BEDAH BUMDes | Mengapa BUMDes Bangkrut?… ( Keuangan ).

BUMDes merupakan mekanisme korporasi ( di luar birokrasi ) untuk menyelesaikan masalah masalah sosial, diantaranya adalah ekonomi atau kesejahteraaan. Karena dengan Badan Usaha Milik Desa akan lebih luas mendapatkan penerimaan negara dalam hal ini desa. Dibandingkan dengan kegiatan birokrasi yang lebih administratif. Namun BUMDes dihadapkan pada kendala kendala, keterbatasan-keterbatasan yang menjadikan BUMDes, rugi, bangkrut bahkan pailit ( aset tidak mampu membayar kewajibannya ).

Ada beberapa hal yang menjadikan Badan Usaha Milik Desa bangkrut diantaranya adalah sebagai berikut:



  1. Aspek Keuangan ( keterbatasan mengelola keuangan ).
  2. Aspek Produksi / Operasi ( keterbatasan merencanakan produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen ).
  3. Aspek Pemasaran ( keterbatasan mendapatkan dan mengelola pasar, sehingga produk atau layanan tidak laku ).
  4. Aspek Sumber Daya Manusia. ( Keterbatasan sumberdaya manusia ) yang mengelola BUMDes, sehingga salah urus dan mengalami kebangkrutan.
  5. Aspek Hukum. ( Keterbatasan dalam memahami dan menerapkan hukum ), sehingga mendapatkan permasalahan hukum. Mengingat BUMDes didanai dari Keuangan Negara, dimungkinkan aspek pidana sangat kental dalam menjalankan Badan Usaha Milik Desa.

Kelima hal tersebut merupakan sebagian dari beberapa hal yang mengakibatkan BUMDes menjadi bangkrut. Kali ini biizaa akan membahas kebangkrutan BUMDes dikarenaka dari aspek finansial ( keuangan ), lebih khusus lagi adalah Revenue Stream nya. Revenue Stream merupakan hal hal yang menjadikan sumber pendapata dari aktivitas usaha Badan Usaha Milik Negara. Dalam hal ini manajemen BUMDes tidak memahami pentingnya revenue stream.


Bagaimana sebuah usaha yang tidak memahami dimana sumber sumber pendapatan dan bagaimana cara meraihnya bisa bertahan lama?… tenta sulit. Karena yang terjadi justru pengeluaran terus. Untuk itu biizaa akan meyampaikan beberapa hal yang bisa dijadikan revenue stream dalam sebuah usaha Badan Usaha Milik Desa, yaitu:

  1. Pendapatan dari Produksi dan Penjualan barang, manajemen BUMDes harus memahami cara memproduksi dan mendapatkan keuntungan. Atau membeli dan jual barang mendapatkan fee atau laba.
  2. Sewa, salah satu cara mendapatkan laba adalah dari biaya sewa. Badan Usaha milik desa bisa menyewakan assetnya untuk meningkan pendapatan. Sebagai contoh, selain dipakai sendiri maka alat seperti komputer bisa disewakan kepada masyarakat yang membutuhkan.
  3. Interest atau Bunga, jika BUMDes memilki dana yang belum berputar atau dana yang belum digunakan dalam masa jangka waktu tertentu, maka BUMDes dapat membuat usaha simpan pinjam atau di investasikan kepada pihak lain, sehingga uang tersebut menghasilkan laba atau bunga.
  4. Deviden, merupakan laba saham dari sebuah investasi. BUMDes yang memiliki keuangan yang cukup, bisa menginvestasikan dananya untuk meningkatkan pendapatan BUMDes.
  5. Jasa, selain memproduksi atau menjual barang ( produk ) BUMDes bisa membuka jasa untuk meningkatkan revenue streamnya.




Ke lima hal tersebut di atas perlu dipahami oleh manajemen BUMDes, karena revenue stream itu hal yang harus dipahami, dicatat, dievaluasi, dianalisa dan proyeksi pendapatan ke depan. Demikian kami sampaikan Bedah BUMDes yang berkaitan dengan kuangan negaa. @supriadiasia.

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •