemilik usaha ( desa ), auditor ( pemeriksa ) dan stake holder ( pemangku kebijakan lainnya ). Terutama mampu untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang posisi atau kinerja Badan Usaha Milik Desa. Dengan Akuntansi BUMDes […]
BIIZAA