Bagaimana mengukur keberhasilan pemerintahan dan organ perangkatnya?..

Suatu organisasi bisa diselesaikan masalahnya dan bisa ditingkatkan kinerjanya, apabila terukur ( measurable ), karena tanpa ukuran yang jelas kita tidak akan tahu apa masalahnya, bagaimana menyelesaikannya dan bagaimana pula meningkatkan kinerja / performanya.

Oleh sebab itu maka kita perlu memahami cara mengukur keberhasilan sebuah pemerintahan atau organ ( perangkat daerahnya ). Maka kita perlu mengenal KPIs atau yang disebut dengan Key Performance Indikators. Apakah yang dimaksud dengan KPIs?..



KPIs adalah Indikator Kinerja Utama atau sering disebut dalam pemerintahan adalah IKU ( Indikator Kinerja Utama ), apabila kita membaca SAKIP ( Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ) kita akan menemukan IKU ( Indikator Kinerja Utama ) itulah yang disebut dengan KPIs ( Key Performance Indicators ). IKU adalah metrik finansial ( keuangan ) ataupun non-finansial yang digunakan untuk membantu suatu organisasi pemerintah menentukan dan mengukur kemajuan terhadap sasaran organisasi.

KPI digunakan sebagai alat untuk mengukur dan menyelesaikan suatu masalah dalam keadaan tertentu, dan hal yang sulit diukur, sebagai contoh adalah kepemimpinan, kepuasan, aparatur dan lain lain. Pengertian KPI (Key Performance Indicators) adalah salah satu jenis Pengukuran Kinerja yang digunakan untuk mengukur seberapa berhasil suatu perusahaan/organisasi, proyek, unit kerja, departemen ataupun individu mencapai sasaran dan tujuan strategis yang telah ditetapkannya.

Apakah manfaat IKU ( Indikator Kinerja Utama ) atau KPIs dalam pemerintahan?..

  • Untuk mendapatkan ukuran dan tingkat keberhasilan organisasi dalam pemerintah. Dan ukuran tersebut akan digunakna untuk meningkatkan kualitas dan perbaikan kerja serta pertanggungjawaban kerja atas organisasi perangkat dalam pemerintahan.
  • Untuk mendapatkan data dan informasi atas kinerja sebagai alat mendukung sebuah keputusan pemimpin pemerintahatan.

Indikator ( ukuran ) apa saja yang digunakan untuk mengukur kinerja dalam Pemerintahan?

  1. Input Indicator: Merupakan deskripsi sekilas mengenai Sumber Daya Manusia yang akan langsung bekerja sehingga bisa menghasilkan outcome dan juga output. Contohnya adalah kualitas, kehematan dan juga kuantitas.
  2. Process Indicator: Merupakan proses atau langkah langkah yang akan dinilai untuk menghasilkan suatu output, outcome dalam pemerintahan, sebagai contoh adalah kedisiplinan, ketaatan terhadap SOP dan lain lain.
  3. Output Indicator : Merupakan ukuran hasil ( output ) yang berupa kebijakan dari sebuah organsasi dan proses yang dijalankannya.
  4. Outcome Indicator: Merupakan hasil nyata yang berdampak terhadap masyarakat, seperti peningkatan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi dan lain lain.
  5. Effect Indicator: Merupakan indikator akibat dari kebijakan ( output dan outcome ) atas kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan organnya.



Maka keberhasilan suatu pemerintah atau organisasi perangkat pemerintah diukur dan ditentukan dengan IKU ( Indek Kinerja Utamanya ) apabila dalam perusahaan disebut dengan KPIs ( Key Performance Indicators ). Bagi yang ingin memahami bagaimana IKU di setiap OPD pemerintah daerah, dapat melihat di SAKIP di Website pemerintahan daerah masing masing. @supriadiasia.

========================================================================

Bagaimana menyusun sebuah IKU ( Indikator Kinerja Utama ) atau KPIs ( Key Performance Indicators ) suatu organ pemerintah. Kami akan share berikutnya.. Atau jika anda membutuhkan konsultasi mendesain IKU sesuai dengan perkembangan terupdate, bisa menghubungi tim kami BIIZAA.

========================================================================

Mari bagikan seluas-luasnya manfaat dengan tombol di bawah ini..
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan