Bentuk Legal Choice Internasional

Setelah kita memahami pilihan hukum atau legal choice, sekarang kita akan membahas tentang bentuk atau macam macam pilihan hukum. Sehingga dalam melakukan perjanjian internasional dapat memilih hukum dengan tepat, mampu melindungi resiko hukum dan mampu meningkatkan perjanjian internasional dengan tepat. Karena resiko hukum perjanjian perdata internasional lebih tinggi daripada perjanjian dalam negerai.

Ada 4 ( macam ) pilihan hukum dalam perdata internasional, yaitu:



 

  1. Pilihan hukum secara tegas, dalam hal ini secara tegas disebutkan tunduk pada hukum negara mana. Pilihan hukum disebutkan dalam suatu klausula tersendiri dalam perjanjian.
  2. Pilihan Hukum Secara Diam Diam, oleh karena pilihan hukum bukan merupakan suatu kewajiban dan merupakan kebebasan, maka tidak menunjukan secara jelas penundukan atau pilihan hukum. Maka pilihan ini dinamakan pilihan hukum secara diam diam. Dalam hal terjadi sengketa, maka hakim akan melihat isi perjanjian tersebut lebih mengacu kemana atau menyerahkan kepada para pihak untuk menentukan penundukan hukumnya pada saat terjadi sengketa.
  3. Pilihan Hukum Yang Dianggap. Pilihan hukum yang dianggap disebut juga dengan ” presumtio iuris “. Yang artinya hakim akan menerima penundukan para pihak terhadap dugaan dugaan hukum belaka.
  4. Pilihan Hukum Secara Hyphothetish. Pilihan ini berkalu di jerman, yang menyatakan bahwa apabila terjadi sengketa pilihan hukum, maka hakim yang menentukan pilihan hukum yang tepat.



 Pilihan hukum sangat menentukan bisnis dan resiko hukum transaksi internasional, dibutuhkan ketelitian dalam merancang sebuah perjanjian atau kontrak ( Contract Drafting ).


Apabila tulisan ini bermanfaat, mohon untuk dishare atau dibagikan agar pembangunan hukum di Indonesia lebih cepat sesuai dengan harapan masyarakat.

Bagikan manfaatnya..