Belajar Akuntansi BUMDes | Mengenal Pasiva Dan Aktiva BUMDes.

Yang pertama dipahami dalam membuat laporan keuangan Badan Usaha Milik Desa, maka kita perlu memahami aktiva dan pasiva Akuntantsi BUMDes. Sehingga ktia bisa melihat posisi keuangan BUMDes serta mengolah keuangan dengan sebaik baiknya atas dana Badan Usaha Milik Desa.

Dalam Akuntansi BUMDes dikenal Pasiva dan Aktiva, lalu apa yang dimaksud dengan Pasiva dalam Akuntansi BUMDes?

Pasiva bisa disebut dengan liability, atau kewajiban yang harus dikembalikan atau dibayar oleh Badan Usaha Milik Desa di kemudian hari. Pasiva juga bisa digunakan untuk mengetahui darimana saja dana diperoleh dari BUMDes. Pasiva dalam Akuntansi BUMDes terdiri dari:




  1. Pasiva Jangka Pendek ( Current Liabilities ), yaitu hutang atau beban jangka pendek yang harus dibayar kurang dari satu tahun periode akuntansi.
  2. Pasiva Jangka Panjang ( Long Term Liabilities ), yaitu beban atau hutang jangka panjang yang harus dibayar yang memiliki usia lebih dari tahu tahun periode akuntansi.
  3. Penyertaan Modal BUMDes, penyertaan modal dari desa merupakan pasiva yang harus tuangkan di pasiva dalam suatu neraca keuangan BUMDes.
  4. Penyertaan Modal Masyarakat, oleh karena BUMDes juga membolehkan dana masyarakat untuk digunakan modal, maka Penyertaan atau investasi masyarakat juga merupakan pasiva dalam akuntansi BUMDes.

Dana baik yang berasal hutang, modal bumdes dari desa dan investasi masyarakat merupakan pasiva yang harus dibayar di kemudian hari apabila ditarik, kecuali force mayor ( terpaksa seperti bencana alam atau kerugian yang di luar kemampuan manusia / pengelola ). Dan ini yang dilaporkan dalam neraca Akuntansi BUMDes. Uang darimana dan dikembalikan kemana merupakan informasi akuntansi bumdes dalam bentuk pasiva.




Contoh Laporan Keunagan dan Mengetahui Pasivanya, lihat contoh neraca dibawah.

Selanjutnya apa yang dimaksud dengan aktiva dalam akuntansi BUMDes?

Aktiva mencerminkan kekayaan Badan Usaha Milik BUMDes, dari Pasiva ( Hutang dan Modal ) digunakan untuk apa saja sehingga menggambarkan kekayaan Badan Usaha Milik Desa dengan nama Aktiva. Ada beberapa aktiva dalam akuntansi BUMDes, yaitu:

  1. Aktiva Lancar ( Current Asset ), aktiva lancar adalah aktiva yang biasanya dalam bentuk uang tunai atau mudah dicairkan dalam bentuk tunai, atau segera menjadi uang tunai ( tagihan ). Mengetahui aktiva lancar ini sangat penting karena untuk mengetahui kemampuan Badan Usaha Milik Desa untuk membayar kewajiban kewajiban jangka pendeknya. Seperti membayar gaji karyawan, operasional bulan dan lain lain. Aktiva lancar dapat berupa kas, piutang, tagihan atau persediaan barang dagangan yang akan dan mudah dicairkan atau ditunaikan.
  2. Aktiva Tetap ( Fix Asset ) adalah aktiva yang sulit untuk dicairkan atau ditunaikan, seperti alat berat, gedung dan lain lain. Aktiva ini digunakan untuk menunjang operasional Badan Usaha Milik Desa, seperti Gedung, Toko dan lain lain.
  3. Aktiva Investasi ( Invesment Asset ) merupakan aktiva atau harta yang di investasikan oleh Badan Usaha Milik Desa. Sebagai contoh di investasikan ke reksadana atau usaha lain.

Aktiva dan Pasiva ini harus balance, karena mencerminkan dana diperolah darimana dan digunakan untuk apa saja. Kewajiban berapa dan kemampuan untuk mengembalikan diukur dari kekayaan ( aktiva ) bagaimana. Dengan mengetahui aktiva dan pasiva dalam neraca laporan keuangan Badan Usaha Milik Desa akan mudah diketahui dan dipahami.

Contoh Pasiva dan Aktiva:

Aktiva Bumdes

Pasiva Bumdes

 




Dari hal tersebut di atas antara aktiva ( kekayaan ) dan kewajiban + modal adalah seimbang ( balance ). Dengan demikian kita memahami apa yang dimaksud dengan pasiva dan aktiva dalam suatu neraca Akuntansi BUMDes dan untuk merancang sebuah akuntansi atau akun akunnya, kita perlu memahami hal tersebut di atas. ( supriadi asia | biizaa.com )

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

BIIZAA ASIA
%d blogger menyukai ini: