Bagaimana Operasi Badan Usaha Milik Desa Bisa Lancar?

Badan Usaha Milik Desa didirikan dan direncanakan, tetapi di tengah dan bahkan awal perjalanan sudah tidak berjalan lancar. Operasi Badan Usaha Milik Desa tersendat dan tidak tahu siapa yang disalahkan dan salahnya dimana. Oleh sebab itu maka perlu biizaa sampaikan tentang bagaimana menjaga operasi badan usaha milik desa bisa lancar.

Agar Operasi Badan Usaha Milik Desa lancar, maka kita harus memiliki bahasa dengan badan usaha, yaitu laporan keuangan. Laporan keuangan yang real time, atau sewaktu waktu bisa dibaca dan dianalisa. Sehingga pengelola badan usaha milik desa memiliki rambu rambu akan berjalannya operasi Badan Usaha Milik Desa. Rambu rambu tersebut ada dalam akuntansi, khususnya neraca. Dengan neraca Badan Usaha Milik Desa bisa mengetahui posisi keuangannya, posisi kas, posisi persediaan, posisi kewajiban atau hutang dan lain lain, dengan mengetahui posisi tersebut akan bisa dianalisa kemampuan kas untuk membayar kewajiban jangka pendeknya, seperti gaji dan lain lain.




Namun apabila suatu Operasi Badan Usaha Milik Desa tidak menggunakan akuntasi, maka ibarat berjalan dengan mata buta, dan tidak tahu rambu rambu, apakah perusahaan dalam lampu hijau, kuning atau merah, sehingga dengan mudah tertabrak masalah dan jatuh di perjalanan. Oleh sebagab itu akuntansi dalam Badan Usaha Milik Desa sangat dibutuhkan, apalagi berkaitan dengan uang negara. Memiliki aplikasi akuntansi dan membuat laporan keuangan saja tidak cukup, tetapi dibutuhkan logika akutansi atau logika menganalisa sebuah Badan Usaha Milik Desa.

Lalu bagaimana operasi badan usaha milik desa lancar dan logika akuntansinya?

Operasi Badan Usaha Milik Desa akan menjadi lancar, apabila dalam kondisi hal hal tersebut di bawah ini:

  1. Memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional badan usaha milik desa sehari hari.
  2. Badan Usaha Milik Desa mempunyai kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya, seperti hutang, membayar deviden kepaa pemegang saham dan lain lain, artinya memiliki kemampuan untu membayar kewajiban kewajibannya;
  3. Apabila Badan usaha Milik Desa merupakan usaha dagang, maka Badan Usaha Milik Desa memiliki persediaan yang cukup untuk dijual dan menjadi uang tunai ( liquid ) untuk membiayai operasi badan usaha milik desa. .
  4. Apabila Badan Usaha Milik Desa merupakan perusahaan jasa, maka memiliki sarana dan prasaran, peralatan atau perlengkapan yang dapat digunakan untuk mendapatkan pendapatan.

Lalu untuk mengetahui hal hal yang membuat operasi badan usaha milik desa lancar tersebut di atas apa?




Tentu alat yang bernama akuntansi, melakukan pencatatan dan pelaporan akuntansi terutama dalam bentuk rugi laba dan neraca selanjutnya memiliki logika akuntansi untuk menganalisa operasi badan usaha milik desa, berjalan lancar atau tidak. Neraca akan memberikan informasi hal hal tersebut diatas, dan dengan neraca kita bisa mengambil keputusan yang terbaik atas operasi badan uaha milik desa. @supriadiasia.

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

BIIZAA ASIA
%d blogger menyukai ini: