BUMDes Berkembang Pesat dengan Memahami Village Resource Planning.

Di Era teknologi informasi dan komunikasi persaingan usaha begitu cepat, apalagi dihadapkan dengan era vuca yang segalanya cepat berubah, terutama trend pasar, kebutuhan konsumen, kepuasan konsumen dan lain lain yang begitu pesat perubahannya. Apa yang direncanakan di desa, bisa jadi setelah anggaran turun rencana itu sudah tidak sesuai dengan kondisi pasar. Dan akhirnya rencana usaha di desa menjadi gagal.


Saya ambil contoh tentang trend pariwisata desa dengan maraknya spot selfie, dimana perilaku konsumen pingin eksis di dunia maya dengan upload foto di tempat tertentu yang unik dan menarik. Namun bisnis tersebut akan jatuh ketika ada wisata lain di sebelahnya yang memiliki produk sejenis dan biasanya yang baru lebih baik. Dengan demikian dapat dikatakan siklus hidup pariwisata yang mengandalkan spot selfie sangat pendek umurnya. Dan rata rata pengunjung tidak kembali lagi, karena sudah pernah dan ada tempat lain yang lebih menarik.

Dan tentunya investasi pariwisata tinggi dan resiko siklus hidup produk dan perilaku konsumen yang cepat berubah. Lalu bagaimna menghadapi situasi yang cepat berubah tersebut?..

Mau tidak mau yang kita hadapi adalah perubahan, bahkan perubahan yang begitu cepat. Dengan begitu kita harus memiliki ketangkasan ( agility ) untuk menghadapi perubahan. Dan itu hanya bisa diselesaikan secara baik dengan cara menggunakan teknologi, diantaranya teknologi manajemen dalam hal ini  Village Resource Planing.

Apa itu village resource planning?..


Apabila dalam perusahaan dikenal dengan enterprise resource planning ( ERP ), maka untuk usaha di desa pun perlu diterpakan Village Resource Planning. Suatu manajemen yang mengolah data sumberdaya keuangan desa, sumberdaya manusia desa, sumberdaya alam desa dan sumberdaya sumberdaya lain yang potensi untuk dijadikan nilai ( manfaat ) atau produk yang dibutuhkan konsumen yang sangat cepat berubah pula.

Dengan mengolah data sumberdaya di atas menjadi suatu informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan usaha di desa, maka setiap ada permintaan pasar, dengan sigap desa atau BUMDes mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Mengingat di era VUCA bisnis bukan dimulai dari membut produk, melainkan dari kebutuhan konsumen ( customer needs ), kebutuhan konsumen yang cepat berubah harus segera di respon dengan layanan atau produk yang cepat. Dan produk atau layanan yang cepat itu, hanya bisa atasi dengan sistem informasi manajemen sumberdayanya.


Jika ada yang ban bocor, desa sudah mempunyai data tambal ban di desanya. Jika ada yang butuh jahit baju, desa sudah memiliki data penjahit di desa, jika ada yang butuh jalan jalan sudah ada data dari warga desa yang menyediakan jasa transportasi. Begitulah ilustrasi usaha desa yang cepat dengan metode village resource planning.

Bagaimana membangun platform village resource planning tersebut?… Biizaa selalu siap untuk membantu masyarakat / desa desa yang membutuhkan kejelasan VRP beserta sistem atau softwarenya. @supriadiasia

 

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan komentar

BIIZAA ASIA