Placeholder By Nelio Content

Bagaimana Solusi Manajemen BUMDes Mati Suri ?

Baik BUMDes setelah didirikan maupun BUMDes yang telah berjalan, banyak kendala yang dihadapi, diantaranya mati suri atau mengalami kebangkrutan sehingga tidak bisa berjalan. Lalu bagaimana manajemen bumdes untuk menghadapi BUMDes yang mati suri? mari kita simak ulasan dari biizaa.com sebagai berikut?

Mengapa BUMDes mengalami mati suri?.

BUMDes mengalami mati suri karena saat atau setelah didirikan tidak disertai dengan manajemen kinerja, padahal manajemen kinerja itulah yang membuat arah atau road map BUMDes mendapai tujuannya. Sehingga tanpa manajemen kinerja BUMDes berjalan apa adanya tanpa arah dan tujuan yang pasti sebagaimana visi dan misi dalam peraturan desa tentang pendirian serta anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya. Selain itu BUMDes tidak memiliki keseimbangan dalam menjalankan usahannya. Baik keseimbangan pendapatan dan laba, keseimbangan keuangan, keseimbangan sistem usaha dan keseimbangan sumberdaya manusia. Dengan ketidak adanya keseimangan tersebut, bisa jadi BUMDes lebih fokus pada sistem produksi ( membangun produk ) tetapi lupa produk itu bukan untuk kebutuhan kepuasan konsumen. Bisa jadi fokus pada kepuasan konsumen tetapi lupa akan laba yang diterima, sehingga BUMDes kehabisan kas untuk beroperasi dan mengalami kebangkrutan.

Kondisi mati suri adalah ketika BUMDes masih punya aset misalnya peralatan produksi, namun BUMDes tersebut tidak memiliki kas, tidak ada yang mau menjalankan dan dibiarkan begitu saja tanpa ada penyelesaian. Oleh sebab itu biizaa telah membuat konsep bagaimana BUMDes tersebut bisa dihidupkan kembali dengan menyegarkan manajemen kinerja yang telah kami rancang.

Bagaimana langkah langkah penyembuhan BUMDes yang telah mati suri?

Tentunya adalah dengan menggunakan manajemen kinerja yang baik atau manajemen strategi untuk menyembuhkan BUMDes, dengan langkah langkah sebagai berikut sebagaimana gambar di bawah ini:

Dari gambar tersebut di atas dapat kita jabarkan sebagai berikut:

  1. Langkah pertama adalah mereviuw atau mengkaji ulang visi dan misi BUMDes sebagaimana tercantum tujuannya dalam Peraturan Desa Tentang Pendirian BUMDes maupun dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BUMDes, selain itu mengkaji ulang dengan jelas perintah undang undang dalam BUMDes. Dengan menetapkan atau memperjelas visi dan misi BUMDes, maka akan jelas pula apa yang kita tujua dalam menyembuhkan BUMDes. Karena visi dan misi inilah yang akan dikomunikasikan kepada seluruh share holder ( pemegang saham ) dan stake holder ( pemangku kebijakan ) agar mendapatkan dukungan yang kuat akan BUMDes berjalan.
  2. Menetapan ukuran, bahwa BUMDes yang bisa diselesaikan masalahnya adalah BUMDes yang terukur atau memiliki ukuran pertumbuhan, sehingga apa yang dilakukan akan berpengaruh terhadap angka atau indeks pertumbuhannya. Tanpa ukuran sulit untuk dicari apa yang belum tercapai dan apa yang harus dilakukan. Contoh ukuran tersebut adalah ukuran keuangan, rasio keuangan BUMDes yang terdiri dari likuiditas atau kemampuan membiayai usaha BUMDes jangka pendek, solvabilitas atau kemampuan membayar hutang dan mengembalikan modal BUMDes, profitabilitas kemampuan BUMDes dalam mendapatkan laba. Maka dengan ukuran ukuran tersebut dapat dilihat ukuran kesehatan BUMDes.
  3. Yang ketiga adalah menetapkan target, untuk mencapai tujuan dalam visi dan misi BUMDes, perlu ditetapkan target target baik dalam jangka kuartal ( 3 bulan ), semester ( 6 bulan ) atau satu tahun. Dengan demikian BUMDes memiliki arah apa yang akan dicapainya, tanpa arah yang jelas yang akan dicapai, maka BUMDes tidak akan berjalan dengan baik dan power full.
  4. Yang ke empat adalah menetapkan langkah apa yang harus dilakukan dalam bentuk inisiasi usaha atau kegiatan nyata yang harus dilakukan untuk mencapai target. Langkah ke empat ini merupakan target usaha dan yang ke tiga adalah target hasil. Karena untuk mencapai target hasil, maka butuh ditetapkan target kerja apa yang dilakukan.

Empat langkah tersebut dilakukan untuk menyembuhkan BUMDes yang mati suri.

Bidang apa sajakah yang harus dibenahi dalam manajemen kinerja BUMDes?

Ada empat perspektif atau variable yang harus dipenuhi dilakukan dengan menggunakan empat langkah tersebut, yaitu:

  1. Perspektif Keuangan, maka perspektif keuangan perlu dikaji ulang visi misi, tujuan, ukuran, target dan apa yang dilakuan dengan keuangan. Sehingga dalam keuangan mengalami kepuasan atau setidak tidaknya sehat dalam mendapatkan laba ( profitabilitas ), membayar kewajiban jangka pendek ( likuiditas ) dan membayar atau mengembalikan hutang dan modal ( solvabilitas ).
  2. Perspektif Konsumen, maka perpsektif keuangan perlu dikaji ulang apakah produk yang dibuat sudah benar benar menjawab kebutuhan konsumen untuk dicukupi, masalah konsumen untuk diselesaikan dan harapkan konsumen untuk dipuaskan. Apabila ternyata produk atau layanan BUMDes belum memenuhi kebutuhan, menyelesaikan masalah konsumen dan sesuai dengan harapan konsumen, maka perlu ditetapkan ulang tujuan, ukuran, target dan kegiatan apa yang dilakukan.
  3. Perspektif Sistem Bisnis, sistem bisnis adalah dapurnya BUMDes, bagaimana mengolah sesuatu menjadi produk yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan konsumen, menyelesaikan masalah konsumen dan memberikan kepuasan pada konsumen. Maka sistem bisnis ini harus dibangun sesuai dengan prinsip prinsip manajemen. Sebagai contoh masih banyak BUMDes yang memiliki struktur organisasi seperti organisasi sosial yaitu ketua, sekretaris dan bendahara, sedangkan sistem bisnis membutuhkan direktur, keuangan, sumberdaya manusia, produksi dan pemasaran. Maka apabila tetap menggunakan organisasi sosial, maka akan tetap pula tidak ada yang menjalankan pemasaran dengan intensif. Maka hal ini perlu dikaji, ditetapkan ukuran, target, dan inisiasi atau kegiatan yang tepat serta efisien, efektif dan ekonomis.
  4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan, perspektif ini berkaitan dengan sumberdaya manusia yang harus belajar dan bertumbuh kembang. Sumberdaya manusia harus terus belajar dan bertumbuh kembang, karena kebutuhan, masalah dan harapan masyarakat juga bertumbuh kembang atau berubah secara dinamis, maka pengetahuan, ketrampilan dan perilaku sumberdaya manusia yang menjalankan badan usaha milik desa juga harus bertumbuh kembang. Maka untuk menghidupakan BUMDes yang mati suri, perlu ditetapkan ulang tujuan, ukuran, target serta inisiasi dalam membangun SDM BUMDes.

Hal tersebut merupakan gambar langkah langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi BUMDes yang mati suri. ( Supriadi Asia / Biizaa Trainer ).

Biizaa Solution Provider telah menyusun tools ( alat ) atau aplikasi manajemen kinerja untuk membantu BUMDes yang mengalami mati suri sehingga punya peta jalan ( roadmap ) penyembuhan hingga BUMDes menjadi feasible ( layak dan sehat ) serta scalable atau bisa dikembangkan dengan baik. Biizaa Solution provider bisa membantu BUMDes BUMDes yang mengalami masalah masalah mati suri atau tidak berjalan sesuai harapan. Informasi bisa menghubungi customer service kami di WA: 085645524839.

 

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Satu pemikiran pada “Bagaimana Solusi Manajemen BUMDes Mati Suri ?”

Tinggalkan komentar

BIIZAA ASIA